Advertisements

Peluang dalam VR, AR dan MR

Oleh: Ricky Suwarno

10 Mei 2019

Mungkin kebanyakan kita telah banyak mendengar tentang Mixed Reality (MR) atau “realitas campuran”,VR maupun AR dalam beberapa tahun ini. Atau melihatnya dalam film Iron Man maupun Avengers. Dan mungkin banyak diantaranya yang kurang ngerti apa sebenarnya MR itu. Teknologi ini sangatlah penting, karena seiring datangnya 5G akan mempercepat perkembangannya dan menjadi hot spot dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ada yang mengatakan, teknologi ini ada kemungkinan menggantikan seluler di masa depan.

Saya berharap teman-teman bisa menjadi penggerak pertama yang memanfaatkan peluang. Saya akan berusaha menjelaskan semudah mungkin tentang perbedaan teknologi masa depan ini.

Virtual Reality (VR) atau Realitas virtual: menghadirkan dunia virtual ke depan mata Anda. Dan membuat Anda berpikir itu nyata. Sebenarnya, dunia game adalah realitas virtual yang tipikal. Dengan memakai helm, membuat pencelupan lebih kuat. Dan hanya adegan virtual di depan mata yang disebut VR.

Augmented Reality atau AR, Memindahkan dunia virtual ke dalam dunia nyata. Contohnya, Pokemon Go yang dirilis oleh Nintendo pada tahun 2016. Game ini didasarkan pada teknologi AR. Pemain dapat menemukan elf di lingkungan nyata melalui layar ponsel. Menangkap atau bertarung dengannya.

Mixed Reality (MR) atau Realitas campuran, adalah kebalikan dari AR. Yaitu memasukkan dunia nyata ke dalam dunia virtual. Kedengarannya hampir sama. Tetapi perbedaannya sangat besar. Karena lebih mudah untuk menempatkan dunia virtual ke dalam dunia nyata. Misalnya, dunia gaming. Menampilkan sesuatu yang virtual pada gambar nyata.

Untuk memasukkan dunia nyata ke dalam virtual jauh lebih sulit. Karena kita harus memvirtualisasikan kenyataan. Dengan menggunakan kamera untuk menangkap foto. Foto berbentuk dua dimensi. Jadi kita harus membuatnya menjadi foto 3D melalui komputer. Yang disebut pemodelan 3D. Hanya setelah virtualisasi ini, kita dapat mengintegrasikannya ke dunia 3D virtual.

Misalnya, memperbaiki mobil. Dengan munculnya MR, kita bisa memfotokan gambar mobil dalam bentuk 3D, dan mentransmisikan ke bengkel. Teknisi bisa melihat situasi mobil seperti bentuk nyatanya mobil. Dia dapat langsung memberikan saran perbaikan setelah menilai masalah. Teknisi dapat menunjukkan setiap langkah dalam entitas virtual tiga dimensi, dan bisa memperbaiki sesuai petunjuk.

Secara ringkas, VR artinya apa yang kita lihat adalah sesuatu yang virtual. Bukanlah hal yang nyata.

AR, adalah memindahkan atau memasukkan hal-hal yang virtual ke dalam dunia nyata. Sedangkan, MR adalah memvirtualisasikan hal yang nyata dan kemudian menempatkannya ke dunia virtual.

Manusia bisa menaklukkan alam dan menjadi spesies paling kuat di bumi ini, karena manusia memiliki “sinergi yang kuat.” Diantaranya, Skala, Kompleksitas dan Kolaborasi waktu nyata.

Sebagai contoh, ratusan ribu zebra di Afrika yang lagi bermigrasi ke suatu tujuan. Setiap zebra hanya perlu mengikuti dan berjalan dibelakang tim leader. Tidak perlu melakukan hal lain. Ini adalah contoh kolaborasi real-time dalam skala besar. Tetapi kompleksitas yang rendah.

Contoh lainnya, dalam acara program hiburan TV “Running Brothers”. Beberapa “running man” melakukan satu hal secara bersamaan. Walaupun jumlahnya kecil, tetapi membutuhkan kerja sama waktu nyata yang sangat kompleks. Ini adalah contoh kerja sama skala kecil yang kompleks dalam real time.

Dua tahun yang lalu, Apple mengadakan Global Developers Conference (WWDC). Apple sebagai pemimpin teknologi dunia, menunjukkan kepada para pengembang teknologi dan perangkat lunak terbaru. Namun konferensi saat itu, secara umum dianggap kurang menarik. Banyak orang berkomentar bahwa Apple bukan lagi Apple yang dulu. Yang penuh dengan inovasi baru di jamannya Steve Jobs.

Namun, saya percaya, Revolusi besar sering terjadi secara diam-diam. Dan yang terpenting, tidak mudah dipahami pada saat itu. Misalnya, ketika Apple memperkenalkan “Siri Voice Assistant”. Semua orang kurang memperhatikannya. Dan bahkan memiliki banyak suara negatif. Mengatakan bahwa teknologinya tidak matang. Tidak memenuhi kebiasaan pengguna dan sebagainya.

Tapi beberapa tahun ini, interaksi suara menjadi topik yang sangat panas. Dan bahkan menjadi titik masuk baru untuk Internet. Amazon dan Google telah meluncurkan perangkat interaktif suara. Dan perangkat interaktif suara independen Apple juga telah diluncurkan. Yang membuktikan visi Apple pada saat itu.

Just like grandma says, Hari ini, teknologi VR, AR dan MR yang dapat mengubah dunia, dan meningkatkan kolaborasi manusia telah datang secara diam-diam. Saat ini, segala teknologinya sudah tersedia. Dan mereka memiliki potensi pasar yang sangat besar.

Advertisements
Categories: Peluang dalam VR, AR dan MRTags: , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: