Pengaruh Blockchain dalam perbankan

Pengaruh Blockchain dalam perbankan Indonesia telah menjadi puncak modul teknologi dan keuangan. Blockchain menarik perhatian publik sejak 1-2 tahun yang lalu. Namun, tahun ini mulai memanas lagi. Ketika pada tanggal 18 Juni Facebook mengumumkan rencana peluncuran Mata Uang Digitalnya bernama Libra. Diikuti pengumuman People’s Bank of China yang juga akan merilis Mata Uang Digital bernama Digital Currency of Electronic Payment atau disingkat DCEP. Berkemungkinan besar menjadikan China sebagai negara pertama di Dunia yang meluncurkan Digital Currency.

Di samping itu, pada awal bulan November presiden China Xi Jin Ping mengumumkan dukungannya dalam menerapkan Blockchain ke segala bidang industri. Sementara itu, AS berkemungkinan absen dalam kepemimpinan global untuk bidang ini.

Pengaruh Blockchain dalam perbankan

Selama saham yang berafiliasi dengan konsep blockchain pasti meroket. Ibaratnya seperti menggunakan narkoba. Membikin high. Hal ini mengingatkan saya pada gelombang Fintech China dalam beberapa tahun terakhir. Sampai ada satu perusahaan mengubah namanya menjadi “P2P”. Alhasilnya, saham perusahaannya juga ikut naik.

Namun, pada Maret 2017 saham ini telah diminta untuk diubah namanya dan bahkan sangat berkemungkinan akan delisting. Jadi dari kejadian ini, yang saya lihat adalah pasar akan berubah. Tetapi, sifat manusia tidak akan berubah.  

Pertama-tama, munculnya blockchain adalah teknologi mendasar dari Bitcoin.

 “Teknologi database terenkripsi yang terdistribusi dan tidak dapat diubah” sebagai esensinya.

Artinya?

Pada dasarnya, basis data yang umumnya kita lihat adalah tersentralisasi. Sehingga kredibilitas dan keamanannya tergantung pada kualitas, teknologi dan pengaturan kelembagaan terkait dari personel pengembangan dan manajemen dari para internet Raksasa.  

Sebaliknya, Blockchain adalah metode terdesentralisasi. Blockchain melibatkan banyak pihak di jaringan untuk menyelesaikan perhitungan, otentikasi dan penyimpanan pada saat yang sama. Kemudian mencapai konsensus melalui algoritma yang disepakati. Dengan cara ini, teknologi blockchain tidak bergantung pada pihak mana pun.

Jadi kita selalu menyebutnya teknologi polisentris. Fitur Utama Polisentris membuat data hampir tidak mungkin diubah. Sebagai hasilnya, keamanan dan keandalan data sangat tinggi.

Data atau Big Data adalah sumber daya yang sedang diperebutkan oleh Teknologi Raksasa seperti Googl, Facebook, Alibaba maupun Tencent. All about Data.

Tidak heran semua orang mengatakan bahwa “Minyak di abad ke-21 adalah data”. Era big data sudah ada di depan kita. Di era big data, keamanan, kestabilan dan keandalan adalah hal yang paling dikhawatirkan oleh para pengguna.

Blockchain memiliki karakteristik dimana dari perspektif penerapannya, dampak dan pengaruh Blockchain dalam perbankan Indonesia, dunia bisnis dan masyarakat sangat mendalam.

Alasannya?

Fondasi bisnis adalah Transaksi. Dan Fondasi Transaksi adalah Trust atau kepercayaan. Jika Ricky dan Anda memiliki basis data yang baik, bahasa dan ekspresi apa pun akan direkam selamanya (Baca: Blockchain catatan transaksi yang tidak pernah hilang).

Sebagai akibatnya, tidak ada cara yang bisa mengubah atau menyangkalnya. Sehingga, Biaya berbohong di masyarakat akan menjadi sangat tinggi.

Dalam dunia Blockchain, biaya informasi transaksi akan menjadi sangat rendah. Banyak transaksi yang tidak dapat diselesaikan pada awalnya akan dapat terselesaikan. Dunia Keuangan atau perbankan, pada dasarnya adalah transaksi tentang kepercayaan. Melalui instrumen keuangan, kepercayaan dapat secara langsung diubah menjadi kekayaan.  

Inilah Rahasia mengapa industri perbankan begitu terpesona dengan teknologi blockchain. Asimetri informasi adalah fitur mendasar dari pasar Finansial. Oleh karena itu, ada sejumlah besar perantara kredit dan perantara informasi terpusat di industri ini. Para Perantara ini sebenarnya mengurangi efisiensi sistem operasi dan meningkatkan biaya transaksi.

Karakteristik blockchain memungkinkan masyarakat untuk membangun kepercayaan lebih cepat.Berpotensi mengubah infrastruktur keuangan. Misalnya, kita dapat melakukan pembayaran lintas batas dengan cepat, klaim asuransi dengan cepat, penerbitan sekuritas juga cepat dengan transaksi melalui blockchain.

Saat ini, telah ada beberapa aplikasi awal teknologi blockchain seperti Voting dalam politik, atau pemungutan suara pemegang saham perusahaan dan perjudian. Bidang Area sangat bergantung pada data. Tetapi bahkan dalam bidang ini, blockchain hanyalah alat bantu.  

Sebagai contoh, kantor notaris untuk membuat proses verifikasi materi notaris lebih cepat dan lebih sedikit kesalahan manual. Tetapi blockchain saat ini hanya bisa menjamin informasi semua materi yang dikirimkan lengkap dan konsisten. Tidak bertanggung jawab atas keaslian informasi pada makalah.  

Ada juga perusahaan blockchain terkenal namanya Ripple di bidang pembayaran internasional. Ripple dapat membantu bank mencapai penyelesaian dan transfer tanpa bank agen. Sekarang Ripple telah berhasil melakukan fundraising hampir 100 juta Dolar. Namun, tantangannya adalah pengawasan keuangan Antar Negara.

Pengaruh Blockchain dalam perbankan Indonesia
Pengaruh Blockchain dalam perbankan Indonesia (Image: Forbes)

Ripple dihadapkan dengan masalah koordinasi internasional dalam pengawasan. Jadi untuk memperoleh pengakuan dan kerjasama antara negara mungkin masih memerlukan waktu yang sangat panjang.

Just like grandma says, Blockchain tidak diragukan sangat berkompetitif plus teknologi imajinatif. Pengaruh Blockchain dalam perbankan Indonesia akan mengubah infrastruktur Perbankan dan komersial masyarakat kita di masa depan. Tetapi untuk bisa benar-benar diimplementasikan, masih memerlukan waktu yang sangat panjang. Jadi menurut Ricky, perusahaan Blockchain yang ada saat ini hanyalah menjual konsep belaka. Karena perusahaan yang benar-benar memiliki kemampuan dan berpotensi masih berjuang keras mengembangkan teknologi ini. Berusaha keras mencari Landing scene.

Advertisements
Categories: Pengaruh Blockchain dalam perbankan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: