Pengaturan Standar Jaringan 5G

Pengaturan Standar Jaringan 5G Dunia dirumuskan oleh ITU (International Telecommunication Union) atau Persatuan Telekomunikasi Internasional, suatu organisasi di bawah naungan PBB. Setiap negara memiliki satu Hak suara untuk ikut berpartisipasi menentukan pengaturan Standar di masa depan. Ini adalah hak semua negara di dunia.

Mengapa Amerika Serikat akhirnya memperbolehkan perusahaan-perusahaan dinegaranya untuk bekerja sama lagi dengan Huawei dalam mengembangkan standar 5G, mungkin menjadi pertanyaan banyak orang.

Pengaturan Standar Jaringan 5G

Walaupun secara teoritis, Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU) yang menentukan pengembangan standar 5G, tetapi ITU bukan organisasi Teknis. ITU, hanyalah Organisasi Pemerintah Internasional. 

Organisasi yang benar-benar mengoperasikan standar 5G adalah 3GPP. 3GPP atau The Third Generation Partnership Project adalah proyek kolaborasi kelompok-kelompok Asosiasi Generasi ketiga komunikasi (3G) dalam sebuah proyek.

3GPP merupakan organisasi standardisasi, yang terbentuk dari banyak perusahaan. Termasuk operator telekomunikasi, vendor sistem peralatan, produsen ponsel, dan pengembang layanan Bisnis. Mereka membahas pendirian proyek, membuat standar, dan kemudian ditentukan dan disetujui oleh ITU.

Berdasarkan Tradisi di dalam 3GPP, Negara mana yang kekuatan nasional dan teknologinya secara komprehensif lebih kuat, Atau negara mana yang memiliki lebih banyak perusahaan komunikasi yang lebih banyak dan kuat tentunya, Dialah yang memiliki lebih banyak Hak Suara dalam Pengaturan Standar Jaringan 5G.

China Mobile adalah perusahaan yang telah mengajukan proyek paling banyak. Di sertai dengan Huawei dan ZTE yang memiliki kemampuan Teknologi yang sangat kuat. Sedangkan dari pihak Eropa diwakili oleh Nokia dan Ericsson beserta beberapa operator telekomunikasi lainnya. Kemudian, dari pihak AS diwakili oleh Operator telekomunikasi yang dulunya sangat kuat, yaitu AT&T, Qualcomm, Intel, Cisco, dll.

Pada Situasi saat ini, kelompok perusahaan dari Tiongkok adalah yang paling kuat. Diikuti nomor Dua dari Uni Eropa. Dan Amerika Serikat berada diurutan ketiga. Sedangkan, Jepang dan Korea Selatan juga memiliki sebagian Hak Suara. Inilah negara-negara yang berpartisipasi menentukan standar 5G.

Sekarang ini, Standar 5G telah mencapai ke tahap versi R16. Kedepannya ada versi R17 yang akan terus ditingkatkan. Dalam persaingan standar 5G sebelumnya, China dan Amerika Serikat sebenarnya masing-masing memiliki pengkodean yang sama besarnya.

Namun sayangnya, justru Pemblokiran pemerintah AS melarang perusahaan-perusahaannya bekerjasama dengan Huawei untuk merumuskan dan membahas standar bersama-sama, yang menjadi masalah kemajuannya. Artinya, Amerika Serikat telah mengebiri dirinya sendiri.

Dimana Awal tujuan sebenarnya, dimaksudkan untuk menempatkan teknologinya ke dalam untuk berdebat dengan Huawei. Singkatnya, sebagai penghalang dan pesaing. 

Namun Sekarang, perusahaan Amerika tidak datang menghadiri rapat. Tentu saja, 3GPP tidak dapat menghentikan rapat hanya karena perusahaan Amerika tidak datang. Karena 3GPP memiliki target, jadi Rapat akan terus diadakan. Pengaturan standar jaringan 5G harus terus dimajukan.

Hasil akhirnya adalah  China yang mendominasi dan memimpin dalam jaringan 5G masa depan, Negara Uni Eropa sebagai pendukung Utama. Dan Amerika Serikat tidak kebagian apa-apa.

Tentu saja, pemerintah AS tidak bisa menerima bila nantinya Jaringan 5G tidak ada hubungan sama sekali dengannya. Oleh karena itu, para perusahaan AS seperti Qualcomm, Intel, Google, Cisco, Microsoft dan sebagainya sangat aktif berkomunikasi dengan pemerintahan Trump. Sampai akhirnya, Trump terpaksa mengizinkan mereka untuk berpartisipasi lagi.

Pengaturan Standar Jaringan 5G
Pengaturan Standar Jaringan 5G (Image: Yahoo News Singapore)

Just like grandma says, sebenarnya AS berpikir dengan keabsenan AS dalam pembuatan standar komunikasi internasional akan menjadi hambatan keberlangsungan Pengaturan Standar Jaringan 5G. Namun, Sekarang walau tidak ada partisipasi Amerika Serikat, Dunia masih berjalan terus. Dunia telah ada teknologi China yang bisa menggantikannya. Perubahan peran ini mungkin tidak terpikirkan oleh banyak orang. Saya sendiri juga tidak percaya untuk waktu yang lama.

Kenyataannya sekarang, Amerika Serikat melihat segala cara pemblokiran maupun Metode decoupling ekonominya tidak membawa hasil, sehingga mereka sendiri harus melunak. Sebagian orang mungkin mengira Amerika Serikat yang memberi kesempatan kepada Huawei, namun sebaliknya, Amerika Serikat sendiri yang memberi kesempatan pada dirinya sendiri.