Peran Serum Institute of India

Peran Serum Institute of India dalam Covid-19 di India dan dunia. Serum Institute of India merupakan produsen vaksin terbesar di dunia (lebih dari 1,5 miliar dosis). Dalam dua bulan terakhir, perkembangan kemajuan vaksin Covid-19 telah menjadi perhatian Dunia. Hal utama yang didiskusikan adalah kapan vaksin virus Corona ini akan tersedia? Vaksin negara mana yang akan keluar lebih dulu? Saat ini, ada lebih dari 100 tim di Dunia lagi berlomba.

Namun, Siapa pun yang berhasil mengembangkan vaksin terlebih dahulu, harus berhadapan dengan Bagaimana vaksin dapat diproduksi secara massal? Bagaimana dengan cepat dapat memenuhi permintaan global?

Tentunya sangat tidak realistis jika 7,8 miliar penduduk seluruh dunia divaksinasi dalam waktu singkat. Masyarakat yang divaksinasi harus dibagi berdasarkan prioritas. Meski bagaimanapun, kapasitas produksi vaksin yang dibutuhkan dunia sangatlah besar.

Peran Serum Institute of India

Menurut Badan Perencanaan dan perhitungan WHO, Batch pertama vaksin akan diprioritaskan kepada para Staf Medis dan pekerja layanan sosial. Batch kedua akan diberikan kepada orang-orang yang berusia di atas 65 tahun dan kelompok orang berisiko tinggi dengan penyakit mendasar. Jumlah total kedua kelompok ini berkisar 1,5 miliar hingga 1,6 miliar orang.

Berdasarkan perhitungan ini, WHO membutuhkan 3,6 miliar vaksin. Karena setiap orang mungkin perlu menyuntikkan rata-rata dua dosis. Termasuk mempertimbangkan tingkat keusangan 15% selama produksi dan penggunaan vaksin. 

Tentu saja, permintaan juga tergantung pada banyak faktor kompleks lainnya. Seperti kemanjuran vaksin. Jika efek imunitas vaksin tidak bertahan lama atau perlu suntikan dua kali keatas, maka permintaan kapasitas produksi akan semakin besar.

Jadi, dari mana asal produksi vaksin skala besar? 

Pada bulan Juni yang lalu, PBB membuat statistik dan perkiraan kapasitas produksi dunia. China tentu saja memainkan peran yang sangat penting dalam hal ini. China diharapkan dapat menyumbang lebih dari 19% total kapasitas produksi. Sedangkan, India akan menyumbang 22% dari kapasitas produksinya tahun ini. India adalah produsen utama obat-obatan generik. Namun dalam bidang medis, India memiliki identitas lain, yaitu negara Produsen vaksin terbesar Dunia. 

Bloomberg Businessweek edisi Agustus lalu mewawancarai CEO perusahaan dan Peran Serum Institute of India.

Tahukah Anda Berapa kapasitas produksi perusahaan ini? Jawabannya, Dua miliar vaksin setahun. 

Apa artinya? 

Produsen vaksin terbesar kedua di dunia, Sanofi, Pemimpin Global dalam perawatan kesehatan manusia asal Prancis hanya mencapai setengah dari kapasitas produksi Serum Institute.

Dewasa ini, ada beberapa tim yang paling cepat dalam pengembangan vaksin Covid-19. Salah satunya, Yaitu vaksin vektor adenovirus yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan perusahaan farmasi AstraZeneca. AstraZeneca telah mencapai kesepakatan dengan Serum Institute of India. Jika pengembangan vaksin berjalan dengan baik, Serum Institute akan memproduksi 1 miliar vaksin dalam satu tahun ke depan. 400 juta diantaranya akan diproduksi pada akhir tahun 2020.

Tentu saja, masih banyak ketidakpastian dalam timeline ini. Karena kita masih belum mengetahui secara spesifik vaksin mana yang akan dikembangkan terlebih dahulu. Selain itu, belum pasti berapa banyak orang yang bisa mendapatkan keuntungan dari vaksin itu. Disamping itu, suatu vaksin mungkin memerlukan beberapa suntikan. Jika setiap orang membutuhkan dua suntikan, berarti kapasitas produksi Serum hanya dapat melayani 500 juta orang setahun.

Keunggulan Utama dari Serum Institute adalah murah. Menurut CEO Serum Institute, 100 juta vaksin Covid-19 akan dijual kepada negara-negara berpenghasilan rendah. Harga vaksin tersebut dibatasi sekitar 3 Dolar. Sebaliknya, harga vaksin yang dipasok ke negara-negara berpenghasilan tinggi akan berkisar US$13.

Perkiraan harga perusahaan penelitian dan pengembangan vaksin lainnya berkisar antara 20 hingga 40 dolar AS.

Anda mungkin penasaran, mengapa India bisa begitu kompetitif dalam pembuatan vaksin?

“Bloomberg Businessweek” menganalisis dalam 20 tahun terakhir, perusahaan farmasi Global tidak suka berinvestasi dalam produksi vaksin. Karena proses pengembangan vaksin sangat mahal dan resikonya juga tinggi. Kadang-kadang ketika R&D vaksin baru berhasil ditemukan, tetapi wabah epidemi telah berlalu. Akibatnya, investasi R&D akan sia-sia. 

Sebaliknya, banyak perusahaan farmasi besar lebih suka berfokus pada terapi kanker dan biofarmasi. Bisnis vaksin dalam kenyataannya, adalah bisnis yang pahit dan kurang menguntungkan.

McKinsey mengeluarkan laporan di tahun 2019. Laporan tersebut menunjukkan,”kapasitas produksi empat raksasa vaksin besar dunia pada dasarnya tidak meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kalaupun mereka masih membuat vaksin, perusahaan tersebut lebih cenderung membuat vaksin yang sangat kompleks dan mahal.”

Namun demikian, permintaan vaksin bukannya tidak berarti. Di negara berkembang seperti India sendiri, permintaannya masih sangat besar. Saat ini, India secara keseluruhan menyumbang 60% kapasitas produksi vaksin global. Dimana Serum Institute merupakan produsen terbesar di India dan di dunia.

Sejarah perusahaan Serum Institute sangatlah menarik. Serum institute adalah bisnis keluarga. Pendanaan paling awal berasal dari kakek CEO saat ini. Tahukah Anda, Bisnis apa yang dilakukan Serum Institute saat itu? 

Anda tidak akan pernah membayangkan bahwa mereka adalah peternak pacuan kuda paling sukses di India. Pacuan kuda adalah kegiatan yang menarik bagi para bangsawan British India pada saat itu.

Pertanyaannya, “Bagaimana peternak pacuan kuda kemudian memulai bisnis vaksin?”

India telah merdeka dalam generasi ayah CEO di tahun 1947. Jadi, tidaklah cocok untuk terus melakukan bisnis aristokrat saat ini. Keluarga mereka mulai bertanya-tanya apa yang bisa mereka lakukan untuk melayani warga sipil. Tiba-tiba mereka menyadari bahwa Bisnis Serum memiliki potensi sebagai obat sangatlah bagus.

Mengapa? 

India memiliki dua jenis obat yang sangat dibutuhkan. Salah satunya adalah serum “anti bisa” saat seseorang digigit ular. Dan yang lainnya adalah suntikan tetanus. Kedua obat ini diproduksi dengan cara menyuntikkan sedikit racun atau bakteri ke dalam tubuh kuda untuk membentuk serum antibodi. Ini merupakan cara paling tradisional dalam pembuatan vaksin di India.

Saat itu, keluarga Serum Institute sering menjual kuda pacu pensiunan kepada pemerintah India. Pemerintah yang bertugas menyelesaikan produksi vaksin. Daripada melihat keuntungan vaksin harus jatuh ke tangan pemerintah, Keluarga Serum Istitute mulai merenungkan untuk mengambil alih bisnis vaksin ini.

Akhirnya, mereka menjadi pemasok kelas bawah, dan melakukannya sendiri. Maka pada tahun 1966, Institut Serum didirikan dan memasuki bisnis vaksin sampai hari ini.

Pada Saat itu, produksi vaksin pemerintah India dilakukan di beberapa laboratorium lama. Tentu saja dengan efisiensi yang sangat rendah, tetapi dengan biaya tinggi. Karena, Serum Institute mengadopsi model manajemen yang lebih baik, sehingga keunggulan kompetitifnya segera terlihat jelas.

Secara kebetulan, keluarga Serum Institute berhasil menangkap peluang vaksin di tahun 1971. Vaksin MMR (campak, gondongan dan Rubella) berhasil dikembangkan dan ada permintaan besar saat itu. Termasuk, dimulainya kampanye internasional memberantas penyakit cacar dan poliomielitis. 

Serum Institute berhasil memanfaatkan momentum ini. Mereka mulai berinvestasi dalam produksi vaksin berskala besar. Ketika CEO saat ini mengambil alih jabatan, mereka sudah mengekspor vaksin ke 35 negara.

CEO Serum saat ini, Adar Poonawalla, seorang “pasca-80-an” yang menerima pendidikan modern di Inggris. Mungkin karena alasan inilah, dia memiliki visi yang lebih besar untuk bisnis keluarganya.

Saya rasa dari kantor CEO ini, Anda bisa merasakan ambisinya. Kantornya berbentuk pesawat Airbus A320. Ya, Anda tidak salah dengar. Kantornya berupa pesawat dengan 180 kursi plus 10 ruang pertemuan yang telah di modifikasi. Di tambah, satu kamar tidur mewah tingkat hotel bintang lima.

Di bawah manajemen CEO ini, Serum Institute  berhasil mengembangkan bisnisnya di 6 negara baru setiap tahun. Dewasa ini, mereka telah menjadi pemasok vaksin di 140 negara. Bisnis mereka memiliki keuntungan yang sangat kecil. Tetapi, bisnis perputaran sangat cepat.

Menurut Bloomberg Businessweek, pendapatan tahunan Serum Institute sekitar $780 juta. Sangat disayangkan, perusahaan ini bukan merupakan perusahaan Publik. Sehingga, Anda tidak dapat membeli sahamnya.

Era Epidemi baru

Pada bulan Maret yang lalu, WHO mengumumkan bahwa Covid-19 merupakan wabah pandemi sedunia. CEO Serum langsung membangun fasilitas baru. Fasilitas baru ini akan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan sebesar 1 miliar dalam waktu tiga tahun. Tentu saja biayanya juga sangat tinggi. Total investasi menghabiskan lebih dari $ 400 juta.

Bagaimana kapasitas ini bisa dialokasikan? 

Sebenarnya, Kebutuhan India sendiri sangat besar. Bayangkan, kota-kota di India memiliki kepadatan penduduk yang sangat tinggi. Dengan banyak daerah kumuh perkotaan. Sehingga begitu sulit bagi India untuk mengendalikan epidemi melalui sosial distancing. Hal ini membawa tekanan berat bagi Pemerintah India.

Itulah sebabnya, Serum Institut harus mempromosikan produksi dan pengembangan vaksin. Menurut CEO Serum Institute, mereka berharap dapat menyerahkan setengah dari kapasitas produksi vaksin ke India. Sedangkan, sisa kapasitas akan dialokasikan secara global.

Kalau begitu, Anda mungkin penasaran. Dengan investasi yang begitu besar yang akan selesai dalam 3 tahun, dimana sangat berkemungkinan wabah Covid-19 telah bisa dikendalikan setelah 3 tahun. Kalau begitu tidak ada permintaan besar untuk vaksin, Bukankah Serum Institute akan rugi tanpa hasil?

“Bloomberg Business Weekly” menyebutkan, ahli epidemiologi sekarang memiliki kekhawatiran bahwa umat manusia telah memasuki era epidemi baru yang berbahaya. Dalam 20 tahun terakhir, masyarakat Dunia telah mengalami 6 kali wabah virus yang serius, seperti SARS, atau Ebola. Penyebaran frekuensi virus ini telah memecahkan rekor masa lalu.

Peran Serum Institute of India
Peran Serum Institute of India (Image: SCMP)

Alasannya sangat jelas. Pertama, banyak aktivitas manusia terus-menerus mengikis batas-batas ekologis. Hal ini menyebabkan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk “kontak langsung” dengan virus hewan. Alasan lainnya, jaringan transportasi global yang semakin maju, sehingga penyebaran virus menjadi semakin mudah. Kedua alasan ini telah meningkatkan kemungkinan epidemi skala besar di antara manusia.

Just like grandma says, Apa artinya bagi Peran Serum Institute of India? Artinya, kapasitas produksi mereka tidak hanya melayani wabah penyakit tajuk baru. Tetapi juga untuk penyakit epidemik lain yang mungkin muncul di masa depan. Tentu saja, kita juga membutuhkan cadangan tersebut. Karena yang ingin kita lawan bukanlah pertempuran pemusnahan, tetapi pertempuran jangka panjang dengan virus.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.