Peluang robotik dalam Making Indonesia 4.0

Peluang robotik dalam Making Indonesia 4.0 terutama pertanian dan perikanan dapat meningkatkan persaingan Indonesia di panggung Internasional. Banyak negara di dunia menggunakan Teknologi robotik untuk memudahkan pekerjaan di berbagai bidang. Hal itu dapat disesuaikan dengan kebutuhan negara masing-masing.

Beberapa saat yang lalu, ketua partai super humanis Zoltan Istvan. Yang pernah berpartisipasi dalam pilpres Amerika. Tentu saja dia tidak terpilih waktu itu. Zoltan pernah menguji robot komersial interaktif pintar, namanya Pepper. Robot humanoid setinggi 1.2m. yang digunakan untuk menangani layanan jasa perbankan.

Zoltan mencoba ngobrol dengan Pepper tentang hal-hal yang tidak berkaitan dengan professionalismenya. Seperti apa kehebatan Pepper. Kepribadiannya. Karakteristiknya. Hobbinya. Tetapi selalu diabaikan oleh Pepper. Yang berusaha menarik topik obrolan kembali ke bisnis bank. Zoltan sangat kecewa.

Peluang robotik dalam Making Indonesia 4.0

Sebaliknya, saya justru merasa inilah kepintaran Pepper. Karena ketika robot diajak ngobrol tentang kehidupan, cita-cita, impian, favorit dan sebagainya, yang bukan merupakan bidang keahlian mereka. Pepper pasti tidak akan sekompeten dengan manusia.

Oleh karena itu, semakin banyak robot komersial seperti Pepper di masa depan. Karena teknologi saat ini telah mendukung sepenuhnya.

Berikut adalah beberapa tips dan metodologi, yang bisa saya sharing. Apakah peluang industri tersebut akan datang, dan bagaimana menangkap peluang tersebut.

Pertama, teknologi yang matang.

Walaupun ada permintaan pasar yang besar, tetapi jika teknologi yang tidak memungkinkan. Peluang tersebut sama dengan nol. Misalnya, peluang terbesar dalam virtual reality adalah industri gaming. Yang membutuhkan dukungan bandwidth yang kuat dari jaringan 5G. jika tidak, gambarnya tidak jelas. Ada penundaan. Dengan bad user experience. Popularitas 5G masih perlu waktu satu tahun. Paling tidak untuk negara seperti Amerika, China, korea. Jadi kesempatan VR baru akan terealisi dalam waktu setahun mendatang.

Kedua, rantai industri yang lengkap dan cukup terbuka.

Ketiga, apakah teknologi tersebut memiliki potensi pasar.

Keempat, hambatan-hambatan dalam persaingan. Mungkin Hal yang mudah diabaikan. Karena bidang yang kurang hambatan, mudah menyebabkan peluang ini menjadi red sea.

Jadi selalu bertanyalah kepada diri sendiri. Apakah kelebihan perusahaan saya dalam peluang ini.

Peluang di bidang komersial robotik, pada dasarnya bisa dikategorikan atas kedewasaan perspektif perangkat lunak dan keras. serta teknologi pendukung. Dewasa ini, robot dengan ukuran dan berat yang relatif besar. Sudah mempunyai teknologi yang matang.

Seperti robot patroli K5. yang jatuh kedalam air. Dan kemudian dikenal sebagai robot yang bunuh diri. Dirancang oleh perusahaan Knightscope. Untuk menggantikan keamanan manusia terutama patroli di waktu malam.

Disamping itu, robot untuk pengiriman barang di hotel. Misalnya, tamu hotel yang ketinggalan barangnya di lobby. Dia mungkin perlu panggil pelayan untuk mengantarkannya. Atau pergi ambil sendiri. Robot di bidang ini, Sudah banyak perusahaan yang memproduksi untuk keperluan hotel. seperti salah satu unicorn deepblue yang sudah banyak teknologi cloud track di China.

Ada juga, robot ukuran kecil. Yang sudah mulai diproduksi massal. Contoh yang tidak asing lagi, robot NAO. Yang tingginya cuma satu kaki. Yang punya gerakan sangat fleksibel seperti manusia. Walaupun kadang ada sedikit kelemahan. Yang kadang tanpa tersandung apapun, Nao bisa jatuh sendiri. Tetapi NAO suatu media yang sangat bermanfaat untuk interaksi dengan manusia.

Saya yakin bukan semua copycat itu mempunyai nilai serba negatif. Bahkan banyak juga kelebihannya. Seperti membakukan aksesori. Harga akan turun cepat. Dan akan lebih banyak inovasi berdasarkan produk copycat. Sehingga banyak orang awam juga bisa menikmati hasil teknologi baru.

Sebenarnya, peluang dalam lengan robotik juga memiliki teknologi yang cukup matang. Yang secara bertahap memasuki fase B to C. Biasanya, setiap teknologi baru akan dikenalkan dan digunakan dalam perusahaan. Dan perlahan beralih ke aplikasi komersial maupun konsumen pribadi.

Saya sangat merekomendasikan Rethink Robotics. Robot dua lengan. Yang kepalanya adalah sebuah Pad. Dengan kameranya untuk memahami lingkungan sekitar. Dan mengeksekusi dengan dua lengan.

Peluang di bidang robotik yang tidak kalah pentingnya adalah perangkat lunak. Sistem pelayaran otomatis. Pada dasarnya, sama seperti mengemudi secara otonom. Tetapi karena patroli yang agak lamban, jadi tidak perlu dilengkapi dengan radar laser presisi tinggi. Cukup dengan kamera + radar ultrasonik biasa. Diikuti interaksi cerdas, terutama interaksi suara cerdas. Dimana, amazon, google, dan apple semuanya telah meluncurkan sistem interaktif suara cerdas, sehingga teknologi telah matang.

Peluang robotik dalam Making Indonesia 4.0
Peluang robotik dalam Making Indonesia 4.0 (Image: Tempo)

Ada beberapa teknologi tambahan yang sangat diperlukan juga. Yaitu ketika robot komersial berinteraksi dengan manusia. Misalnya, ekspresi dan interaksi ekspresi. Yang mungkin banyak diabaikan kebanyakan orang. Menurut pakar psikologis, 80% interaksi manusia sebenarnya adalah interaksi emosional. Dan pertukaran informasi melalui komunikasi hanya 20%.

Jibo dan produk Hanson Robotics, adalah pakar dibidang ini. Atau Affectiva, perusahaan yang berspesialisasi dalam analisis interaktif dari ungkapan manusia.

Dibalik semua itu, pengenalan wajah atau facial recognition, atau pengenalan gambar adalah lapisan bawah untuk teknologi diatas.

Just like grandma says, setiap industri memiliki aturan tersendiri. Jadi kita tidak bisa mengatakan bahwa suatu industri apakah berpeluang Atau tidak. Kita harus mempelajari lebih jauh kedalam karakteristik industri. Industri robot komersial adalah jenis industri yang memanas secara lamban. Yang membutuhkan banyak dukungan aplikasi. Tetapi begitu diimplementasi, ini adalah industri dengan potensi pasar yang sangat besar.

Peluang industri robot komesial didasarkan pada kematangan teknologi perangkat keras dan lunak. Termasuk rantai industri dan aplikasi pasar. Berdasarkan faktor ini, peluang disektor ini sudah matang secara bertahap.

Aplikasi pasar yang spesifik tidak kalah pentingnya. Sehingga, Membangun hambatan melalui aplikasi dibutuhkan suatu pengetahuan. Yang intinya, bukannya hanya menguasai keunggulan teknis atau paten. Dari masing-masing item. Melainkan, menguasai kemampuan integrasi teknologi canggih untuk menyediakan dengan pengguna yang memadai. Peluang robotik dalam Making Indonesia 4.0 sangatlah besar.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.