Advertisements

Perebutan Supremasi Kuantum

Perebutan Supremasi Kuantum tengah memanas antara AS-China. Terutama pengumuman Google tentang pencapaian komputer kuantumnya beberapa hari ini. Komputer kuantum Google berhasil menyelesaikan masalah yang dibutuhkan komputer tradisional selama 10.000 tahun, Google bisa memprosesnya dalam 3 menit 20 detik. Dan mengklaim sendiri sebagai “Supremasi Kuantum Pertama” di dunia. Perebutan Supremasi Kuantum antara perusahaan Raksasa Internet Dunia, maupun AS dan China kian memanas.

Laporan penelitian Google pertama diungkapkan oleh Financial Times. Dan diunggah ke situs web resmi NASA awal pekan ini. Namun sayangnya, dihapuskan oleh NASA. Dan belum ada komentar apapun dari dua belah pihak.

Perebutan Supremasi Kuantum

Mengapa raksasa internet seperti Google, Intel, IBM, Microsoft, Alibaba, dan Tencent berlomba-lomba untuk “Perebutan Supremasi Kuantum”? Apakah komputer tradisional akan ditumbangkan segera?

Pada bulan Maret 2018, Google merilis 72 chip qubit-Bristlecone; pada bulan Desember 2017, IBM merilis 50 qubit dari sistem Q IBM; Termasuk pada awal April 2018, Microsoft juga memaparkan kemajuan penelitian komputer kuantumnya.

Qubit adalah satuan pengukuran informasi kuantum. Komputer tradisional menggunakan biner. Satu bit adalah 0 atau 1. Kuantum Qubit juga menggunakan biner. Tetapi kekhususannya adalah satu Qubit dapat bernilai 0 dan 1. Namanya superposisi kuantum. Jadi dua Qubit dapat mewakili 00, 01, 10, dan 11 empat nilai secara bersamaan.

Istilah Supremasi Kuantum pertama kali diusulkan oleh John Preskill. Seorang ahli fisika teoritis dari California Institute of Technology pada tahun 2011. Supremasi Kuantum, maksudnya Ketika komputer kuantum dalam kecepatan perhitungan masalah-masalah tertentu melampaui superkomputer tradisional. Ini berarti Era “Supremasi Kuantum” telah tiba.

Barang siapa yang berhasil mendominasi Supremasi kuantum, Dialah yang bakalan menguasai komando teknologi tertinggi. Sehingga, Dia akan memperoleh kekuatan untuk membuat standardisasi komputer kuantum dan dominasi opini publik. Termasuk Prioritas posisi paling menguntungkan dalam persaingan Global. Misalnya, dominasi Intel sebagai otaknya industri PC di masa lalu. Itulah mengapa raksasa internet merebut Supremasi Kuantum ini.

Sebenarnya, komputer kuantum hanyalah salah satu arah penelitian dan pengembangan komputasi generasi berikutnya. Komputer inovatif lainnya juga sedang dieksplorasi. Diantaranya, seperti komputer fotonik dan komputer DNA biologis.  

Untuk meningkatkan efisiensi komputasi dalam menangani masalah kompleks seperti simulasi fisika nuklir, simulasi reaksi kimia, prediksi iklim, rekayasa genetika dan masalah sulit lainnya, maka lahirlah superkomputer The Sunway TaihuLight. Superkomputer yang dikembangkan oleh China National Research Center of Parallel Computer Engineering & Technology (NRCPC) menggunakan Lebih dari 40.000 prosesor. Menempati tanah seluas 600 meter persegi.

Munculnya komputasi kuantum

Konsep komputer kuantum pertama diusulkan oleh fisikawan Paul Benioff, dari Argonne National Laboratory AS pada tahun 1981. Pada tahun 1994, ahli matematika Peter Shure mengusulkan algoritma yang disebut Shor. Integer memecahkan algoritma kuantum faktor. Sampai tahun 2001, IBM dan Stanford berhasil merealisasikan algoritma Shor untuk pertama kalinya pada komputer kuantum tujuh-qubit. Mereka berhasil menguraikan faktor 15 menjadi 3 dan 5.

Hasil yang tampaknya tidak mencolok namun memiliki implikasi luas untuk pengembangan komputer kuantum di masa depan. Karena ini adalah dasar dari kriptografi modern. Dirancang berdasarkan kompleksitas komputasi dari dekomposisi angka besar. Tujuannya adalah membuat komputer tidak dapat di retak.

Tetapi ketika algoritma Shor beroperasi pada komputer kuantum, dia akan  menyederhanakan masalah. Singkatnya, komputer kuantum dapat mempersingkat waktu untuk menemukan faktor besar dan memecahkan Kata sandi.

Oleh karena itu, kemunculan komputer kuantum akan membawa bahaya besar yang tersembunyi dalam seluruh keamanan informasi. Untungnya, saat ini komputer kuantum pada dasarnya masih berupa prototipe atau chip ujicoba. Dan masih butuh jalan panjang untuk merealisasikannya. Mungkin sekitar 10 tahun mendatang.

Secara umum, penelitian komputasi komputer pada dasarnya didominasi oleh raksasa internet AS dan China. Diantaranya, kemajuan China sangatlah cepat. Sejumlah tim riset komputasi kuantum profesional kelas dunia telah banyak muncul di Universitas Sains dan Teknologi China, Baidu, Tencent dan Alibaba.  

Perebutan Supremasi Kuantum
Perebutan Supremasi Kuantum kian memanas antara AS dan China, terutama dengan pengumuman Google di situs NASA, namun dihapus segera oleh NASA

Just like grandma says, pengembangan komputer tradisional berdasarkan Hukum Moore telah menghadapi keterbatasan fisik. Untuk melanjutkan kinerja komputasi di masa depan, selain meningkatkan kepadatan transistor, masih ada komputasi paralel dan metode komputasi heterogen, serta eksplorasi komputer kuantum, fotonik, dan komputer DNA yang harus diperkuat.

Chip kecerdasan buatan dalam komputer kuantum adalah sejenis komputasi heterogen.  Merupakan fokus perhatian dan persaingan antara perusahaan-perusahaan raksasa. Misalnya perusahaan chip AI Unicorn China, Cambricon. Dimana chip produksinya telah banyak diterapkan dalam aplikasi kamera ponsel, dan server chip kelas atas.

Walaupun teknologi komputer kuantum belum matang, dan masih menghadapi banyak ketidakpastian. Namun, telah banyak raksasa internet melakukan penelitian dan investasi besar-besaran dalam komputer kuantum. Perebutan Supremasi Kuantum telah menjadi kekuatan pendorong terbesar di belakangnya.

Advertisements
Categories: Perebutan Supremasi Kuantum Google IBM

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: