Advertisements

Perangkap Thucydides AS-China

Perangkap Thucydides AS-China apakah akan terelakkan. Perang Dagang AS-China, banyak orang khawatir akan beralih ke bentrokan langsung. Atau lebih dikenal sebagai “Perangkap Thucydides’. Munculnya suatu kekuatan besar. Dan menantang kekuatan besar sebelumnya. Yang seringkali membawa konflik. Bahkan perang.

Perangkap Thucydides AS-China

Dalam 500 tahun sejarah manusia, ada 16 perangkap besar Thucydides. 12 di antaranya berakhir dengan perang. Dan 4 kalinya berhasil dihindari.

Perangkap Thucydides berasal dari usulan profesor di Sekolah Pemerintahan Kennedy Universitas Harvard, Graham Allison. Perangkap pertama yang berhasil dihindari, terjadi pada akhir abad ke-15. Dimulainya Zaman Navigasi Besar. Navigator Portugis, Bartolomeu Dias melayari Tanjung Afrika. Dan membuka rute Eropa ke India. Menjadikan Portugis sebagai hegemoni dunia.

Namun, kemudian muncullah kekuatan baru. Spanyol. Tetangganya Portugis. Spanyol baru saja menyelesaikan reunifikasi pada waktu itu. Dan belum termasuk saingan Portugis. Tetapi, kemudian munculnya Columbus menjadikan tantangan serius bagi Portugis.

Columbus sebelumnya, meminta sponsor dari raja Portugis untuk perlayaran dunia. Sayangnya, ditolak. Lalu, Ia berpaling menerima dukungan dari Raja Spanyol. Akhirnya, Columbus menemukan Dunia Baru, namanya Amerika. Dan mulailah rute barunya. Kekuatan Spanyol lagi naik daun. Dan langsung menantang Portugis. Merampas kepemimpinan perdagangan globalnya.

Tetapi, pertikaian dapat dihindari. Pada saat kompetisi sengit, Spanyol mencari bantuan dari Paus Alexander VI. Pendapat Paus Alexander VI harus ditaati. Kedua negara ini tidak berani membangkangnya. Karena jika mereka tidak patuh, Paus Alexander dapat mengusir mereka dari gereja. Dan Legitimasi aturan akan menjadi masalah. Legitimasi, adalah hal yang jauh lebih penting bagi kedua negara. Di bandingkan konflik kekuasaan. Yang harus tetap dipertahankan bagaimanapun juga.

Pada akhirnya, di bawah mediasi Paus Alexander, kedua negara menandatangani perjanjian membagi kekuatan Garis Perbatasan. 46 derajat dan 37. Garis batas bagian Barat dikuasai Spanyol. Dan Garis batas bagian timur milik Portugis. Kedua negara mematuhi perjanjian ini. Sehingga tidak ada perang. Pengejaran terhadap kepentingan yang lebih tinggi, dapat menghindari perangkap Thucydides.

Contoh kedua tanpa perang dan berhasil menghindari Perangkap Thucydides. Terjadi pada akhir abad ke-19. Pada saat itu, AS baru saja menyelesaikan Perang Sipil. Menyatukan pasar nasional. Dan memulai revolusi industri kedua. Kekuatan ekonomi AS segera melampaui kekuatan hegemoni dunia saat itu. United Kingdom.

Setelah Theodore Roosevelt menjabat sebagai presiden AS, tonase Angkatan Laut AS meningkat dua kali lipat. Hanya dalam satu dekade. Hegemoni saat itu, si Inggris tentu merasa terancam.

“Nah, dalam menghadapi ancaman dari AS, mengapa Inggris tidak meluncurkan perang?”

Salah satu keunggulan dari Inggris, adalah Inggris sangat hebat dalam mengendalikan “kegagalannya”. Mereka bersedia tunduk kepala. Mengakui kelemahannya. Mungkin ada yang merasa Inggris terlalu pengecut. Tetapi, paling tidak perang dapat dihindari.

Dalam Perang Revolusi Amerika, Inggris berhasil dikalahkan. Pada tahun kedua penyerahannya, Inggris langsung menjalin hubungan diplomatik dengan AS. Dan kemudian mengembangkan perdagangan dengan Amerika Serikat. Dalam hal perdagangan dan keuangan, Inggris secara tidak langsung telah menguasai AS.

Pada awal abad ke-20, Inggris telah sepenuhnya mengakui posisi dominan Amerika Serikat di Belahan Dunia Barat. Pada Perang Dunia selanjutnya, AS menjadi pendukung kuat Kerajaan Inggris. Amerika Serikat memberikan dukungan finansial dan persenjataan kepada Inggris. Sampai Ketika Perang Dunia II, Amerika Serikat langsung bergabung perang. Membantu Inggris mengalahkan Jerman.

“Kerajaan Inggris tidak hanya menghindari perang dengan menunjukkan kelemahan. Tetapi juga mengubah hegemoni dunia di masa depan menjadi sekutu mereka sendiri.”

Contoh Kasus sukses ketiga, adalah perang dingin yang kita kenal saat ini. Perang dingin AS-Uni Soviet. Setelah Perang Dunia II, Uni Soviet mulai memperluas kekuatannya di Eropa. Menyebabkan rasa krisis yang kuat terhadap AS.

Pada tahun 1949, Uni Soviet menciptakan bom nuklir sendiri. Menggoyahkan monopoli AS tentang senjata nuklir. Delapan tahun kemudian, Uni Soviet meluncurkan satelit buatan pertama dalam sejarah manusia. Satelit Sputnik. Yang juga melampaui AS dalam posisi terdepan dalam sains dan teknologi.

Pada saat yang sama, ekonomi Soviet juga sangat kuat. Sampai diramalkan bahwa ekonomi Soviet akan melampaui Amerika Serikat pada pertengahan 1980-an. Jadi konsensus lingkaran politikus Amerika pada saat itu adalah, Uni Soviet ingin mendominasi seluruh benua Eropa. Dan Uni Soviet tidak dapat hidup berdampingan dengan Amerika Serikat. Karena itu, AS mengambil segala cara, selain perang untuk melawan kebangkitan Uni Soviet.

Akibatnya, Perang Dingin AS-Uni Soviet berubah menjadi Perang Panas. Krisis rudal Kuba. Strategi AS mengalami transformasi yang sangat besar. Krisis Rudal Kuba membuat Presiden AS, JFK menyadari bahwa Amerika Serikat baru saja berpapasan dengan perang nuklir. Yang terlalu berbahaya. Krisis ini mengingatkan kedua negara untuk membuat perubahan strategi nasional mereka.

Pertama, Amerika Serikat dan Uni Soviet harus membentuk mekanisme komunikasi yang lancar. Gedung Putih dan Kremlin mendirikan hotline kontak darurat. Di mana pemimpin kedua negara adidaya dapat berkomunikasi secara langsung.

Perangkap Thucydides AS-China
Perangkap Thucydides AS-China, akan terhindarkan?

Kedua, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengambil inisiatif untuk membatasi garis perbatasan dalam persaingan. AS dan Uni Soviet menandatangani “Perjanjian Larangan Uji Nuklir Parsial,”. Melarang semua uji coba nuklir di daratan. Tentara di kedua belah pihak tidak boleh saling menembak. Atau mengebom satu sama lain. Dan tidak boleh ada kecelakaan dalam lingkungan kekuasaan masing-masing.

“Ini setara dengan menggambar suatu lingkaran di antara kedua negara. Di luar lingkaran ini, Masing-masing boleh bersaing. Tetapi hal-hal di dalam lingkaran ini, tidak boleh tersentuh sama sekali.”

Just like grandma says, zaman telah berubah. Kita hanya bisa merujuk strategi ini sekarang. Menurut saya, nilai terbesar dari kasus-kasus ini adalah kita bisa melihat bahwa Perangkap Thucydides AS-China bukan “TIDAK ada jalan keluar’. Yang paling saya sukai adalah konsep “sekutu kompetitif”. Konsep ini mengingatkan bahwa hubungan antar negara adalah hubungan “dialektika dan likuiditas”. Yakni menemukan keseimbangan dalam persaingan dan kerja sama dalam dinamika.

Advertisements
Categories: Perangkap Thucydides AS-ChinaTags: , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: