Peran istri menentukan keuangan keluarga

Peran istri menentukan keuangan keluarga kaya atau tidak. Pepatah Tua Tiongkok mengatakan,”Suatu Keluarga itu kaya atau tidak, Kunci Utama terletak pada Istri”

Pernikahan adalah salah satu hal terbesar dalam kehidupan. “Pria takut salah memilih istri, Demikian pula, wanita takut salah menikahi suami”

Itulah sebabnya, Pria dan wanita atau Suami istri harus saling bekerja sama, sehingga segala sesuatu tidak terlalu melelahkan. Dalam masyarakat kuno, laki-laki bertanggung jawab untuk menghidupi keluarga mereka. Wanita bertanggung jawab untuk pekerjaan rumah tangga, mengurus mertua maupun anak mereka.

Istri yang baik, dapat menjaga keutuhan keluarga dengan tertib. Sehingga, memungkinkan Pria untuk berfokus dan berjuang dalam karirnya tanpa perlu mengkhawatirkan situasi di rumah. 

Peran istri menentukan keuangan keluarga

Meskipun saat ini, pria dan wanita dalam masyarakat modern, wanita bisa juga bekerja di luar seperti pria. Jika kedua orang masing-masing memiliki pekerjaan, Sang Istri mungkin harus lebih banyak berkontribusi dalam mengurus keluarga, sehingga stabilitas keluarga sebagian besar terkait dengan seorang istri.   

Seberapa besar Hati seorang istri, akan menentukan seberapa besar kesuksesan Suami

Suatu keluarga itu Bahagia atau Tidak, 80% tergantung pada Sang Istri. Dari penampilan fisik dan penampilan mental seorang Wanita, kita dapat menilai status keluarganya. Seorang istri yang baik dapat mengatur kehidupan keluarganya dengan serius, memahami suaminya, pekerjaannya dan kehidupannya.

Tidak hanya itu, Dia juga akan membantu karir suaminya. Istrinya dapat melihat kelebihan suaminya, atau memberikan nasihat, dorongan dan kenyamanan ketika dia menghadapi masalah. Sehingga, mereka berdua dapat mempertahankan arah pertumbuhan bersama. 

Pepatah juga mengatakan, “Istri yang baik akan membawa banyak keuntungan bagi Suami, artinya, istri adalah obat yang paling baik.”

Pendidikan seorang istri, menentukan Masa Depan Anaknya

Terlepas dari apakah Anda mengakuinya atau tidak, dalam hubungan perkawinan, wanita selalu berkorban paling banyak untuk keluarga. Menggunakan waktu yang paling panjang untuk pendidikan anak-anaknya. Pembentukan kepribadian seorang anak yang paling penting, pada dasarnya sekitar usia tiga. Selama periode ini, interaksi antara ibu dan anak jauh lebih besar daripada interaksi dengan ayah. Jadi, Seperti apa rupa atau kepribadian seorang ibu, akan seperti apa rupa dan watak seorang anak di masa depan. 

Jika Sang ibu penuh pengetahuan, pintar, suka menolong orang lain, pemikiran positif, dan suka belajar maka pada dasarnya, anaknya akan mengikuti semua tradisi dan kebiasaan baik ibunya. Kebiasaan-kebiasaan baik yang terbina saat anak-anak, pada akhirnya akan  langsung menentukan kepribadian dan prestasi karier anak di masa dewasa.  

Pepatah Tiongkok menekankan,”istri yang baik dapat membawa kemakmuran keluarga selama tiga generasi”.

Seorang istri yang baik, tidak hanya dapat membantu suaminya mengelola uang, tetapi juga mengolah dan mendidik anak-anak. Sehingga Tradisi keluarga yang baik dapat diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. 

Namun, tidak ada orang yang dilahirkan untuk menjadi istri yang baik secara Alami. No One is Naturally Born a good wife. Bahkan, istri yang baik tumbuh dan berkembang selangkah demi selangkah di kemudian hari. Sebaliknya, yang menentukan seorang istri itu baik atau tidak, kuncinya tergantung pada suami.

Mungkin ada Banyak suami yang mengeluh bahwa istri mereka telah berubah. Mereka dulunya suka berdandan, agak genit, dan imut ketika mereka jatuh cinta. Sekarang sebaliknya, mereka tidak bermake-up dan berbicara kurang enak di dengar.

Tetapi ketika suami mengeluh, mereka lupa setelah menikah sang suami tidak lagi membeli kosmetik untuk istri, atau sang suami jarang atau tidak pernah membantu pekerjaan rumah tangga di rumah.

Jadi, sesudah pernikahan, bukan istri yang telah berubah, tetapi sikap suami terhadap istri yang telah berubah. 

Suami berharap istrinya tampak cantik seperti seorang putri kerajaan setiap hari, tetapi suami ingin dia memasak seperti seorang pengasuh atau Bibi, bersikap lemah lembut dan penuh pengertian. Sang Suami juga menginginkan istri untuk mengurus pekerjaan rumah anak-anaknya. Atau, jika berharap istri bisa menggunakan uang sesuka hati, namun juga mengharuskan dia belanja di Mall saat diskon besar-besaran.

Mengapa istri tidak memakai riasan, karena dia benar-benar tidak ada waktu. Ketika anak mereka tertidur, dia harus bergegas mencuci pakaian.

Mengapa istri kadang sering mengeluh, karena suami tidak pernah mendengar suara hati istrinya.

Peran istri menentukan keuangan keluarga
Peran istri menentukan keuangan keluarga kaya atau tidak (Image: Italian Vagabond)

Mengapa istri kadang banyak curiga, karena Suami tidak pernah memberinya rasa aman. Sebenarnya, seorang wanita bukan peduli harus memiliki berapa banyak Tas LV, melainkan mereka lebih peduli perhatian dan rasa hormat dari suaminya.

Just like grandma says, Peran istri menentukan keuangan keluarga itu kaya atau tidak, kunci utama tergantung pada istri. Lalu, Apakah istri itu baik atau tidak, kunci utama tergantung pada suaminya. Sebagaimana suami memperlakukan istrinya, sebagaimana juga istri akan memperlakukan keluarga Mereka.  Jadi, Bagaimana Istri memperlakukan keluarganya, akan menentukan keluarga Mereka kaya atau tidak.