Perbedaan antara Sains Teknologi dan Inovasi Teknologi

Perbedaan antara Sains Teknologi dan Inovasi Teknologi dalam kebijakan revitalisasi. Dalam wabah Pandemi virus corona saat ini, tanpa disadari telah memacu perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Tak terkecuali Indonesia. Virus Covid-19 yang merajalela di awal tahun, membawa hikmah yang besar bagi dunia sains. Fakta yang menarik, ternyata di tengah pandemi Indonesia juga mampu menghasilkan sejumlah inovasi, yang sebelumnya mungkin tidak pernah terpikirkan.

Misalnya, ventilator yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Produk Ventilator tersebut membantu tenaga medis khusus pasien Covid-19 yang membutuhkan alat bantu pernapasan. Selain itu, riset-riset terkait perawatan dan obat-obatan seperti vaksin dan sebagainya.

Sebelum kita melangkah lebih jauh, Ricky ada satu pertanyaan. Umpamanya Anda adalah seorang Gubernur. Jika Anda ingin membangun kota tertentu di Indonesia menjadi pusat Inovasi dunia, Apa yang akan Anda lakukan?

Perbedaan antara Sains Teknologi dan Inovasi Teknologi

Pertanyaan ini sangat terbuka. Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, pertama-tama kita harus mengklarifikasi di mana posisi kita sekarang. Kemudian kita harus jelas ke mana kita akan pergi. Kita baru dapat memberikan saran. Dalam banyak hal, ada banyak pendapat kurang meyakinkan karena dua hal pertama tidak dijelaskan dengan jelas.

Mengenai kebijakan pembangunan iptek, kita perlu jelas posisi dan tujuan kita. Terlebih dahulu kita harus menggambarkan jalurnya. Yaitu memahami Perbedaan antara Sains Teknologi dan Inovasi Teknologi.

Apa sebenarnya ketiga hal itu? 

Jika Anda tidak memahami perbedaannya, justru akan mengacaukan pencapaian teknologi dengan pencapaian ilmiah, Anda tidak akan dapat berbicara tentang bagaimana cara mengembangkannya.

Sains dan teknologi adalah dua kata yang berbeda. Tetapi setelah kita menemukan kata “teknologi”, kita sering mencampur adukkan bersama konsep ini. Jadi Sederhananya, Sains adalah membuat uang menjadi pengetahuan ilmiah atau Sains. Teknologi adalah membuat pengetahuan menjadi uang. Sains di sini umumnya mengacu pada sistem pengetahuan manusia. Termasuk ilmu non eksperimental seperti matematika dan ilmu komputer.

Sains adalah sebuah sistem. Sebuah bangunan. Kontribusi untuk sains adalah menambahkan batu bata pada bangunan ini. Atau memperkuat fondasinya. Bukannya, membangun dapur baru di luar gedung.

Tentu saja, menambahkan batu bata dan ubin pada Gedung Sains bukanlah tugas yang mudah. Karena membutuhkan banyak orang, biaya dan waktu lama. Prestasi dalam Sains biasanya tidak dapat langsung diubah menjadi uang. Jika Anda berpikir tentang cara cepat mendapatkan uang kembali ketika belajar sains, maka Anda akan sulit memfokuskan pikiran. 

Karena setiap kali Anda memikirkan uang, kita cendrung akan mengambil jalan pintas. Bakalan sulit untuk mengarahkan pikiran pada penelitian saat ini yang mungkin tidak memiliki prospek.

Mari kita melihat contoh Inggris. Mengapa Inggris dapat memberikan kontribusi besar pada sains. Hal ini dikarenakan “ orang Inggris suka Mengelamun. ” Pada bagian paling awal, ilmu pengetahuan atau Sains memang kelihatan seperti ” Mengelamun atau Omong kosong “.

Lebih spesifik, Misalnya, AI atau kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin. Awalnya, tidak ada yang tahu apa yang bisa mereka lakukan. Mereka hanya berpikir akan sangat menarik jika mereka bisa membuat mesin berpikir seperti manusia. Baru kemudian, mulai  ditemukan banyak aplikasi machine learning. Seperti big data saat ini, natural language processing, dan facial recognition.

Hal-hal inilah yang kemudian dilakukan orang-orang yang mempelajari kecerdasan artifisial. Pada masa-masa awal tidak ada hubungannya dengan orang-orang yang melakukan pembelajaran mesin saat ini. Hal ini tidak hanya terjadi di bidang kecerdasan buatan.

Namun juga teknologi 5G yang belakangan ini sangat “HOT” ternyata memiliki sejarah yang serupa. 5G sangat populer dalam dua tahun terakhir. Tetapi tahukah Anda kapan dasar ilmiahnya diletakkan? 

Anda mungkin merasa aneh. Jawabannya, pada akhir abad 20 tahun 60-an. Beberapa ilmuwan di Bell Labs menemukan sinyal multiplexing divisi frekuensi ortogonal. Atau  disebut sebagai metode OFDM. Yang sekarang menjadi kode komunikasi dasar 5G.

Jangkankan 5G, bahkan komunikasi 1G pun belum terwujud saat itu. Sekelompok ilmuwan tersebut belum mengetahui apa kegunaan dari hal yang mereka lakukan. Namun merasa itu adalah metode baru dalam hal pengkodean informasi. Setelah metode pengkodean ini ditemukan, bangunan pengetahuan manusia mulai ditambahkan satu batu bata baru.

Bagaimana Halnya dengan teknologi?

Sains tidak bisa langsung dikonversi menjadi uang. Untuk menghubungkan prinsip Sains dengan produk yang mengubah dunia, diperlukan jembatan. Yaitu teknologi. 

Newton menemukan hukum gerak dan gravitasi. Tetapi hukum itu sendiri tidak dapat  langsung diubah menjadi mesin baru. Jadi ilmuwan seperti Watt diperlukan untuk mengubah teori ilmiah Newton menjadi mesin nyata.

Yang ditemukan Watt adalah teknologi. Tentu saja, Watt dan kolaboratornya Bolton menemukan mesin uap universal, bukan untuk hobby. Melainkan untuk bisnis. Tujuan mereka sangat jelas. Sementara itu, multiplexing pembagian frekuensi ortogonal seperti metode pengkodean telah terciptakan. Namun belum begitu dimanfaatkan.

Memasuki abad terakhir tahun 80 -an, komunikasi Internet masih belum cukup cepat. Para ilmuwan berpikir menggunakan metode ini untuk memperbaiki saluran telepon. Hasilnya, Tingkat transmisi informasi saluran telepon meningkat ratusan kali lipat. 

Ini adalah teknologi ADSL yang kita gunakan di Era awal Internet. Pada abad 21, teknologi ini telah diterapkan pada komunikasi nirkabel bergerak terkait 5G. Dari sains hingga teknologi, Anda dapat menghasilkan uang.

Baik itu suatu suatu wilayah atau perorangan. Kita harus terlebih dahulu memahami keunggulan kita sendiri, sebelum menentukan posisi kita.

Ada Beberapa tempat di dunia ini merupakan pusat ilmu pengetahuan. Beberapa tempat lainnya merupakan pusat teknologi. Namun mereka belum tentu tumpang tindih. Misalnya, Jerman. Banyak kotanya memiliki tingkat teknologi yang sangat hebat. Tetapi sejujurnya, tingkat sainsnya cuma tingkat rata-rata.

Sebaliknya, Inggris Raya pernah mencapai prestasi Sains yang tinggi. Tetapi sayangnya, saat ini tingkat teknologinya jauh lebih rendah daripada Jerman. Kesimpulannya, Teknologi tidak bisa dicampur-adukkan dengan Sains. Dua tujuan berbeda tidak dapat dicapai pada waktu yang sama. Kita hanya dapat memilih salah satunya saja.

Misalnya, Ricky mempunyai seorang teman yang bekerja di bidang Teknologi Google. Dia menjadi tertarik pada sains. Kemudian, Dia pergi ke Harvard mendalami PhD. Lalu akhirnya, mengajar di New York University sebagai profesor. Penghasilannya di perguruan tinggi langsung berkurang seperempat dibandingkan penghasilannya di Google. Namun, karena hobbinya pada sains, itulah harga yang harus dibayar.

Karena “Sains dan Kekayaan” berjarak sangat jauh, dapatkah Indonesia hanya mengembangkan teknologi tanpa mengembangkan Sains? 

Dalam waktu singkat, misalnya Satu Dekade atau Dua Dekade, tentu saja boleh. Tetapi seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi yang tidak memiliki landasan Sains tidak akan memiliki stamina. 

Dalam sejarah perkembangan ilmu dan teknologi informasi, teori-teori ilmuwan seperti Claude Shannon, yang lebih dikenal sebagai “The Father of Information Theory”. Atau, Turing maupun Von Neumann telah menyelamatkan manusia dari banyak jalan memutar. Tanpa teori-teori mereka, perkembangan teknologi manusia seperti meraba-raba dalam kegelapan.

Ketika seseorang atau suatu negara menguasai sains atau teknologi, dan ingin mengubahnya menjadi Bisnis. Ini namanya inovasi Teknologi. Ada istilah khusus di Amerika Serikat untuk menggambarkan proses ini. Namanya ” terjemahan “. Artinya, menerjemahkan sains menjadi teknologi dan kemudian teknologi menjadi bisnis atau uang. 

Para Media suka mengibaratkan seorang ilmuwan atau insinyur yang sangat berhasil ketika dia turun gunung untuk memulai bisnisnya. Akhirnya, menciptakan kekayaan besar bagi individu dan masyarakat. 

Sebenarnya, contoh semacam ini jarang terjadi. Karena kebanyakan ilmuwan tidak cocok untuk membuat produk aplikasi. Sebaliknya, seorang insinyur jauh lebih cocok dalam aspek ini. Tetapi juga sulit bagi insinyur biasa untuk mencapai kesuksesan besar segera ketika mereka memulai bisnis.

Kalau begitu, Apa kunci keberhasilan untuk berprestasi baik dalam Inovasi teknologi? 

Jawabannya, adalah kemampuan menjadi manajer produk yang baik, kata Kai-Fu Lee penulis Buku terkenal AI Superpowers: China, Silicon Valley, and the New World Order. 

Tentu saja, maksudnya bukan manajer produk dalam pengertian umum. Tetapi secara khusus mengacu pada jenis manajer produk yang aslinya berasal dari Google. Yang memainkan beberapa peran pada waktu yang sama. Peran seperti insinyur, manajer produk tradisional dan Manajer penjualan teknologi.

Contohnya, Huang Zheng pendiri Pinduoduo saingan berat Alibaba. Atau, Su Hua pendiri Kuaishou saingan berat Tik Tok. Maupun, Lin Bin salah satu pendiri Xiaomi. Mereka semula berasal dari Manajer produk Google.

Sebenarnya, Ada banyak Talenta seperti itu di perusahaan Raksasa Teknologi Tiongkok Tencent dan Alibaba saat ini. Termasuk, para talenta asal India di Amerika Serikat. Itulah sebabnya banyak orang India yang berhasil menduduki jabatan eksekutif perusahaan Teknologi Raksasa Dunia.

Apa karakteristik eksternal dari tipe insinyur baru ini? 

Mereka biasanya memiliki dua gelar. Satu Gelar teknik. Dan yang lainnya Gelar MBA. Mereka telah melakukan pekerjaan teknik dan desain produk dalam pengalaman kerjanya.

Ada beberapa daerah memiliki keterbatasan dalam perkembangan pendidikan dan akademik. Tetapi lingkungannya cocok untuk inovasi iptek. Termasuk melahirkan banyak perusahaan teknologi besar, contohnya Silicon Valley. Namun Lain halnya Boston, Amerika Serikat. Meskipun ipteknya sangat maju, namun efisiensi inovasi iptek tidak tinggi. Makanya, tidak menjadi pilihan Utama bagi talenta iptek.

Perbedaan antara Sains Teknologi dan Inovasi Teknologi
Perbedaan antara Sains Teknologi dan Inovasi Teknologi (Image: HKU)

Menggunakan uang untuk mengembangkan sains, dan kemudian menghasilkan uang melalui teknologi dan inovasi Teknologi. Pada Akhirnya, ini membentuk lingkaran tertutup. Tapi loop tertutup ini akan memakan waktu setidaknya setengah abad. Jadi jangan berharap untuk menyelesaikan semuanya sendiri.

Just like grandma says, Perbedaan antara Sains teknologi dan inovasi Teknologi seperti Orang yang berbeda memiliki keunggulan dan karier yang berbeda pula. Jangan mencampur adukkan mereka.

Perjelas keunggulan kita sendiri dulu. Berikan posisi yang jelas.  Temukan lingkungan yang tepat. Buang hal-hal yang bukan milik Anda. Ini adalah langkah pertama menuju sukses. Ini tidak hanya berlaku dalam Sains dan Teknologi. Tetapi juga berlaku untuk pekerjaan di semua lapisan masyarakat.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.