Pendidikan elit di China

Dalam beberapa dekade terakhir, Pendidikan elit di China selalu menjadi bahasan baik di China sendiri maupun di Amerika Serikat. Ini mengingatkan saya pada Nadiem Makarim, Menteri pendidikan dan kebudayaan Indonesia sekarang. Yang baru diangkat oleh presiden Jokowi untuk mengubah semua kurikulum pengajaran di Indonesia. Suatu tantangan berat terus terang. Karena Ricky sendiri tumbuh dan di didik didalam lingkungan pendidikan sebelumnya. Jadi, Ricky tahu persis seperti apa tantangan bagi Nadiem.

Pendidikan elit di China

Pada awal 1993, pemerintah China mengusulkan untuk mencapai target pendidikan sebesar 4% dari PDB di tahun 2000. Namun, baru tercapai di tahun 2012. Agak terlambat memang. Ini hanya mengacu pada input keuangan negara. Jika investasi masing-masing keluarga juga dihitung, China menghabiskan banyak uang untuk mendidik anak-anak mereka. Inilah budaya nasional China. Dimana pendidikan adalah segalanya. Sampai pepatah China mengatakan, di dalam buku tersembunyi tambang emas.

Pendidikan di China memberi penekanan khusus pada hafalan. Dengan intensitas belajar yang sangat besar juga. Sehingga, menyebabkan anak-anak kurang senang belajar dan mengekang kreativitas mereka. Suatu Refleksi yang sangat baik.

Faktanya, tidak ada negara manapun di dunia yang puas dengan sistem pendidikannya. Semuanya juga pada merefleksikannya.  

Pendidikan yang berkualitas memang harus dilakukan, tetapi itu bukan satu-satunya solusi untuk masalah pendidikan di Tiongkok maupun di Indonesia. Alasannya sangat sederhana, selama pendidikan masih merupakan mekanisme seleksi, maka harus ada standar untuk seleksinya. Walaupun nantinya pemerintah menambahkan konten pendidikan berkualitas seperti musik atau lukisan, olahraga, atau astronomi, pada akhirnya akan berkembang menjadi pendidikan berorientasi ujian. Selama pendidikan masih berupa perlombaan,  tidak peduli perlombaan apa, akhirnya akan menyebabkan kompetisi yang kejam.

Demikian pula halnya, sekolah elit Amerika yang juga mementingkan pendidikan berkualitas. Yang bertujuan menyaring siswa dengan kondisi keluarga yang lebih baik. Misalnya, ada ujian bahasa Latin dan Yunani untuk masuk sekolah terbaik. Karena sekolah Negeri Amerika tidak mengajarkan kedua bahasa ini. Hanya anak-anak kaya yang bisa pergi ke sekolah swasta baru bisa belajar kedua bahasa tersebut.

Keluarga-keluarga imigran dari Asia di Amerika Serikat sering dibuat kolaps dan kelabakan. Karena, ketika mereka menginvestasikan anak-anaknya untuk belajar kegiatan ekstra kurikulum seperti berseluncur dan bermain hoki es seperti permintaan sekolah. Namun tidak lama kemudian, standar sekolah mulai berubah lagi. Skating berubah menjadi menunggang kuda. Anggar berubah menjadi kayaking. Atau, magang di perusahaan besar telah menjadi sukarelawan di seluruh dunia. Kayak game ci luk ba.

Siswa di China mempunyai beban yang sangat berat dan menyakitkan. Semua orangtua menuntut pendidikan yang bahagia buat anaknya. Secara teori sangat masuk akal. Jangan terlalu memaksakan pendidikan anak-anak. Dalam praktiknya juga lebih mudah. Biaya orangtua bisa menjadi ringan. Dan anak-anakpun menjadi bahagia.

Namun, pendidikan yang bahagia mungkin bukanlah hal yang baik. Setidaknya, pendidikan elit di Amerika Serikat juga bukan pendidikan yang bahagia. Ada sebuah sekolah bernama Whitney High School, yang menempati peringkat pertama dan terbaik di California.  

Seorang jurnalis yang pernah memenangkan Penghargaan Pulitzer (penghargaan tertinggi dalam jurnalisme cetak di AS), pergi ke sekolah Whitney High School dan menyamar sebagai murid selama satu tahun. Dia kemudian menulis sebuah buku berjudul “Apa sekolah menengah terbaik di Amerika Serikat?”  

Jurnalis ini menyebutkan Angka : 4. Apa maksudnya?

4 jam tidur. 4 cangkir latte. Skor IPK 4,0. IPK 4.0 adalah nilai hasil terbaik.Untuk mencapainya, seorang murid hanya bisa tidur selama 4 jam sehari. Dan bila mengantuk? Minum 4 cangkir latte. Ini adalah kehidupan sehari-hari para siswa di Whitney High School. Pendidikan cara begitu apakah masih termasuk bahagia?

Tidak ada pendidikan yang menyenangkan di sekolah-sekolah swasta terbaik di Amerika Serikat. Misalnya, ada seorang teman pengusaha China yang berhasil mengirim anaknya ke sekolah swasta di Boston, AS. Performa akademik anaknya semasa di China sangat bagus. Tetapi begitu dia masuk ke sekolah swasta top di Amerika Serikat, dia menemukan bahwa dia tidak bisa mengikuti pelajarannya. Walaupun, jika dia begadang setiap hari, dia masih tidak bisa menyelesaikan tugas membaca yang ditetapkan oleh guru. Setahun kemudian terpaksa harus putus sekolah.

“Pendidikan bahagia atau menyenangkan” sebenarnya merupakan cara pemerintah Amerika Serikat mengurangi biaya pendidikan publik. Pendapatan para guru di sekolah menengah umum Amerika sangatlah rendah. Sebagai contohnya Pada tahun 2019, ada beberapa kali pemogokan besar dari para guru. Akibatnya, upah guru dinaikkan 6%. Jika upahnya tidak naik, para guru tidak bersedia mengajar sekuatnya. Artinya, tidak memiliki rasa tanggung jawab. Guru mengajar sampai jam tiga sore, dan tidak memberikan pekerjaan rumah. Dengan cara ini murid senang belajar, guru juga senang mengajar. Sama-sama senang.  Itulah cara pendidikan Orang miskin biasa di Amerika Serikat. 

Pendidikan Amerika secara otomatis membentuk stratifikasi sosial. Orang miskin merasa bahwa mereka menikmati pendidikan bahagia. Namun, Masyarakat kelas menengah tidak percaya pada pengajaran begini. Mereka menuntut pendidikan cara elit. Yang tidak hanya harus berlomba, tetapi juga harus terlibat dalam perlombaan pendidikan berkualitas.

Terlepas dari pendidikan, tidak ada apapun yang bisa diperoleh dengan mudah tanpa harus ada perjuangan di dunia ini. Untuk menang dalam persaingan sosial yang sengit, kita harus menanggung kesulitan. Ini adalah kebenaran yang sederhana. Dan kenyataan yang sudah lama ada. No pain No Gain.

Pendidikan Elit di China
Pendidikan Elit di China merujuk pada semangat pendidikan dengan harapan dan intensitas tinggi

Mengapa China bisa menjadi pabrik dunia?  

Karena China telah melatih dan melahirkan tim insinyur terbesar di dunia. Para insinyur yang dilatih dan wisuda di China setiap tahunnya, adalah jumlah total insinyur yang dilatih di Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan India. Negara seperti ini tidak menjadi pabrik dunia, negara mana lagi yang bisa menggantikannya? Inilah Pendidikan elit di China. Universalisasi pendidikan elit.

Pendidikan di China, baik Negeri maupun swasta, kota tingkat pertama atau di daerah terpencil, semua Standar materinya adalah sama. Dari perspektif situasi global, keadilan pendidikan China mungkin adalah yang terbaik di dunia. Hal ini bisa dibuktikan dengan  jumlah pekerja berkualitas tinggi di China yang merubah China sebagai Negara perenomian kedua terbesar di dunia.  

Jadi, apakah pendidikan elit itu?

Pendidikan elit tidak berarti bahwa semua yang dididik dan dibudidayakan adalah golongan elit. Dan juga bukan konten pendidikan yang spesifik. Melainkan merujuk pada semangat pendidikan, yang penuh dengan harapan tinggi dan intensitas tinggi.

Yang namanya harapan tinggi adalah tujuan pendidikan tidak hanya untuk menumbuhkan seseorang menjadi tenaga kerja umum, tetapi membuatnya lebih bertanggung jawab terhadap masyarakat. Dan ini banyak di temui dalam pendidikan di China.

Lalu, Bagaimana dengan intensitas tinggi?

Just like grandma says, Pendidikan berorientasi test dan ujian hanyalah representasi. Lapisan bawahnya adalah pembelajaran pengetahuan berintensitas tinggi. Oleh karena itu, pendidikan dasar di China tidak bisa dikatakan bertingkat tinggi, tetapi karakteristiknya memang lebih bias terhadap pendidikan elit. Dan itu adalah universalisasi pendidikan elit. Fitur pendidikan ini telah meletakkan dasar bagi perkembangan ekonomi China selama 40 tahun terakhir.

Advertisements
Categories: Pendidikan elit di China

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: