Peluang dalam komunitas ekonomi

Peluang dalam komunitas ekonomi bagi orang Awam dan bagaimana memanfaatkannya. Salah satu karakteristik terbesar komunitas ekonomi adalah kemampuannya untuk memberdayakan orang-orang awam. Di masa lalu, hanya bintang film atau selebriti terkenal yang bisa memiliki penggemar. Namun, setelah kemunculan komunitas ekonomi berbasis jejaring sosial, secara otomatis membuka pintu masuk lalu lintas (traffic) bagi orang awam.  Sehingga, orang biasa juga dapat memiliki sekelompok penggemar.  

Para penggemar ini memiliki rasa identitas terpadu. Memungkinkan mereka untuk bersatu dan berkumpul lebih dekat di sekitar internet selebriti.

Peluang dalam komunitas ekonomi

Dengan cakupan penuh jejaring sosial, ambang batas untuk membangun saluran komunikasi tidaklah tinggi. Anda hanya perlu membuka akun publik WeChat maupun Facebook. Ataupun, akun streaming langsung di Bigo dan sebagainya. Alhasilnya, Anda dapat mulai menampilkan konten ke penggemar.

Ambang batas yang rendah, tentu saja menyebabkan banyak pesaing secara alami. Sehingga, untuk menciptakan komunitas ekonomi yang sukses harus bergantung pada konten dan operasional berkualitas tinggi. Oleh karena itu, cara memastikan produksi konten yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi adalah masalah yang harus dihadapi setiap komunitas konten.

Dari perspektif strategis, rahasia menuju kesuksesan komunitas ekonomi adalah “personalisasi.” Artinya, Anda harus memberikan konten dan nilai yang unik kepada pengguna.  

Sebagai contoh, komunitas Artificial Intelligence Indonesia berbagi tentang pengembangan terbaru kecerdasan buatan antara Dua Raksasa Dunia AS dan China. Ataupun, komunitas makan sehat di Tiongkok. Mereka menarik pengguna dengan terus berbagi bagaimana cara hidup dan makan sehat. Artikel-artikel ini sangat profesional, komprehensif dan mudah dibaca. Sehingga gaya hidup yang sehat telah menjadi temperamen unik mereka. Pengguna atau penggemar menjadi lengket setelah bergabung dengan komunitas, dan akhirnya menjadi “penggemar super”.  

Contoh lainnya, Perusahaan pembinaan citra seorang pria namanya, Alpha M.

Alpha M didirikan pada tahun 2006 oleh pakar mode Aaron Marino. Bisnis ini berfokus pada bagaimana meningkatkan citra penampilan seorang pria.

Pada saat itu, Aaron menemukan tidak ada layanan konsultasi berkualitas tinggi untuk citra laki-laki di pasaran. Dia adalah professional di bidang ini. Aaron kemudian membuat beberapa video tentang bagaimana mengubah citra laki-laki. Mempostingnya di YouTube. Pada saat itu, YouTube baru didirikan ditahun 2005. Jadi Dia masih berada di platform percobaan Youtube pada tahun 2006. Biaya marketing untuk mendapatkan perhatian penggemar sangat rendah. Namun, karena konten Aaron sangat jitu dan memenuhi permintaan pasar, sehingga jumlah Followernya tumbuh sangat cepat.

Aaron melihat peluang bisnis di sini. Dia langsung mendaftarkan perusahaan dan merek dagang Alpha M. Terus mempostingkan video di YouTube. Slogan Alpha M. di YouTube adalah “Membantu Anda menjadi diri terbaik Anda setiap saat.” Slogan ini menarik banyak pengguna pria yang kurang percaya diri. Juga memberikan pengejaran dan keyakinan yang sama terhadap sekelompok orang ini.

Hingga saat ini, Alpha M. telah memiliki lebih dari 3 juta pelanggan dan lebih dari 700 video. Serta memposting 3 hingga 4 video per minggu. Aaron juga membuat situs web sendiri untuk menjual serangkaian kursus ciptaannya sendiri. Pada saat yang sama, Aaron mengandalkan konten kebugaran di Alpha M., Dia juga menarik pengguna pertama ke gym yang ia dirikan.

Selain itu, Aaron juga mempromosikan produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM lainnya dalam video tersebut. Baru-baru ini, ia juga meluncurkan merek shampoo atau perawatan rambut pria miliknya, Pete & Petro.

Aaron tidak hanya berfokus pada interaksi dengan pengguna. Tetapi juga bekerja sama dengan berbagai merek produk pria lainnya. Sejak tahun 2014, Aaron telah mensponsori konferensi bisnis Menfluential, yang berfokus pada gaya hidup pria. Konferensi Ini menarik partisipasi banyak branding lainnya.

Peluang dalam komunitas ekonomi
Aaron yang berhasil memanfaatkan Peluang dalam komunitas ekonomi (Image: Aaron Marino)

Alhasilnya, Aaron mulai menjalin hubungan kerja sama yang erat dengan para merek dan supplier. Dan akhirnya, peluang dalam komunitas ekonomi terbentuk. Komunitas ekonomi ini membantu Aaron menyediakan lebih banyak produk berkualitas tinggi kepada para penggemarnya. Sampai pada akhirnya semakin memperluas perkembangan bisnis Alpha M.

Singkatnya, dari contoh Alpha M., kita dapat melihat bahwa strategi Aaron adalah pertama-tama mengandalkan konten untuk mengumpulkan para penggemarnya. Sehingga,  terbentuklah jumlah penggunanya sendiri. Kemudian dengan menggunakan penjualan lewat video dan Konferensi Menfluential untuk membentuk “komunitas komersial” dengan bisnis lain.  

Hal Ini mencerahkan para pengusaha atau startup. Karena, Aaron tidak hanya menjalankan komunitas pengguna yang ada. Tetapi juga memiliki visi yang luas. Dengan membentuk “komunitas komersial” dengan perusahaan lain. Berusaha untuk mencapai efek komplementer “1 + N” yang saling menguntungkan.  

Sekarang, kita dapat merangkum peluang dalam komunitas ekonomi dalam satu kalimat: “Teknologi adalah pintu masuk, konten adalah Daya Tarik, dan cara operasional adalah raja.”

Just like grandma says, kita sekarang berada dalam era Surplus atau “kelebihan”. Dengan Menemukan produk dan konten yang kita cintai yang mungkin akan disukai banyak orang, dan komunitas sebagai “alat filter” alami akan secara alami diminati oleh banyak orang. Di masa depan, komunitas ekonomi akan memainkan peranan yang semakin penting.

Pertanyaan sekarang, apa komunitas ekonomi favorit Anda? Apa alasan di balik keberhasilannya?

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.