Advertisements

Perang Kuantum AS dan China

Perang Kuantum AS dan China tak terhindarkan. Kita mungkin mengira bahwa suatu objek atau benda selalu bisa terbagi tanpa batas. Misalnya dengan pisau, kita bisa memotong dan membagi benda menjadi dua bagian. Tetapi kenyataannya, partikel atau energi dari satu objek, pada akhirnya, selalu hadir dalam satu salinan. Tidak dapat dibagi-bagi. Planck dan Einstein menamakannya,” kuantum.”

Misalnya lagi, cahaya yang kita temui setiap hari sebenarnya terdiri dari satu bagian energy. Einstein menyebutnya kuantum cahaya.

Kuantum kecil ini pada dasarnya berbeda dari objek makroskopis. Ilmu yang mempelajari hukum-hukum gerak kuantum, atau lebih dikenal sebagai mekanika kuantum.

Persaingan dan perang kuantum AS dan China

Para ilmuwan menyimpulkan aturan-aturan kuantum sebagai berikut:

  • Quantum tidak dapat dikloning: manusia tidak dapat mereplikasi kuantum yang tidak diketahui kondisinya.
  • Superposisi kuantum: Umpamakan kita Memasukkan seekor katak ke dalam kotak yang 50% kemungkinan akan terbunuh oleh bahan radioaktif didalamnya. Sebaliknya, masih ada 50% kemungkinan bahan radioaktif tidak akan membunuh katak. Sebelum kita membuka kotak tersebut, kita tidak tahu apakah katak itu masih hidup atau sudah mati. Keadaan katak saat ini dinamakan kondisi superposisi kuantum. Pada saat kita membuka kotak, kita dapat melihat dua situasi. Katak itu masih hidup atau sudah mati. Kuantum, tepatnya berada dalam berbagai keadaan superposisi. Posisi paling atas atau posisi paling bawah.
  • Keadaan terjerat kuantum: Setelah dua partikel dalam keadaan terjerat dipisahkan, tidak peduli partikel terpisah seberapa jauh, jika salah satu kuantum berubah, kuantum lainnya segera ikut berubah. Persis seperti Elektrokardiogram.
  • Pengamatan kuantum yang tidak akurat dan tidak lengkap: Dalam mekanika kuantum, tidak ada istilah keadaan kuantum posisi yang jelas, dan momentum eksplisit kuantum.  Bukan karena manusia belum ada instrument eksperimental yang akurat.

Arah pengembangan yang berbeda

Kunci pengembangan Kuantum China berfokus pada “komunikasi kuantum”. “Daya saing paling inti dalam komunikasi kuantum, adalah keamanan mutlak dalam proses transmisi informasi.”

Sedangkan, Arah pilihan Amerika Serikat berfokus pada “komputasi kuantum.”

CIA dan NASA telah berinvestasi di bidang komputer kuantum Google. Mereka lebih mementingkan kecepatan proses komputasi kuantum. Di beberapa sektor, komputer kuantum dapat memecahkan masalah dimana komputer tradisional membutuhkan waktu jutaan tahun untuk memecahkan kata sandi berbasis RSA (algoritma enkripsi Internet saat ini).

Walaupun AS dan China masing-masing berkembang kearah fokus yang berbeda, Namun akhirnya, mereka akan bertemu dalam bidang komputasi kuantum.

Perang Kuantum AS dan China
Baik AS maupun China telah berinvestasi besar-besaran dalam SDM dan teknologi Komputasi Kuantum

Persaingan dalam komputasi kuantum

Ronde pertama

China juga sangat aktif mengembangkan teknologi komputasi kuantum. Dalam Dunia komputasi kuantum, persaingan utama terletak pada superkonduktor dan semikonduktor. Di antara mereka berdua, China memilih solusi semikonduktor.

Pada tanggal 9 Desember 2015 yang lalu, NASA dan Google berhasil menciptakan komputer pertama yang benar-benar menggunakan komputasi mekanisme kuantum. Dan mengklaim bahwa kode komputer D-WAVE2X dapat mencapai seratus juta kali dari kecepatan komputer tradisional.  

Pada hari berikutnya, jaringan berita satelit Rusia juga merilis berita tim peneliti Professor Du dari Universitas Sains dan Teknologi China berhasil membuat komputer kuantum pertama di dunia. Dengan waktu satu detik dapat memecahkan kata sandi yang memerlukan waktu sekitar sepuluh tahun bagi komputer tradisional.

Saat ini, Komputer kuantum Google hanya berspesialisasi dalam tautan tertentu. Algoritma Google Annealing dapat melampaui komputer tradisional dalam tautan spesifik dan aplikasi tertentu. Tetapi masih belum universal.

Penelitian dan kemajuan AS dan China dalam komputasi kuantum merupakan tonggak penting dalam peradaban manusia. China dan Amerika Serikat telah membawa Dunia menuju teknologi informasi ke Era baru. Tit for tat AS dan China tak terelakkan.

Singkatnya, Amerika Serikat sementara memimpin didepan, dan China mengejar dengan cepat.

Ronde Kedua

Belum lama ini, berita gembira dari MIT yang berhasil mengintegrasikan sistem pemrosesan informasi kuantum kedalam satu chip. MIT telah mencapai langkah penting dalam chip prototipe baru. Chip tersebut dapat menangkap ion di medan listrik. Dengan menggunakan optik bawaan, chip tersebut dapat mengarahkan laser ke setiap ion yang berbeda.

Sementara pada waktu yang berdekatan, CCTV juga mengumumkan hasil pencapaian mereka tentang terobosan kuantum di bawah kepemimpinan Professor Guo dari Akademi Ilmu Pengetahuan China. Akademi tersebut berhasil mengembangkan chip kuantum semikonduktor.

Just like grandma says, Chip kuantum itu setara dengan “otak” komputer kuantum masa depan. Chip kuantum ini dapat merealisasikan operasi logika kuantum dan pemrosesan informasi. Dengan adanya komputasi, penyimpanan data kuantum dan teknik kontrol dapat semakin ditingkatkan.

Advertisements
Categories: Perang Kuantum

1 thought on “Perang Kuantum AS dan China

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: