Pengalaman Naik Mobil Otonom

Pengalaman Naik Mobil Otonom cukup mengesankan di Minggu lalu. Walaupun jalannya agak lamban seperti anak kecil bersepeda dan sangat berhati-hati, dengan supir duduk di samping sambil mengawasi dan memberikan senyum manis untuk para penumpang. Didi, perusahaan jaringan transportasi atau Ubernya China telah menerima lisensi uji Coba di Shanghai. Mereka mengerahkan 30 mobil otonom yang siap melaju di jalanan yang ramai. Hal ini sangat menarik para Penumpang yang mempunyai rasa ingin tahu Pengalaman Naik Mobil Otonom.

Banyak orang mengeluh Mobil Otonom berkembang terlalu cepat. Pada tahun 2017, hanya Robin Li, Bossnya Baidu, searching engine bahasa Mandarin terbesar di dunia yang bisa duduk di kendaraan tak berawak di Beijing. Namun, sekarang orang biasa juga bisa menggunakan jasa ini. Banyak teman di Shanghai mengekspresikan kegembiraan ini. Banyak diantaranya cuma ingin merasakan seperti apa rasanya kehidupan di Masa Depan. Pengalaman Naik Mobil Otonom.

Pengalaman Naik Mobil Otonom

Jika kamu memiliki kesempatan naik Mobil Otonom paling canggih di dunia Waymo Google, kamu akan tahu bahwa dari uji coba sampai ke aplikasi luas, Mobil Otonom masih harus menempuh jalan yang sangat panjang.

The Information, Agen media Silicon Valley berbagi evaluasi 2500 pengalaman penumpang, sebanyak 10.500 kali tes jalan Waymo dari bulan Juli hingga Agustus tahun ini.

Evaluasi ini mencakup semua aspek Mobil Otonom Waymo. Dari kenyamanan hingga keamanan serta stabilitas. Apakah penumpang merasa pusing saat naik, atau bagaimana keadaan perjalanan di waktu hujan dan sebagainya. Setelah membaca hasil evaluasinya, saya merasa sangat tidak mudah untuk membuat mobil otonom. Banyak Rincian yang harus dipertimbangkan. Dan terlalu rumit.  

Ada dua indikator yang bisa menunjukkan apakah mobil otonom itu bisa lulus ujian. Indikator pertama adalah jumlah aktual panjang kilometer Mobil Otonom berjalan di jalan umum. Ibaratnya, Semakin banyak Anda mengemudi, semakin banyak pengalaman, semakin bisa diandalkan skill mengemudi. Demikian pula halnya Waymo, semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin matang teknologi tersebut.

Indikator lainnya, adalah jumlah pengambil-alihan oleh supir. Semakin rendah frekuensi yang perlu diambil alih, semakin lancar sistem Mobil Otonom bisa beroperasi sendiri.

Setiap tahun, Otoritas Kendaraan California AS akan mengumpulkan data untuk dua dimensi ini. Dan kemudian menerbitkan laporan tahunan. Laporan ini sering dikutip di media internasional dan dianggap sebagai laporan yang lebih otoritatif.  Laporan tahunan 2018 mengungkapkan bahwa jarak uji jalan Waymo di California telah mencapai 1,93 juta kilometer. Wow, bayangkan. Jumlah ini 2,6 kali lipat dari General Motors yang berada di peringkat kedua. Atau 15 kali lipat dari Apple yang di peringkat ketiga. Namun, California bukan lokasi ujian utama bagi Waymo.

Perbandingan Uji Jalan Mobil Otonom di China

Berapa panjang jarak Uji coba Mobil Otonom China?

Total jarak uji jalan yang diterbitkan oleh Didi sejauh ini adalah 300.000 kilometer. Total jarak uji jalan Waymo telah melampaui 16 juta kilometer. 53 kali lipat dari Didi. Dari jarak uji jalan, Waymo jelas adalah pemimpin industri mobil Otonom.

Hal yang sama berlaku dalam pengambil-alihan Uji Jalan oleh supir. Menurut laporan California, mobil tak berawak Waymo perlu di ambil alih di setiap 17.000 kilometer sekali. Sebaliknya, Apollo Baidu perlu mengambil alih di setiap 300 kilometer sekali. Bahkan GM yang berada di peringkat kedua, frekuensi pengambilalihannya dua kali lipat dari Waymo.

Namun demikian, kita masih dapat melihat bahwa Waymo dan kendaraan Otonom lainnya masih belum memiliki kematangan teknis sama sekali. Jalan yang harus ditempuh masih  panjang sebelum Mobil Otonom benar-benar diimplementasikan secara keseluruhan.

Tesla tidak terliput dalam laporan kali ini.  Perangkat lunak Tesla sekarang perlu bantuan supir dalam mengemudi. Artinya, mengemudi semi-otomatis atau setengah otonom. Dan masih memerlukan pemantauan manual dalam waktu nyata.

Area lain yang dicakup oleh ulasan pengguna adalah Phoenix, negara bagian Arizona. Kota Phoenix memiliki gelar “ibukota Mobil Otonom Amerika Serikat”. Bukan hanya karena pemerintah daerah sangat mendukung kebijakan ini, tetapi juga karena jalan-jalan pinggiran kota Phoenix relatif luas. Iklimnya relatif stabil. Sedikit hujan dan salju. Lingkungan yang cukup ideal untuk pengujian Mobil Otonom.

Dari pengalaman penumpang, 70% penumpang di Phoenix memberikan lima bintang sebagai umpan balik. Di Google, setiap evaluasi di bawah lima bintang diklasifikasikan sebagai “evaluasi negatif”, yang setara dengan kegagalan.  Google harus ketat dalam penilaian karena mengemudi adalah masalah keamanan manusia, dan tidak boleh ada kesalahan sedikitpun.

Di Silicon Valley, proporsi penumpang yang memberikan evaluasi negatif lebih tinggi. 47% penumpang memberikan feedback dibawah lima bintang. Mungkin karena karyawan Waymo sendiri terlibat dalam pengujian di Silicon Valley. Waymo meminta mereka untuk bersikap ketat dalam evaluasi.

Di kota Phoenix dan Silicon Valley, masing-masing 10% dan 25% penumpang mengalami pengereman mendadak, belokan terlalu tajam, atau tancap gas terlalu cepat selama berkendara.  

Pengalaman Naik Mobil Otonom
Jalan panjang yang harus ditempuh Mobil Otonom sebelum benar-benar memasuki hidup kita

Selain hambatan objek dan pejalan kaki, cuaca ekstrem adalah salah satu tantangan keamanan yang perlu diatasi Waymo. Beberapa penumpang melaporkan bahwa sistem mengemudi otomatis Waymo tampaknya tidak efektif ketika hujan. Waymo gagal mengidentifikasi genangan air di jalan. Tiba-tiba berbelok ke kanan dan hampir menabrak trotoar.

Tempat parkir juga merupakan skenario yang menyusahkan bagi Waymo. 1,5% penumpang tidak puas dengan pengalaman berparkir Waymo. Misalnya, membelok terlalu tajam di pintu masuk tempat parkir. Atau bahkan salah mengidentifikasi pejalan kaki di tempat parkir.

Just like grandma says, kehidupan Era Mobil Otonom masih harus menelusuri jalan yang sangat panjang. Terutama berkaitan dengan hal keamanan, kenyamanan dan stabilitas. Mengemudi mungkin hal sepele bagi manusia, tetapi ketika tugas ini harus diserahkan ke komputer untuk menghindari genangan air, komputer perlu memproses data dalam jumlah besar dan cepat. Laporan pengalaman ini membuat saya agak mendesah. Kenyataannya, otak manusia adalah komputer yang paling kuat.

Kira-kira akan seperti apa umpan balik Uji Jalan Mobil Otonom di Indonesia? Apakah lebih mudah atau sebaliknya? Seberapa jauh Anda bersedia memesan layanan Mobil Otonom?

Advertisements
Categories: Pengalaman Naik Mobil Otonom

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: