Nadiem Makarim dan pembangunan SDM Indonesia

Nadiem Makarim dan pembangunan SDM Indonesia bertujuan membangun manusia Indonesia yang unggul, produktif dan mampu bersaing di arena global. Pendidikan menjadi Salah satu sektor pusat perhatian yang harus direformasi. Karena manusia adalah kunci keberhasilan. Kunci dari segalanya.

Sejak 2500 tahun yang lalu Pakar Militer Tiongkok Kuno dan penulis “The Art of War” Sun Tzu telah menekankan pentingnya SDM. Apakah itu negara, tentara, atau perusahaan, komponen paling mendasar adalah manusia. Manusia adalah fondasi negara. Persaingan global saat ini adalah persaingan kualitas otak antar negara. Kecerdasan SDM menentukan arah perang secara umum. Kekuatan SDM menentukan hasil akhir peperangan. Bisa dibayangkan betapa pentingnya Nadiem Makarim dan pembangunan SDM Indonesia di masa mendatang.

Nadiem Makarim dan pembangunan SDM Indonesia

“Politik amatir” adalah fenomena yang sering terlihat dalam berita internasional beberapa tahun terakhir. Artinya, mereka yang tidak memiliki latar belakang politik sama sekali dan tiba-tiba menjadi pejabat tinggi pemerintah atau kepala negara.

Misalnya, teman kita yang paling akrab Presiden AS Donald Trump. Beliau adalah seorang pengusaha sebelum menjadi presiden. Trump tidak memiliki pengalaman politik apapun. Demikian pula halnya, Pada bulan Maret tahun ini. Hasil pemilihan presiden Ukraina bahkan lebih mengejutkan. Presiden baru, Volodymyr Zelensky adalah seorang komedian yang pernah memainkan karakter presiden dalam serial TV lokal, kini menjadi presiden nyata Ukraina.

Demikian juga, menteri pendidikan baru kita, Nadiem Makarim. Pendiri perusahaan internet Raksasa Indonesia Go-Jek.

Nadiem baru berusia 35 tahun ini. Tidak pernah memiliki pengalaman dalam politik atau pendidikan. Setelah lulus dari Harvard Business School, semua pengalaman kerjanya terkait dengan bisnis, manajemen, kewirausahaan dan produk. Dia mendirikan Go-Jek pada 2010. Perusahaan ini sedikit mirip dengan Meituan China. Super App atau Aplikasi super yang melayani ojek online, taksi online, pesan antar makanan, kirim barang, belanja & pembayaran.

Mengapa Presiden Jokowi menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan kebudayaan?  

Sebagai orang Indonesia, saya yakin ini sebenarnya mencerminkan kebijaksanaan dan ambisi Presiden Indonesia Bapak Jokowi untuk mengembangkan industri teknologi dan industri teknologi informasi. Indonesia harus menggunakan kesempatan ini untuk menjadi pasar inovasi teknologi terbesar di Asia Tenggara.

Indonesia adalah perekonomian yang tumbuh cepat di antara negara-negara Asia Tenggara. Menurut pengamatan di China dalam 2 dekade terakhir, Ricky yakin jika situasi politik stabil dan Presiden Jokowi dengan Tim Elitenya terus mengembangkan ekonomi, Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar keenam di dunia pada tahun 2023.

Keuntungan terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah harus memanfaatkan dengan baik bonus demografis kita. Negara kita adalah negara terpadat keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika Serikat. Indonesia memiliki populasi 260 juta, menduduki 40% dari seluruh populasi Asia Tenggara.

Indonesia tidak hanya memiliki jumlah penduduk yang besar, tetapi laju pertumbuhan penduduk kita juga cukup menakjubkan. Sebagai contohnya, Jakarta. Kini memiliki populasi 30 juta di Jabodetabek. Menurut perkiraan, jumlah ini akan mencapai 35,6 juta dalam 10 tahun ke depan.  

Apa artinya?

Jakarta dapat bersaing dengan Tokyo atau Shanghai maupun Chong Qing sebagai kota terbesar di dunia. Sekarang pertanyaannya, dengan bonus demografis ini bagaimana kita dapat memanfaatkan sepenuhnya?

Pada awalnya, Ricky berpikir mungkin Indonesia dapat belajar dari China. Yakni  mengembangkan industri manufaktur atau pengolahan karena basis penduduk yang besar. Atau biaya tenaga kerja yang relatif murah. Namun, Untuk negara lain jalan ini mungkin merupakan pilihan yang baik. Tetapi bagi kita, hampir merupakan “Mission Impossible”.

Alasannya?

China adalah negara Daratan. Kendala geografis negara kita adalah tantangan terbesar. Dikenal sebagai “Negara ribuan pulau” yang terdiri dari 17.000 pulau. Pulau besar dan kecil.  Indonesia terfragmentasi secara geografis. Masing-masing pulau tidak berdekatan satu sama lain. Sehingga, biaya transportasi bahan baku industri sangat tinggi. Ditambah dengan cakupan hutan yang padat, kurang banyak tempat yang cocok untuk kehidupan. Apalagi pengembangan industri.

Karena itu, tidak mudah bagi Indonesia untuk mengikuti jalur pengembangan industri.

Namun, dalam dua tahun terakhir, industri internet kita telah berkembang pesat. Industri Internet Indonesia sudah menjadi favorit modal global US China. Pada 2018, porsi Indonesia mencapai 75% seluruh investasi Asia Tenggara. Selain itu, kita juga telah menghasilkan beberapa unicorn termasuk Go-Jek, Super App yang didirikan oleh Nadiem Makarim. Yang telah memiliki penilaian lebih dari 10 miliar dolar AS.

Pada Juli 2017, Tencent menginvestasikan USD 150 juta ke Gojek. Sebulan kemudian, JD.com mengumumkan investasi hampir $100 juta di Gojek juga. Setahun kemudian, kedua perusahaan raksasa melakukan investasi tambahan. Belum lama ini, media juga mengumumkan bahwa Gojek mungkin mendapatkan investasi dari Amazon.

Kedengarannya perkembangan ekonomi Indonesia telah menemukan mesin penggerak yang kuat. Hasilnya cukup memuaskan sekarang. Apakah masa depan ekonomi Indonesia benar-benar mengandalkan industri Internet?

Jika negara kita ingin giat mengembangkan industri Internet, kita harus menyelesaikan ia hambatan Utama kita.Kualitas talenta kita. Itulah Nadiem Makarim dan pembangunan SDM Indonesia.

Menurut Badan Pusat Statistik, hanya 40% orang di pasar kerja yang memiliki pendidikan sekolah dasar. Diantaranya, hanya 9% dengan ijazah perguruan tinggi. Kualitas pendidikan di Indonesia adalah yang terendah di dunia. Lebih rendah dari Meksiko, Kolombia dan Thailand.

Rendahnya kualitas tenaga kerja tentu saja mempengaruhi perkembangan industri Internet. Bank Dunia memperkirakan antara 2015 dan 2030, Indonesia akan kekurangan 9 juta tenaga kerja di industri informasi. Kesenjangan bakat di industri teknologi, media dan telekomunikasi juga akan mencapai 600.000 hingga 1,2 juta.

Bisakah talenta kita mengisi kekosongan ini?  

Jawabannya adalah tidak.

Menurut Institut Informasi dan Komputasi Pendidikan Tinggi Indonesia, hanya ada 40.000 hingga 50.000 lulusan jurusan informasi dan komputer di Indonesia setiap tahunnya. Dibandingkan dengan kesenjangan besar dalam industri, jumlah ini hanya dapat diabaikkan.

Jangankan pengembangan di masa depan, pasokan bakat Indonesia masih belum dapat memenuhi permintaan saat ini. Data di LinkedIn menunjukkan, 5 pekerjaan teknis paling populer di pasar Indonesia telah kosong selama lebih dari setahun.

Sehingga, banyak perusahaan multinasional yang memasuki pasar Indonesia tidak dapat merekrut orang lokal. Hanya dapat mendirikan kantor di Indonesia. Tetapi meng-outsourcing-kan bisnis utama mereka. Banyak perusahaan inovatif lokal kita telah mendirikan pangkalan R & D di Singapura. Merekrut talenta Singapura untuk melakukan bisnis produk, teknologi, dan data. Kondisi harus segera diubah. Kalau tidak, Indonesia selamanya tidak akan pernah maju.

Nadiem Makarim dan pembangunan SDM Indonesia
Nadiem Makarim dan pembangunan SDM Indonesia

Kualitas bakat atau SDM telah menjadi Rintangan bagi perkembangan Indonesia di masa depan. Jika kita tidak mengubah kondisi sumber daya manusianya, Indonesia akan selalu bergantung pada talenta asing dan modal asing. Tidak bisa menjadi Tuan Rumah di negara sendiri.

Itulah sebabnya, Presiden Jokowi melihat fenomena ini. Beliau mengambil tindakan reformasi drastis dalam pendidikan. Salah satu langkahnya adalah menginvestasikan 20% dari pendapatan fiskal kedalam pendidikan. Langkah lain, menjadikan CEO Gojek Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan kebudayaan. Pada 23 Oktober tahun ini, Nadiem resmi menjabat sebagai Mendikbud.

Gagasan Presiden Jokowi sangat bagus. Tetapi menunjuk “amatir politik” menjadi Menteri Pendidikan apakah benar dapat memperbaiki pendidikan Indonesia yang sudah lama cacat?

Nadiem baru saja menduduki jabatan ini. Sulit untuk berkomentar apakah Nadiem Makarim dan pembangunan SDM Indonesia bakal berhasil. Tetapi, satu hal sudah pasti. Nadiem adalah seorang yang telah memikirkan pendidikan Indonesia secara mendalam. Kita perlu kasih dia waktu.

Pada tahun 2017, Nadiem pernah memberikan pidato di sebuah acara Kementerian Keuangan. Dalam pidatonya, ia menyarankan agar Indonesia membuat program, statistik dan psikologi wajib untuk sekolah menengah dan universitas. Inilah sebenarnya  kesenjangan bakat di industri Internet kita. Dan Nadiem telah melihat masalah sesungguhnya.

Nadiem muncul di DPR satu bulan setelah pelantikan dan menjelaskan filosofi perencanaannya. Diantaranya, termasuk memperkuat pendidikan untuk pemikiran kritis. Meningkatkan birokrasi dalam sistem pendidikan Indonesia. Mengajak pemerintah dan perusahaan swasta menjalankan pendidikan bersama.  

Kita bisa melihat Nadiem memiliki visi besar untuk pendidikan Indonesia. Ricky akan terus memperhatikan seberapa efektif implementasi pendidikan Indonesia di masa depan.

Sebenarnya, tidak hanya Indonesia atau Asia Tenggara. Tetapi juga Amerika Serikat maupun China. Semakin banyak perusahaan teknologi mulai meningkatkan kualitas talenta mereka. Sebagai contoh, Amazon berjanji untuk menginvestasikan $700 juta untuk melatih 100.000 karyawan. Atau, di seberang Lautan Pasifik Amerika, Meituan China baru-baru ini mendirikan Universitas Meituan untuk memberikan pelatihan kepada para praktisi di industri katering, takeaway, dan kecantikan. Langkah-langkah ini pada dasarnya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menciptakan potensi pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Just like grandma says, investasi yang paling berharga adalah selalu investasi pada manusia.

Advertisements

2 thoughts on “Nadiem Makarim dan pembangunan SDM Indonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: