Orangtua dan robotnya

Oleh: Ricky Suwarno

21 February 2019

Menjadi tua adalah masalah sosial yang harus dihadapi setiap orang. Dan banyak Negara di masa depan. Orang tua yang sudah pensiun mungkin akan merasa kesepian. Ketika harus menghabiskan banyak waktu tanpa teman seperti di masa mudanya.

Jaman now, Orangtua memiliki hubungan erat dengan robot. Sehingga, teman pendamping robot telah hadir. Demi mencegah para orangtua merasa kesepian. Robot ini bukan saja mendampingi, tetapi juga bisa mengerti sifat dan karakteristik si orangtua. Membantu pemiliknya menggunakan facebook. Bisa diajak bicara. Video chat. Bahkan robot yang bisa memantau kesehatan orangtua. Dan lingkungan disekitar rumahnya. Semua ini berkat bantuan artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

Semua aktivitas diatas dapat dilakukan, didasarkan pada apa yang dipelajari robot ini. Atau singkatnya, semakin akurat saran dan rekomendasi data yang dimasukkan ke robot, semakin robot ini bisa mengerti dan melayani orangtua.

Perubahan teknologi memang membutuhkan waktu. Yang lama juga. Tetapi permintaan akan penemuan kecil dalam masyarakat yang menua tumbuh dengan pesat. Sebagai contoh, permintaan terhadap robot pengangkat barang meningkat 8% di panti jompo jepang. Dan untuk membantu pekerjaan perawatan dari dokter atau suster. Atau, anjing robot baru Sony Aibo. Yang terjual 11ribu unit dalam tiga bulan sejak diluncurkan.

Gill Pratt, seorang pakar robotika. Memperkirakan dalam jangka 6 tahun, sepertiga dari perusahaan robotika akan membuat robot yang berorientasi layanan.

Menurut studi bersama Institut Teknologi Massachusetts, dan Universitas Boston tentang studi antara tahun 1993 sampai 2014. Bahwa Negara dengan investasi robot terbesar adalah Negara dengan proses penuaan tercepat. Atau istilahnya, orangtua yang semakin banyak Seperti jepang.

Studi dari jerman juga menunjukkan, jika pertumbuhan populasi menurun 1%, kepadatan populasi yang diisi oleh robot akan meningkat 2%. Penuaan sendiri menciptakan permintaan otomatis dalam dua peluang. Menurunnya tenaga kerja pasar akibat penuaan. Dan kebutuhan perawatan untuk orangtua sendiri.

Menurut Daron Acemoglu, professor dari MIT juga memprediksi China akan menginstall lebih dari 2 juta robot pelayan pada tahun 2040. Dimana, menurut statistik PBB, populasi usia kerja China, dari usia 20-64, akan berkurang 124juta. Sekitar 13% dari total populasinya.

Saat ini, kebanyakan pasar robot di dominasi oleh robot industry. Robot yang bekerja di pabrik mobil. Atau manufaktur. Atau e-commerce raksasa seperti alibaba dan amazon. Pada tahun 2017, penjualan robot industry mencapai 48 milyar dollar. Sekitar tujuh kali lipat dari robot layanan. Seperti yang disebut diatas, melayani dan merawat orang tua.

Berdasarkan statistik Federasi robot internasional di tahun 2018, penjualan robot layanan sekitar 20 ribu unit. Cuma 5% dari penjualan robot industry.

Jadi para bidan, perawat dan suster-suster atau mbak-mbak. Jangan kuatir kalau pekerjaan kalian akan digantikan dalam waktu dekat yah. Jepang, sebagai Negara dengan orang tua terbanyak, menekankan robot untuk saat ini hanya dapat memberikan bantuan dalam pemantauan. Atau aspek lainnya yang membantu menghemat waktu dan tenaga. Tetapi masih belum bisa menggantikan manusia secara total.

Just like grandma says, penuaan memang membutuhkan revolusi robot. Suatu proses yang lamban. Yang akan datang perlahan.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesiaTags: , , , , , , , , , , ,

7 thoughts on “Orangtua dan robotnya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: