Pentingnya sistem navigasi satelit

Pentingnya sistem navigasi satelit bagi suatu negara. Pada akhir tahun 2019, satelit navigasi China Beidou yang ke-52 dan ke-53 berhasil diluncurkan di Pusat Peluncuran Satelit Xichang. Peluncuran ini adalah dua satelit terakhir dari konstelasi inti sistem navigasi Beidou generasi ketiga. Keberhasilan ini menandai selesainya pengorbitan konstelasi inti Sistem Global BeiDou-3. Memiliki makna sejarah yang sangat penting bagi China dan Dunia.

“Mengapa?”

Kita semua pasti pernah mendengar tentang sistem navigasi satelit. Tetapi, mungkin jarang diantara kita yang menyadari betapa Pentingnya sistem navigasi satelit bagi suatu negara. Satelit navigasi adalah Alat yang sangat penting bagi manusia untuk mengukur waktu dan ruang. Sistem navigasi satelit telah memainkan peran penting dalam kegiatan ekonomi dan militer di dunia.

Pentingnya sistem navigasi satelit

Dapat dikatakan, bahwa saat ini sulit untuk menemukan perangkat yang tidak menggunakan layanan navigasi satelit. Misalnya, ponsel yang tidak bisa terlepas dari kehidupan kita sehari-hari. Seperti memesan takeaways. Memanggil taxi online. Atau navigasi semua pesawat dan kapal dalam perdagangan global. Maupun peralatan militer yang melibatkan keamanan nasional. Ini semuanya harus menggunakan layanan satelit navigasi.

Di masa depan, seiring perkembangan teknologi Internet of Things dan konsep bumi digital, permintaan terhadap pasaran satelit navigasi hanya akan semakin besar.

Sebelumnya, ada tiga sistem navigasi satelit Provider di dunia. Global Positioning System atau di singkat GPS dari Amerika Serikat. Glonass dari Rusia. Dan Galileo dari Uni Eropa. Namun sayangnya, ketika runtuhnya Uni Soviet menyebabkan kinerja dan pemeliharaan Glonass di kemudian hari seperti komersialisasi sistem itu sendiri sudah tidak bisa menyesuaikan perkembangan jaman.Sedangkan, Sistem Navigasi Galileo Dari UE, berhubung segala faktor ekonomi dan politik internal Eropa menyebabkan penyebaran konstelasi Galileo belum bisa diselesaikan.

Jadi dalam arti tertentu, layanan dasar sistem navigasi untuk segala aktivitas manusia saat ini dimonopoli oleh sistem GPS Amerika.

Namun, hari ini GPS mungkin harus berhadapan dengan pesaing terkuatnya yaitu Sistem Navigasi Satelit dari China, Beidou. Total navigasi satelit GPS yang lagi operasional sebanyak 33 satelit. Sedangkan, total operasional satelit dari Beidou terbanyak sekitar 53 satelit.

“Mengapa suatu negara perlu membangun sistem navigasi satelit sendiri?”

Dari sudut pandang ekonomi mikro, segala kegiatan ekonomi, perdagangan dan layanan hidup di seluruh dunia yang didukung oleh data GPS, tampaknya telah cukup. Karena GPS telah berfungsi dengan sangat baik saat ini. Munculnya, sistem navigasi baru seperti Beidou, manfaat marginal yang dirasakan oleh pengguna seperti perusahaan dan individu mungkin tidak begitu terasa.

Namun, jika kita melihat dari perspektif makro, logika inti dalam pengembangan satelit navigasi yang selalu menjadi topik abadi dalam sejarah, yakni persaingan kepentingan antara Negara Superpower.

Manfaat marjinal yang dibawakan satelit navigasi ke negara-negara besar sangatlah banyak.

Hampir semua produk dan perangkat modern harus mengandalkan layanan penentuan posisi dan navigasi. Jenis produk dengan atau tanpa menggunakan data satelit navigasi sebenarnya adalah masalah perbedaan generasi.

Kasus paling intuitif adalah Perang Teluk pada tahun 1990-an. Dengan bantuan konstelasi navigasi, militer AS memperoleh kemampuan mutlak untuk menyerang secara akurat. Sehingga dengan mudah menaklukkan kekuatan pasukan Irak.

Pentingnya sistem navigasi satelit
Pentingnya sistem navigasi satelit bagi negara seperti Indonesia (Image: AGI)

Kesenjangan antargenerasi ini ibarat penjajah Eropa mengalahkan masyarakat primitif di benua Amerika dan Afrika. Persaingan antar negara seperti negosiasi perdagangan atau berbagai perjanjian internasional, termasuk distribusi manfaat pada akhirnya cenderung mencerminkan kekuatan suatu bangsa. Itulah Pentingnya sistem navigasi satelit bagi suatu bangsa seperti Indonesia.

Suatu negara tanpa konstelasi navigasi satelit yang otonom, tidak memiliki kemampuan pertahanan yang nyata dalam arti tertentu. Dengan kata lain, kartu akhir yang kita pegang dalam persaingan internasional, hanyalah satu kartu plum mekar tiga.

Oleh karena itu, pengembangan sistem navigasi otonom dapat memberikan negara seperti Indonesia suatu “Bargain Power” yang sangat besar dalam persaingan internasional.

Saat ini, selain China, banyak negara dengan kekuatan nasional tertentu telah mencoba mengembangkan sistem navigasi mereka sendiri. Misalnya Inggris, yang meninggalkan Uni Eropa. Inggris ditahun 2018 menginvestasikan 120 juta dolar AS untuk mempelajari kelayakan membangun navigasi alternatif untuk sistem “Galileo” Eropa.

Ada lagi negara lain seperti Jepang, peringkat ketiga dalam kekuatan ekonomi dunia.  Pada November 2018, Jepang mengumumkan sistem satelit “Quasi-Zenith Satellite System (QZSS)” secara resmi dioperasikan. Sistem mereka melayani wilayah Asia-Pasifik, dengan total 4 satelit di orbit.

Negara lainnya lagi yang tidak kalah ambisinya, India. Pada bulan April 2018, India berhasil meluncurkan satelit kesembilan dari “Sistem Navigasi Satelit Regional India” (IRNSS). India akan meluncurkan total 11 satelit di masa depan.

Bahkan Korea Selatan mengadopsi “Rencana Dasar Ketiga untuk Pengembangan dan Revitalisasi Ruang Angkasa” pada Februari 2018. Hal ini menunjukkan Korea Selatan akan mengembangkan sistem navigasinya sendiri, namanya KPS.

Dapat dilihat bahwa setiap negara yang memiliki tingkat kekuatan tertentu memiliki perhatian besar terhadap kepentingan internasional akan selalu memilih jalan mengembangkan sistem navigasinya sendiri.

Bagi sistem navigasi satelit Beidou generasi ketiga, China hanya membutuhkan waktu 2 tahun dari saat meluncurkan satelit navigasi pertama sampai selesainya semua penempatan satelit navigasi. Just like grandma says, Hal ini sekali lagi menunjukkan kekuatan konstruksi infrastruktur China yang menakjubkan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.