Musuh publik Mark Zuckerberg

Musuh publik Mark Zuckerberg dikarenakan boss Facebook ini menyalahgunakan data para penggunanya. Itulah sebabnya, Orang Yahudi, anak ajaib, putus sekolah dari Harvard dan Label menarik sejenisnya dikerumuni dengan berbagai masalah privasi dan tuntutan beberapa tahun ini.

Anggota parlemen dalam persidangan tidak banyak memperoleh jawaban dari mulut boss Facebook bagaimana data privasi pengguna digunakan. Sebaliknya, lebih banyak terlihat muka robotnya yang tanpa emosi.

Anggota parlemen merindukan Zuckerberg yang baru saja keluar dari kampus Harvard.  Mengenakan T-shirt pendek abu-abu. Melihat dia minta maaf dengan wajah polos. Dengan sedikit kebingungan yang terpancar dalam diri seorang CEO muda berusia 35 tahun ini.

Musuh publik Mark Zuckerberg

Namun Zuckerberg gagal memenuhi harapan para anggota parlemen. Baik insiden “Cambridge Analytical” di tahun 2016 atau mata uang digital Facebook Libra, ia tetap tenang dan terkendali. Seperti setiap barisan kode yang mengeluarkan jawaban.

Sejak memulai Facebook pada usia 20, Zuckerberg dilukiskan sebagai “CEO pengembangan.” Para pengguna telah menyaksikan ekspansi Facebook selangkah demi selangkah. Bagaimana Zuckerberg bertransformasi dari seorang mahasiswa yang introvert. Menikah dan memiliki anak. Menjadi seorang pemuda dengan jas dan sepatu kulit yang dapat dengan mudah menjawab pertanyaan senator.

Sejak usia 19 tahun, banyaknya sisi pahit membuat Zuckerberg lebih dewasa menghadapi berbagai kontroversi.

Pada tahun 2003, Zuckerberg adalah mahasiswa tahun kedua di Harvard. Suatu sore dia mabuk. Dengan alkohol dikepala, ia mendapatkan banyak foto cewek-cewek dari perpustakaan. Membuat situs web bernama Facemash. Para pengunjung dapat memilih “Siapa yang lebih HOT” dari gambar dua gadis yang ditampilkan.

Situs web ini langsung menjadi populer. Puluhan tahun yang lalu, ia dapat memperoleh 450 kunjungan dalam 4 jam. Suatu hal yang tidak mudah. Namun, situs web yang tampaknya diskriminatif ini segera ditutup oleh sekolah. Zuckerberg dituduh “merusak keamanan, melanggar hak cipta dan privasi pribadi” oleh Harvard.

Banyak teman sekelas yang marah. Terutama cewek-cewek yang ditampilkan dan dibandingkan dalam situs web tanpa ijin. Zuckerberg kemudian menulis surat, “Ini bukan  harapan saya. Saya jelas menyadari bagaimana niat saya akan disalahpahami.

Tentu saja, hal-hal yang baik jarang memihak ke arah harapan orang yang otaknya dipenuhi alkohol. Dalam keadilan prosedural dan keadilan hasil, Zuckerberg lebih memilih keadilan kepentingan.

Bahkan walaupun dia meretas situs Harvard, dia masih membuat banyak gadis merasa terhina. Tetapi Zuckerberg berulang kali menekankan bahwa ini bukan niat aslinya. Logika semacam ini juga telah diterapkan pada banyak permintaan maaf untuk Facebook sekarang ini.

Pada tahun 2004, Zuckerberg mendirikan Facebook dengan beberapa teman sekelasnya. Tetapi hanya enam hari kemudian, ia dituntut karena plagiarisme oleh sesama senior  Harvard. Ternyata sebelum meluncurkan Facebook, Zuckerberg telah berjanji dengan seniornya untuk membantu membangun situs web “Harvard Connection”. Tetapi, akhirnya ia mencuri ide ini dan meluncurkan situs yang sama. Pada akhirnya, Zuckerberg harus membayar $300 dolar juta saham Facebook ketika go public nanti.

Film pemenang penghargaan Oscar “Social Network” menunjukkan perselisihan plagiarisme dan bagaimana Zuckerberg mengusir salah satu partner pendiri. Pada saat itu, COO Facebook Shirley Sandberg mengatakan, “Bagaimana Anda bisa memperlakukan seorang anak seperti ini?” saat Itu tahun 2010. Zuckerberg baru berusia 26 tahun.

Aktor utama drama serial “Silicon Valley” adalah seorang programmer yang kaku dan polos.  Karena serangkaian “algoritma kompresinya” telah menarik perhatian investor. Tetapi dia tidak tahu bagaimana menjalankan sebuah perusahaan. Dalam keraguannya, rekannya menganjurkan “Belajarlah menjadi orang brengsek. Jika kamu bukan orang brengsek, perusahaan akan mati.”

Dalam kisah-kisah awal Silicon Valley yang serupa ini, Zuckerberg mau tidak mau harus menjadi “brengsek” di hati banyak orang.

Pada tahun 2018, skandal politik terbesar di AS adalah insiden “Analisis Cambridge”. Seorang wartawan mengungkapkan lebih dari 50 juta informasi pengguna di Facebook bocor. Sebuah perusahaan bernama “Cambridge Analytics” membeli data pengguna selama pemilihan umum AS tahun 2016. Mereka menargetkan para pemilih politik di negara-negara bagian yang masih ragu. Facebook dibayar dan terlibat dalam pemilu AS. Demikian pula, manipulasi Facebook dalam soal politik Brexit.

Pada Juli 2019, setelah keputusan akhir Komisi Perdagangan Federal AS, Facebook didenda $5 miliar dolar. Sama halnya pada akhir Oktober yang lalu, Facebook didenda 500.000 poundsterling oleh Kantor Komisaris Informasi Inggris.

Masalah ini masih jauh dari selesai. Kotak Pandora yang memuat “data pengguna dan privasi” dapat dibuka kembali setiap saat. Ini merupakan masalah yang tidak dapat dihindari di setiap platform.

Pemilu 2020 AS sudah diambang pintu. Para raksasa internet telah menyatakan sikap berbeda terhadap iklan politik. CEO Twitter mengumumkan larangan iklan politik dalam platformnya. Sementara Google memilih jalan tengah. Melarang penggunaan usia audiens, jenis kelamin, dan informasi lokasi untuk iklan politik.

CEO Twitter mengatakan Zuckerberg yang dikenai denda $5 miliar bersikeras “kebebasan berbicara” dan melanjutkan iklan politiknya.

Mark Zuckerberg yang tumbuh dalam kontroversi telah mengembangkan sistem kekebalan tubuh. Walaupun seluruh dunia menentang perilakunya, dia tetap berpegang pada idenya sendiri. Misi memaksakan ini membuat langkahnya semakin jauh. Membuat Dunia menjadi Musuh publik Mark Zuckerberg.

Pada tahun 2007, Zuckerberg menjadi miliarder swadaya termuda di dunia. Pada 2019, kekayaan bersihnya mencapai $ 71,7 miliar Dolar.

Sejak 2012, Zuckerberg terus mengakuisisi para pesaingnya. Hari ini, selain Facebook, ia juga memiliki Messenger, Instagram, Whatsapp dan Oculus. Dengan total 2,8 miliar pengguna. Di antara semuanya, nilai pasar Facebook sendiri adalah $567 miliar. Menurut laporan kuartalan ketiga pada September 2019, pengguna aktif sehari Facebook mencapai 1,62 miliar. Sementara, Pengguna aktif bulanan melampaui 2,45 miliar.

Dalam masalah iklan politik, Zuckerberg melihat dirinya sebagai seorang praktisi yang memberikan dirinya kesempatan untuk melakukan kesalahan. Mungkin apa yang tidak dia sadari adalah pengguna Facebook telah mencapai seperempat populasi dunia. Dimana setiap perilaku kecil apapun akan memicu dampak dan gelombang besar.

Zuckerberg telah berulang kali menekankan bahwa dalam masyarakat demokratis, sebuah perusahaan swasta tidak memiliki hak untuk menyensor politisi atau berita. Suara-suara para kandidat dan kelompok-kelompok propaganda juga perlu didengar. Dia menggunakan senjata RUU untuk menekankan pentingnya kebebasan berbicara.

Zuckerberg hanya ingin menjadi presenter yang objektif dalam Menilai benar dan salah. Namun, keberadaan iklan politiknya sebenarnya menggunakan “uang” membantu pengguna untuk memutuskan benar atau salah.

Sehari setelah CEO Twitter mengatakan larangan iklan politik, Zuckerberg menulis teks panjang. Teks yang lebih dari 1000 kata. Jauh lebih panjang dari setiap artikel Ricky. Zuckerberg menjelaskan bahwa ketegasannya bukan demi uang. Iklan politik hanya menyumbang 0,5% dari pendapatan Facebook. Dia tidak mengharapkan traffic dari iklan ini. Tetapi sekedar untuk kebebasan berbicara.

Namun jika demikian, sekarang muncul masalah baru dari para netizens. Kalau Zuckerberg mendukung kebebasan berbicara, mengapa dia menghapuskan semua akun Pro-Beijing dan hanya memperbolehkan akun pro demokrasi Hongkong dan Barat merajalela.

Semua orang percaya Zuckerberg bukan bekerja demi uang. Kalau tidak, ia pasti telah  menerima akuisisi $75 juta dolar satu dekade yang lalu. Pada waktu itu, Zuckerberg seperti halnya orang muda lainnya di Silicon Valley, bermimpi untuk “membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik”. Menghubungkan orang-orang di seluruh dunia dengan perangkat lunak sosial.

Musuh publik Mark Zuckerberg
Musuh publik Mark Zuckerberg (Sumber: techrepublic)

Sebenarnya Ketika Facebook baru didirikan, mitra Zuckerberg pernah menyarankan model bisnis menggunakan iklan untuk menghasilkan uang. Namun, saat itu dia menentang keras. Dia merasa pengalaman pengguna adalah hal yang paling penting. Diatas segalanya. Iklan hanya akan mengganggu dan bukan cara yang tepat.

10 tahun berlalu. Iklan telah menjadi pendapatan utama Facebook.  Dalam tiga kuartal pertama tahun 2019, 98% pendapatan Facebook berasal dari iklan. Total pendapatan telah mencapai $ 49,6 miliar.

Dengan meningkatnya pendapatan iklan yang pesat, impian Zuckerberg bukan hanya tentang “menghubungkan orang” di seluruh dunia lagi.

Pada tanggal 18 Juni 2019, Facebook secara resmi mengumumkan proyek mata uang digital. Libra. Dan merilis kertas putih yang menyatakan bahwa ia akan meluncurkan cryptocurrency versi pertama pada awal tahun 2020. Perangkat lunak pembayaran seperti Mastercard, Visa, dan PayPal, atau perusahaan internet seperti Booking, eBay, Lyft, dan Uber dimasukkan sebagai anggota pendiri Libra. Namun, banyak diantara mereka telah mengundurkan diri belum lama ini.

Menurut situs web resmi Libra, 31% populasi dunia tidak memiliki rekening bank. 85% transaksi internasional bergantung pada uang tunai. Peluncuran Libra akan mengurangi kemiskinan ekstrem sebesar 22%. (baca: Mata uang digital Facebook )

Zuckerberg ingin membantu kelompok-kelompok rentan membangun akun keuangan dengan mata uang digitalnya. Jika Libra dapat dirilis dengan sukses, Libra akan mempercepat persaingan perdagangan internasional. Dan memecahkan batas garis keuangan antar negara.

Tetapi pemerintah AS dan the FED tidak berpikir demikian. Insiden “Analisis Cambridge” juga telah membuat banyak negara-negara merasa status politik mereka telah terguncang.  Sekarang, mereka harus menghadapi ancaman Facebook terhadap sistem keuangan mereka lagi. Selain tekanan dari AS sendiri, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Belanda semuanya menyatakan penolakan terhadap proyek Libra. Pemerintah Jerman telah mengumumkan bahwa mereka tidak akan membiarkan cryptocurrency Facebook bersaing dengan mata uang fiat.

Pada 24 Oktober, Zuckerberg menghadiri sidang AS lagi untuk proyek Libra. Menghadapi pertanyaan dari anggota parlemen, ia mengatakan bahwa infrastruktur keuangan China berkembang pesat. Jika Amerika Serikat tidak berinovasi, kepemimpinan keuangan AS tidak akan terjamin. Cryptocurrency Libra sebagian besar menggunakan dolar AS. Yang menurutnya akan mempertahankan Hegemoni dan dominasi ekonomi AS di pasar global. Namun, sekitar 90% fungsi mata uang digital Facebook overlap dengan Dolar. Artinya, Libra akan menggantikan kedudukan Dolar AS sebagai mata uang dunia. Dan, tentu saja hal ini tidak akan diijinkan oleh The Fed sebagai pencetak mata uang dunia.

Merasa terancam oleh WeChat Pay dan Alipay, Zuckerberg ingin menyalip dan menggunakan inovasi Libra dengan teknologi blockchain sebagai pemimpin dalam sistem pembayaran Global.

Pada 12 November 2019, Facebook meluncurkan alat pembayarannya sendiri, Facebook Pay. Zuckerberg mulai memasuki pasar e-commerce menyaingi Alipay.

Setiap kali anggota parlemen dan wartawan tak berdaya dengan muka robot Zuckerberg, mereka mulai memainkan kartu lain. Dia sering ditanya, “Bagaimana Anda ingin generasi masa depan mengingat Anda?” Implikasinya adalah supaya Zuckerberg kurang melakukan hal-hal yang tidak etis.

Anggota parlemen dan wartawan yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini mungkin tidak menyadari bahwa dia baru berusia 35 tahun.  

Just like grandma says musuh publik Mark Zuckerberg, Di dalam hidupnya saat ini masih sedang berpikir tentang bagaimana mengubah dunia. Zuckerberg tidak perlu berpikir “bagaimana harus diingat di masa depan.” Ini seharusnya menjadi masalah bagi pengusaha di atas 65 tahun keatas. Memikirkan seiring berjalannya waktu yang semakin berkurang, kapan hidup mereka akan berakhir dan takut dilupakan. Bukannya, Zuckerberg yang masih penuh dengan ambisi mengubah dunia. Baik yang bermoralitas atau sebaliknya.

Advertisements
Categories: Musuh publik Mark Zuckerberg Facebook

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: