Nasib Ekonomi kedua Dunia

Nasib Ekonomi kedua Dunia dalam 100 tahun terakhir agak menyedihkan. Ketika perekonomian suatu negara mendekati 60% Pendapatan Domestik Bruto Amerika, AS akan berupaya segala cara untuk menjatuhkan pertumbuhan pesaingnya. Saat ini, Amerika Serikat adalah satu-satunya hegemoni di dunia. Hegemoni mereka dibangun di atas empat pilar, teknologi tinggi, militer yang kuat, hegemoni dolar, dan budaya soft power Hollywood.

Merekrut orang-orang paling cerdas di dunia untuk penelitian industri teknologi tinggi merupakan salah satu cara Amerika menguasai dunia. Meskipun dalam beberapa dekade terakhir, Amerika telah meninggalkan banyak sektor industri namun, yang tertinggal adalah industri berprofit tinggi.

Nasib Ekonomi kedua Dunia

Amerika dapat memproduksi peralatan militer terbaik dan tentu saja, dengan fondasi keuangan yang sangat bagus. Pengeluaran militer AS tahun lalu sebesar 716,9 miliar dolar. Setara dengan jumlah total pengeluaran Ekonomi Dunia ke-2 hingga ke-15. Bayangkan, betapa besarnya.

Pada dasarnya, militer AS yang menginvasi atau memerangi negara lain. Bukannya, negara lain yang berperang dengannya. Kecuali negara tersebut tidak ingin hidup lagi, baru kemudian berubah menjadi teroris. Negara yang ingin hidup normal tidak akan pernah berpikir untuk memerangi Amerika.

Melalui hegemoni dolar, para Golongan elit Amerika berupaya mewujudkan cita-cita  pertamanya, yaitu mengubah Harta kekayaan Dunia menjadi harta kekayaan mereka. Dengan Ambang pintu modal yang sangat murah, Amerika memulai siklus yang positif. Mereka berinvestasi dalam pendidikan tinggi, berinvestasi dalam penelitian sains dan teknologi dan kemudian berinvestasi di Hollywood. Film-film Hollywood memang sangat menakjubkan. Dunia mulai menerima dan terpengaruh dengan nilai-nilai ideologinya. Alhasilnya, para Golongan Elit Amerika mulai Mencapai cita-cita keduanya: mengubah pandangan dan cara berpikir Amerika Serikat menjadi cara berpikir dunia.

Perkembangan dunia saat ini relatif kurang stabil. Untuk menjaga kestabilan suatu negara diperlukan kondisi seperti, Politik harus memiliki prasyarat, ekonomi harus memiliki fondasi kuat, termasuk kecanggihan dalam sains dan teknologi maupun militer.

Pola masa depan dunia berupa Dua Superpower dengan beberapa kekuatan Dunia. Dua Superpower itu adalah China dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, hubungan Tiongkok-AS adalah hubungan internasional paling penting di abad ke-21. Hubungan yang menentukan nasib umat manusia.

Karena rekonsiliasi atau hubungan harmoni China dan Amerika Serikat, kawasan Asia telah menjadi tempat paling menarik bagi modal internasional sejak tahun 1970. Misalnya, kebangkitan empat naga kecil (Korsel, Singapura, Hongkong dan Taiwan) pada tahun 1970-an. Ini sebenarnya hasil dari hubungan harmoni Tiongkok-AS.

Tapi sekarang hubungan Tiongkok-AS memasuki Era baru. Seperti kutipan Mantan Sekretaris Negara Amerika Henry Kissinger, hubungan Tiongkok-AS tidak dapat lagi dipulihkan. Hubungan Tiongkok-AS di masa depan akan didominasi oleh kompetisi. Atau lebih tepatnya, 70% persaingan dan 30% kerjasama. Dulu, Orang China memang lebih miskin. Jadi, kalau dirugikan cuma bisa menerima kenyataan. Namun, China hari ini penuh kepercayaan diri. Jadi, mulai memiliki temperamen yang “unik”.

Amerika Serikat mulai mendefinisikan ulang posisi China. Amerika sebelumnya  memposisikan China sebagai mitra dengan banyak kekurangan. Namun, sekarang diposisikan sebagai Pesaing utama. Ini mungkin hal yang benar-benar merepotkan bagi Tiongkok. Masalah mendasarnya adalah Amerika Serikat tidak bisa menerima kebangkitan kekuatan China. Secara rasional maupun emosional tidak dapat menerima kenyataan ini.

Secara spesifiknya, Amerika memiliki tiga perspektif tidak dapat menerima China. Pertama, rasisme. Kedua, agama. Ketiga adalah ideologi. Artinya, Amerika tidak menganggap kebangkitan China sebagai suatu peluang, melainkan sebagai kompetitor.

Amerika Serikat adalah “Pakar khusus menjatuhkan Negara Ekonomi kedua dunia.” Pada tahun 1894, Amerika Serikat mulai menjadi Negara Nomor Satu di dunia menggantikan Inggris. Setelah kenaikan statusnya, Amerika menciptakan krisis Venezuela. Pada tahun 1895, Inggris terpaksa menarik diri dari Amerika Latin. Inggris ibarat Ayahnya Amerika. Sama-sama suku Anglo-Saxon orang kulit putih dengan budaya yang sama. Amerika tidak mengenal apa itu kerabat famili. Ayah sendiri juga dijatuhkan. Itulah wajah asli Amerika.

Sesudah mengatasi Inggris, kemudian Amerika mulai berfokus menjatuhkan Negara Ekonomi kedua lainnya seperti Jerman, Uni Soviet, Jepang, dan Uni Eropa. Lima Negara Ekonomi kedua terbesar dunia semuanya dijatuhkan satu-persatu. Itulah, nasib Ekonomi kedua Dunia. Dan, sekarang China adalah target ke enam.

Seperti biasanya, Amerika Serikat akan menciptakan banyak berita negatif tentang China. Karena Mereka memiliki lebih dari 80% media terpopuler di dunia. Amerika mentargetkan, dan memanipulasi opini publik Hong Kong termasuk virus Corona di Wuhan saat ini. Tujuannya, untuk membuat berita palsu yang bersifat provokasi dan menjelekkan. Akibatnya, banyak anak muda Hongkong yang tertipu. Diantaranya, pemuda-pemuda dari Universitas Hong Kong. Itulah, salah satu kegagalan pendidikan Universitas di Hong Kong.

Nasib Ekonomi kedua Dunia
Nasib Ekonomi kedua Dunia (Image: FT)

Tantangan utama bagi China adalah mengatur Rumah Tangga domestik China dengan baik. Selama tidak ada insiden besar, mungkin dalam satu dekade mendatang, China pada umumnya dapat mewujudkan Kebangkitan nasionalnya.

Atau paling cepat, dalam waktu 5-6 tahun mendatang PDB nominal Tiongkok akan melampaui Amerika Serikat. Sekitar tahun 2025, menggantikan Amerika menjadi Negara Ekonomi Nomor Satu Dunia. Diperkirakan juga, memasuki akhir dekade ini, PDB nominal Tiongkok sekitar 130% dari Amerika Serikat. Sepuluh tahun kemudian, PDB Manufaktur Tiongkok mencapai 300% dari AS.

Manufaktur adalah fondasi kekuatan nasional suatu negara di Era Peradaban Industri. Artinya, Barang Siapa yang menguasai manufaktur modern, Dia dapat mengendalikan nasib sendiri.

Manufaktur modern bukanlah sesuatu yang dapat dikuasai dengan mudah oleh setiap negara. Hanya 20 dari 200 negara di dunia yang bisa mendominasinya.

Lima Negara Nasib Ekonomi kedua Dunia yang pernah dijatuhkan Amerika Serikat memiliki kelemahan yang sama. Ketika masa jaya mereka, total Manufaktur produksi mereka tidak sebanding Amerika Serikat. Misalnya, Inggris tidak mencapai 70% manufaktur Amerika, termasuk Uni Eropa atau Jepang.

Jumlah total Manufaktur China telah melampaui Amerika Serikat pada tahun 2010. Pada tahun 2016, melampaui jumlah total Amerika Serikat dan Jepang. Bahkan, pada tahun 2018 melampaui jumlah total Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman. Dan masih terus berkembang sampai saat ini.

Tahun lalu, tingkat pertumbuhan manufaktur China hanya 6,9%. Diklaim sebagai pertumbuhan terendah dalam 15 tahun terakhir. Namun, bila dibandingkan dengan Tiga bersaudara Amerika Serikat, Jerman dan Jepang, pertumbuhan mereka hanya berkisar  0,4%.

Just like grandma say, PDB Manufaktur Tiongkok akan mencapai setengah dari manufaktur dunia. Sepuluh tahun kemudian, bila ditinjau dari “perspektif manufaktur Modern”, mungkin hanya ada dua negara di planet ini. Pertama, negara yang bernama China. Kedua, namanya Negara Asing.

Diperkirakan Nantinya, kekuatan militer China di Lautan Pasifik Barat akan memiliki keunggulan yang luar biasa. Total output Sains dan Teknologi China akan sedikit melampuai Amerika Serikat. Film-film berteknologi tinggi Tiongkok seperti “wandering the earth” bisa ditemui dimana-mana.

Advertisements

1 thought on “Nasib Ekonomi kedua Dunia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: