Perbandingan Unicorn AS-China

Perbandingan Unicorn AS-China mungkin bisa menjadi referensi bagi pengembangan startup Digital di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu Negara yang perkembangan startupnya begitu cepat meningkat. Pertumbuhan startup ini membantu peningkatan perekonomian Indonesia. Status startup sebagai “unicorn” sudah di raih oleh empat perusahaan Indonesia. Diantaranya, Tokopedia, Gojek, Traveloka dan Bukalapak. Yang memang sudah tidak asing bagi kita semua.

Status unicorn mengandung arti, bahwa startup tersebut sudah memiliki nilai valuasi lebih dari usd1Milyar.

Perbandingan Unicorn AS-China

Unicorns di China

Berdasarkan statistic di pertengahan tahun 2018, jumlah unicorn di China telah mencapai 155 startups. Dengan total nilai valuasi usd668Milyar. Kebanyakan dalam bidang seperti fintech, transportasi, AI, big data dan 19 sektor lainnya.

Kebanyakan mereka berlokasi di daerah yang berfokus di Beijing, Shanghai, Hangzhou, Shenzhen plus 16 kota lainnya.

Secara rinti, unicorn terbanyak berpusat pada bidang fintech. Ada 20 startups. Dengan total valuasi usd 262Milyar.

Yang kedua, di bidang transportasi. Ada 7 startup dengan valuasi usd 68Milyar.

Selanjutnya, adalah startup di bidang e-commerce. Dengan jumlah 28 startup. Total valuasi usd 53Milyar.

Dari segi lokasi, Beijing adalah kota dengan startup terbanyak di China. Ada 67. Dengan valuasi yang sangat tinggi juga, usd249Milyar.

Menempati urutan kedua, kota Shanghai. Dengan jumlah 33 startups. Adapun total valuasi usd102Milyar.

Sedangkan, Hangzhou menempati urutan ketiga. 18 startups dengan usd224Milyar valuasi secara total.

Dan kota urutan yang keempat, Shenzhen. Ada 14 startups dengan total valuasi usd56Milyar.

Unicorn di US

Berdasarkan waktu statistic yang sama, pertengahan tahun 2018 yang di lakukan oleh CB Insights. Perbandingan Unicorn AS-China, Jumlah unicorn di Amerika mencapai 125 startup. Dengan total valuasi usd436Milyar. Sekitar se per delapan puluh persen total unicorn di China. Dan se per 65% total valuasi dari China. Size does matter. Total penduduk China hampir lima kali lipat penduduk Amerika.

Seperti halnya di China, unicorns Amerika kebanyakan berhubungan dengan bidang transportasi, corporate service, financial atau fintech, big data dan 26 sektor lainnya. Yang terfokus pada kota-kota seperti Silicon Valley, San Fransisco, New York, Los Angeles dan 23 kota lainnya.

Dari segi valuasi, unicorn di Amerika hampir sama dan mendekati unicorn valuasi China. Unicorn dengan nilai valuasi lebih dari usd10Milyar ada 9 startups. Dengan total valuasi usd 212Milyar. Atau menduduki 48.6% dari total nilai valuasi unicorn.

Di antara top10 Unicorn secara global, masing-masing 5 unicorn di tempati oleh US-China. Tetapi, hanya dengan Ant Financial saja, anak perusahaan Alibaba yang telah memiliki nilai valuasi lebih dari usd 150Milyar. Melampaui semua jumlah nilai total valuasi dari Top10 unicorn Global.

Bila di lihat dari segi nilai valuasi, unicorn dari China mempunyai nilai valuasi yang rata-rata lebih tinggi dari Amerika. Sekitar usd4.3Milyar. sedangkan, nilai valuasi unicorn Amerika rata-rata usd 3.4Milyar.

Sedangkan dari industri Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan, China telah memiliki 7 Unicorns, dengan total valuasi sebesar usd22.3Milyar. sedangkan, Amerika hanya memiliki satu unicorn dengan nilai valuasi sekitar usd1.6Milyar.

Baru-baru ini, penilaian terbaru perusahaan unicorn untuk AI dari China, Sensetime Technology, telah mencapai usd7Milyar. Menjadikan Sensetime sebagai unicorn AI paling besar dan bernilai di dunia.

Di sejumlah sector seperti di bidang teknologi dirgantara, teknologi bangunan, pencetakan 3D, VR, AR, maupun teknologi bersih ataupun sumber energy baru, di Amerika telah muncul beberapa unicorn. Sedangkan, dalam bidang tersebut, China masih belum ditemui unicorn yang berpotensi.

Perbandingan Unicorn AS-China
AS-CHina adalah negara yang menciptakan Unicorns terbanyak di dunia

Pemerintahan Jokowi sangat mendorong pertumbuhan unicorn di Indonesia. Dan beliau mau lebih banyak unicorn yang muncul. Bahkan sampai intervensi ke Negara lain. Walaupun dari pihak pemerintah kurang terlihat kebijakan yang bisa mendukung pertumbuhan suatu unicorn.

Again, just like grandma says, memasuki era revolusi industry 4.0 yang digambarkan 3000 kali lebih cepat dari revolusi pertama. Ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh startup di tanah air.

Oleh karena itu, bagaimana memperluas wawasan, dan berpikir out of box untuk membangun visi besar Indonesia di masa depan. Semoga perbandingan Unicorn AS-China bisa membantu anak-anak muda kita untuk bisa berdiri di atas pundak raksasa, Dan melihat lebih jauh.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.