Panduan hidup di Era Cerdas

Panduan hidup di Era Cerdas dimulai dari peningkatan pemikiran komputasi, atau lebih tepatnya menerapkan metodologi pemikiran komputasi (computational Thinking). Misalnya, Pada tahun 2016 , sebelum proyek Google, AlphaGo mengalahkan Pecatur Go nomor satu dunia bernama Lee Sedol, semua orang Tiongkok memanggil proyek Google dengan nama “AlphaGo”. Tetapi, kemudian orang-orang mulai memanggilnya “Guru Alpha”. Perubahan ini hanya membutuhkan waktu beberapa bulan.

Setelah menyaksikan kehebatan kecerdasan mesin AlphaGo, semua orang mulai panik. Termasuk ilmuwan besar seperti Stephen Hawking juga tidak terkecuali. Ini namanya “kepanikan di Abad 21”.

Hal ini kurang lebih sama dengan kepanikan penduduk asli Filipina ketika mereka melihat Navigator dan penjelajah Portugis bernama Ferdinand Magellan, yang memegang senjata dan meriam saat itu. Namun, akhirnya orang-orang pribumi tersebut menyadari bahwa Ferdinand Magellan juga seperti mereka, seorang lelaki, bukan dewa yang juga dapat mati. Perbedaan Utama hanyalah, Magellan membawa senjata dan meriam di tangannya.

Panduan hidup di Era Cerdas

Abad 21 akan menjadi Era “Senjata dan Meriam” versus “Pedang dan Tombak”. Dalam sepuluh tahun terakhir, industri tradisional telah dikalahkan oleh industri yang telah mengalami transformasi IT. Sebelum krisis keuangan di tahun 2008 yang bermula di AS, satu-satunya perusahaan dalam Top 10 kapitalisasi pasar dunia adalah Microsoft yang berbasis sebagai perusahaan IT. Sepuluh tahun kemudian, enam dari Top 10 perusahaan teratas berdasarkan nilai pasar Global adalah perusahaan IT.

Tetapi di sisi lain, beberapa orang paling sukses di dunia yang mendapat manfaat dari perubahan era ini adalah desain arsitektur sistem pembelajaran AlphaGo bernama Jeff Dean, Mark Zuckerberg, termasuk Jack Ma.

Apa yang membuat mereka berbeda dari orang biasa?

Jawabannya, karena mereka memegang senjata dan meriam, sementara orang-orang biasa menggunakan pedang dan tombak.

Senjata di sini bukan komputer, melainkan cara berpikir. Menerapkan cara berpikir ini dalam pekerjaan dan kehidupan kita. Cara berpikir yang beradaptasi dengan komputer, yang sama sekali berbeda dari naluri manusia.

Umpamanya, permainan catur Go. Dari sudut pandang manusia, Catur Go adalah suatu catur dan budaya. Tetapi dari perspektif komputer, catur Go adalah masalah matematika. 

Alasan kita menyebutnya catur dan budaya, karena manusia terlalu ” bodoh ” untuk dapat menghitung masalah ini. Tentu saja, komputer juga tidak dapat berpikir selayaknya. Orang-orang di belakangnyalah yang membantu mereka berpikir.

Ketika Berbicara tentang tim AlphaGo, tim ini masih mempertahankan banyak pemikiran orang awam pada awalnya. Misalnya ketika belajar catur Go, mereka masih menggunakan Rekor permainan Pemenang nomor satu manusia. Tetapi akhirnya mereka menemukan bahwa catatan catur manusia akan menyesatkan komputer. Setelah mereka menggunakan versi upgrade AlphaGo Zero, hasilnya justru jauh lebih hebat dari AlphaGo sendiri.

Misalnya lagi, sekitar 20 tahun yang lalu ketika Google hanya memiliki 100 orang insinyur. Pada saat itu, mereka sudah mendominasi 70% dari total traffic searching engine dunia.  Dibandingkan dengan pesaing mereka Yahoo yang memiliki hampir dua kali lipat jumlah insinyur.

Jadi bagaimana Google menciptakan keajaiban ini ? 

Jelas, itu bukan karena kerja keras ataupun kecerdasan mereka jauh di atas pesaingnya, tetapi metode Google berbeda dari yang lain.

Pada dasarnya, kebanyakan orang menganggap masalah pencarian di setiap bahasa yang berbeda sebagai suatu masalah yang terpisah. Karena masing-masing bahasa memiliki bentuk yang berbeda. Pesaingnya Yahoo memulai dari bahasa yang paling mereka pahami. Menyelesaikan Satu bahasa disusul bahasa yang lainnya. Mengerjakan pencarian bahasa yang berbeda satu persatu.

Sebaliknya, cara Google sangatlah berbeda.  Mereka langsung mengerjakan pencarian lebih dari 70 bahasa pada waktu bersamaan. Google menemukan ada banyak kesamaan dalam setiap bahasa. Setiap bahasa walaupun berbeda, namun mereka mengandung informasi. Kemudian memulai dari dasar matematika informasi, kemudian membuat mesin melakukan semuanya pada saat yang sama.

Hingga hari ini, bagian utama algoritma pencarian Google dalam bahasa Mandarin, Jepang dan Korea  menggunakan metode yang sama. Demikian pula halnya, pencarian bahasa Inggris, Prancis, Italia, Jerman, dan Spanyol juga menggunakan metode yang sama. Metodologi mereka memainkan peran yang jauh lebih baik daripada mesin pencari lainnya di dunia.

Saat ini, banyak perusahaan sukses juga telah mengadopsi metode seperti itu dan telah mencapai hasil yang luar biasa. Sebagai contoh, tingkat penipuan dalam alat pembayaran seluler Alipay sangat rendah, dibanding transaksi bank komersial lainnya.

Ini bukan karena bank tradisional tidak memiliki sumber daya, tetapi karena cara berpikir mereka ketinggalan jaman. Bank tradisional memperlakukan setiap transaksi dan setiap kasus secara terpisah. Meski ini sejalan dengan naluri masyarakat awam, tetapi hasilnya sangat terbatas.

Alipay, alat pembayaran seluler terbesar di dunia telah menyatu sejak awal dan telah menjadi ” cerdas ” dalam jaringan internet. Seperti kita ketahui, kecerdasan manusia adalah perilaku individu, akan tetapi kecerdasan mesin berasal dari efek jaringan yang luas.

Sayangnya, tidak semua orang atau Lembaga organisasi dapat menyadari untuk  mengadopsi Panduan hidup di Era Cerdas dengan metode yang cocok untuk zaman tersebut.

Karena keterbatasan lingkungan dan fisik di masa lalu, orang-orang cendrung memiliki kekurangan yang melekat dalam pemikiran. Untungnya, masih ada sebagian orang yang tingkat pemikirannya melebihi orang biasa. Mereka memanfaatkan alat dan teknologi IT saat ini untuk mencapai tujuan mereka.

Mempelajari cara berpikir dan metode orang-orang ini adalah satu-satunya cara untuk menang dalam persaingan di Era cerdas.

Di masa depan, apa pun industri yang Anda geluti, selama cara berpikir kita ditingkatkan dengan metodologi yang lebih maju, berarti secara tidak langsung kita telah menggunakan senjata dan meriam untuk bersaing dengan mereka yang hanya menggunakan tombak dan pedang.

Panduan hidup di Era Cerdas
Panduan hidup di Era Cerdas (Image: LATimes)

Just like grandma says, Ricky akan  membagikan pemikiran dan panduan hidup di Era Cerdas dalam berbagai bentuk konten artikel tentang dunia komputer, inovasi, peradaban, pendidikan dan kehidupan berdasarkan cara berpikir dan metodologi. Tujuannya hanya satu, yaitu  membantu Anda menguasai metodologi paling kuat di masa mendatang.

Persaingan di masa depan adalah kompetisi kemampuan belajar. Bagaimana Menguasai metode pembelajaran yang efektif, sehingga memiliki keunggulan yang lebih kuat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.