Advertisements

New Superpower

Oleh: Ricky Suwarno

Summary:

“Mengapa Anda harus mendikte apa yang harus dilakukan oleh China?” begitu pertanyaan dan komen salah satu Diplomat Senior Indonesia kepada beberapa Senior pejabat AS beberapa saat yang lalu. China adalah salah satu negara dengan peradaban paling tua di dunia (Most Civilized). China mempunyai sejarah 5000 tahun. Dimana kalian (AS yang baru berumur 300 tahun) pada saat China menjadi Superpower dunia di masa lalu? Janganlah mendikte China, karena mereka selalu tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat Dunia ini lebih indah dan harmoni.

Pakar Jerman:

China akan melampaui AS adalah hal yang tak bisa terhindarkan. Dimasa depan, China akan tumbuh menjadi kekuatan Nomor Satu Dunia yang jauh lebih besar dari AS.

Baru-baru ini, majalah Mingguan “Fokus” Jerman mengatakan “China memiliki beberapa tuas atau leverage untuk menangani Amerika Serikat”. China akan menjadi kekuatan nomor satu di dunia di masa depan. Eropa harus melakukan perencanaan yang paling menguntungkan saat ini. Jangan salah mengikuti langkah AS, sehingga menyebabkan Eropa ketinggalan dan kehilangan masa depan yang cemerlang.

Walaupun, ada sekelompok orang memperingatkan bahwa kebangkitan China adalah gelembung terbesar dalam sejarah. Pakar Jerman yang yang khusus mempelajari pengembangan China, Frank Zelin mengingatkan Perang Dagang AS-China, Bagaimana China akan naik menjadi kekuatan Utama di dunia, dan mengapa Eropa tidak boleh meremehkan China.

Menurut Frank Zelin, China telah melampaui Amerika Serikat dalam beberapa hal. Seperti daya beli. Dari 1.4Miliar total penduduk China, lebih dari 1% penduduk paling tidak memiliki kekayaan Net lebih dari 2 Juta dolar. Jauh lebih besar dari AS. Disamping itu, ada Satu miliar orang China belum pernah naik pesawat. China masih memiliki banyak ruang untuk pengembangan. Pertanyaan yang sangat menarik adalah: Bagaimana dunia akan berubah oleh karenanya?

Tumbuhnya Cina akan memiliki dampak besar pada dunia Barat. Dan 500 tahun hegemoni Barat akan segera berakhir. Sejak Columbus secara tidak sengaja menemukan Amerika, Barat telah merumuskan aturan permainan dunia. Sekarang, abad keseimbangan global telah dimulai. Orang-orang Tiongkok tidak ingin menaklukkan kita. Mereka hanya ingin kembali kemasa kejayaannya dulu. Negara Adidaya dengan Hak Bersuara. Speaking Power.

Merupakan hal yang sangat alami bagi China untuk mencapai jalan menuju the Great China. Kembali ke posisi semula sebagai Negara Adidaya Dunia. Great China bukan hanya untuk kepentingan rakyat Tiongkok. Ia juga melambangkan kemajuan luar biasa umat manusia.

Negara-negara Barat begitu takut dengan kebangkitan Tiongkok adalah selain terlepas dari alasan historis masa lalu, Orang Barat lebih khawatir Cina akan sepenuhnya mengubah tatanan dunia yang telah ada. Yang hanya menguntungkan kepentingan Barat sendiri. China melambangkan suara Timur, dan berusaha membawa dan menyeimbangkan kepentingan dua pihak.

Jia kita melihat ke belakang pada sejarah panjang Tiongkok, Jika Tiongkok memiliki pemikiran imperialis (menjajah) seperti negara-negara Barat, dan memperluas koloni di seluruh dunia, maka Australia sekarang seharusnya telah menjadi milik China. Tetapi, China tidak menjajah. Buktinya, sekarang Australia (negara Buronan) adalah milik negara Barat.

Memperluas wilayah, dan menaklukkan dunia bukanlah tradisi peradaban Tiongkok. Sejarah panjang Tiongkok sudah cukup untuk meyakinkan negara-negara lain di dunia. Ketika Cina menjadi kekuatan dunia, dia tidak akan menjajah negara manapun. Dan tidak akan mengulangi apa yang dilakukan negara-negara Barat ketika hak-hak mereka ditumbangkan.

Hari ini, Trump mengambil risiko menunjukkan siapa sebenarnya kekuatan nomor satu dunia. Frank Zelin percaya bahwa pembatasan ekspor teknologi China tidak akan menunda kemajuan teknologi China. Sebaliknya, merangsang dan mempercepat investasi pengembangan China dalam sains dan teknologi. Membuat kemajuan teknologi China akan lebih cepat.

Misalnya, tahun 2003. China berencana untuk membeli superkomputer dari AS. Tetapi Amerika Serikat menolak permintaan China karena alasan keamanan nasional. Buktinya, Cina harus mengembangkan dan memproduksi sendiri. Pada akhirnya, “Tianhe No. 2” China memecahkan rekor dunia pada tahun 2013. Dan menjadi superkomputer tercepat sampai saat ini.

Serangkaian tindakan Trump mengingatkan dunia pada masa lalu. Trump tidak melakukan hal-hal yang bisa berkelanjutan. Sekarang Eropa meremehkan kekuatan Cina. Dan sebaliknya, justru melebih-lebihkan kekuatan Amerika Serikat.

Amerika Serikat telah menjadi semakin lemah. Dan semakin lemah. Dan semakin tidak bisa dipercaya. Dalam beberapa dekade terakhir, hubungan antara Eropa dan Cina sangat jelas. Eropa memiliki teknologi dan Cina memiliki pasar yang besar. Ini adalah hubungan yang saling menguntungkan.

Tetapi sekarang Cina juga memiliki kekuatan teknologi sendiri. Dan tentu saja pasar sendiri. Perubahan-perubahan halus ini akan diperbesar sampai tak terhingga dalam waktu dekat. Eropa mengalami kerugian telah melewatkan perubahan-perubahan ini. Dan bila terus mengikuti arah yang salah dari AS, Eropa akan kehilangan masa depannya. Eropa harus belajar beradaptasi dan mendekatkan diri ke China.

Just like grandma says, Meskipun Amerika Serikat masih merupakan ekonomi terbesar di dunia saat ini, Namun, model pembangunan Amerika Serikat tidak bisa berkelanjutan. Pembangunan yang cepat dari Amerika Serikat adalah untuk mengkonsolidasikan dan memperkuat hegemoni global AS. Dan sayangnya, masyarakat dunia tidak memperoleh peluang atau keuntungan apapun.

“Harapan dunia di masa depan berada di Tiongkok.” kata Frank Zelin.

“One Belt, One Road” China menghubungkan setiap sudut dunia. Dalam perkembangan seluruh umat manusia, Tiongkok membimbing dunia menuju situasi hidup berdampingan secara damai. Saling menguntungkan dan kemakmuran bersama.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, New SuperpowerTags: , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: