Advertisements

Pemindahan ibukota Indonesia

Oleh: Ricky Suwarno

12 Mei 2019

Dalam lingkaran sosial atau sosmed, nilai kita bukan tergantung pada kita. Melainkan, pada orang-orang di sekitar kita. Sentralitas, bukanlah konsep yang sangat sederhana. Dalam ilmu jaringan, ada lebih dari 30 metode pengukuran. Yang tidak bisa di hitung dengan tangan biasa. Singkatnya, tiga dimensi paling penting tentang sentralitas adalah jumlah, lokasi dan kualitas koneksi.

Pada umumnya, semakin banyak orang mengenal Anda dalam suatu lingkaran, berarti semakin pentingnya Anda. Dalam Ilmu jaringan dinamakan degree centrality atau “derajat sentralitas”. Misalnya, seberapa banyak node di sekeliling yang terhubung langsung dengannya. Semakin besar jumlah koneksi, semakin tinggi dampak dan popularitasnya.

Selain itu, dalam ilmu jaringan ada istilah lain yang tidak kalah pentingnya. Yaitu, lokasi. Artinya untuk menyampaikan suatu informasi di antara kalangan orang-orang didalam jaringan. Apakah harus melalui Anda baru bisa terealisasikan. Indikator ini disebut “pusat perantara” atau Betweeness Centrality. Contoh yang paling dominan adalah Moskow. Ibukotanya Rusia.

Jika kita melihat ke peta Rusia, mungkin akan menemukan suatu hal yang aneh. Lokasi Moskow terletak dibagian tepi yang sangat jauh dari pusat geografisnya. Tetapi mengapa, Rusia memilih dan memindahkan ibukotanya ketempat ini.

Pada awal abad ke-12, Kerajaan Rusia memiliki 39 kota yang dikembangkan lewat perdagangan. Yang semuanya terletak di sepanjang kanal. Namun, kota-kota di mana Moskow dapat bernavigasi secara langsung tidaklah banyak. Bahkan cuma menempati peringkat kelima.

Dengan kata lain, “sentralitas” Moskow tidak begitu dominan. Namun, dalam 100 tahun kemudian, Moskow menjadi ibu kota kerajaan Rusia. Dan pada abad ke-15, menjadi ibukota dan pusat ekonomi Kekaisaran Rusia. Kok bisa?

Moskow terpilih dan dijadikan sebagai ibu kota, adalah letaknya sebagai “pusat perantara”. Moskow menempati urutan pertama dalam dimensi betweeness centrality. Moskow terletak pada rute pengiriman antara banyaknya kota-kota di Rusia.

Maksudnya, dari satu kota ke kota lain, kita harus melewati Moskow. Dengan cara ini, Moskow memiliki kendali paling kuat atas semua sumber daya seperti politik, ekonomi, informasi dan sumber daya lainnya. Sehingga kota-kota lain semakin bergantung padanya.

Terlebih lagi, pada saat itu semua perdagangan sungai harus membayar tarif tertentu, disetiap kali melewati sebuah kota. Semakin besar jumlah perdagangan antar kota di Moskow, semakin banyak pajak pendapatan yang bisa diperoleh.

Oleh karena itu, dalam kompetisi antar kota di Rusia, Moskow akhirnya terpilih menjadi pusat ekonomi dan politik terpenting dari Kekaisaran Rusia.

Atau misalnya contoh lain dalam kehidupan kita sehari-hari. Di kantor, tempat yang paling tidak disukai bagi kebanyakan semua orang adalah duduk disamping lorong. Di mana setiap Orang berlalu lalang, mondar mandir, sehingga mudah terganggu.

Tetapi pada kenyataannya, ada keuntungan besar duduk di tempat ini. Yaitu Anda menjadi “pusat perantara” di perusahaan Anda.

Statistik MIT membuktikan bahwa siswa yang paling populer di MIT, adalah mereka yang berdomisili di dekat tangga, atau sampingnya tong sampah. Tempat-tempat ini secara alami meningkatkan kemungkinan Anda lebih banyak bertemu, menyapa dan berinteraksi dengan semua orang. Sehingga, meningkatkan peluang bagi semua orang untuk mengenali Anda. Dan menyukai Anda tentunya.

Just like grandma says, nilai Anda tidak hanya bergantung pada orang-orang di sekitar Anda. Tetapi juga pada seberapa banyak orang di sekitar Anda yang bergantung pada Anda. Demikian pula halnya dengan ibukota baru Indonesia nantinya. Nilai ibukota ini tidak hanya bergantung pada kota-kota disekitarnya, melainkan juga seberapa banyak kota disekitarnya yang bergantung padanya dikemudian hari.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, pemindahan ibukota JakartsTags: , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: