Perekonomian di Era iOt

Perekonomian di Era iOt yang menghubungkan benda fisik dan virtual menurut Kevin Ashton akan mengubah segalanya. Termasuk organisasi atau perusahaan Anda. Yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Teknologi game-changing ini juga akan mengubah bentuk perekenomian yang telah ada. Diperkirakan ada 4 karakteristik yang paling menonjol di Era iOt seperti ekonomi berbagi, pelacakan atau tracking ekonomi, crowdfunding ekonomi dan koperasi ekonomi.

Banyak orang berpikir bahwa sharing ekonomi adalah untuk menghemat sumber daya. Sebenarnya, bukan untuk menggunakan lebih sedikit sumber daya, tetapi justru memobilisasi lebih banyak sumber daya.

Inti dari bisnis bukanlah untuk menghemat uang bagi pengguna, tetapi supaya pengguna lebih bersedia mengkonsumsi. Misalnya, kesuksesan Didi (Ubernya China).

Perekonomian di Era iOt

Saat ini, lebih dari setengah taksi di jalanan dikontribusikan oleh Didi atau jaringan lainnya. Mereka tidak menghemat sumber daya sosial. Kalau menggunakan sumber daya yang lebih sedikit, akan menyebabkan ekonomi kita menyusut. Mereka justru memobilisasi lebih banyak sumber daya sosial. Sehingga, Seluruh pasar bisa tumbuh lebih besar.

Di balik sharing ekonomi yang sukses, adalah membuat skala pasar lebih besar. Dan semakin banyak orang yang berpartisipasi. Seperti halnya sharing-sepeda, Mobike atau Ofo yang sangat sukses di China. Mereka bukan menggunakan sumber daya yang lagi menganggur, tetapi justru menciptakan sumber daya yang baru.

Mobike adalah platform berbagi sepeda cerdas pertama didunia, dan bebas stasiun atau parkir dimana-mana khusus memecahkan masalah konektivitas jarak pendek di kota-kota terutama dalam jarak 5km dari Metro kereta cepat ke tempat kerja atau rumah.

Fitur kedua adalah untuk melacak ekonomi atau tracking economy. Kecerdasan mesin membuat pelacakan menjadi lebih mudah. Dapat disempurnakan ke setiap detail. Dan sangat efisiensi. Misalnya, startup pelacakan minuman beralkohol di AS. Sekitar 23% anggur di bar Amerika secara diam-diam terminum. Mungkin bartender memberikannya kepada temannya. Atau mentraktir ke orang lain.

Jadi usahawan startup merancang rak anggur yang khusus. Memasang sensor di bawah setiap botol. Yang dipasangkan dengan rak anggur. Pada saat yang sama, system bisa melacak kapan, siapa atau berapa banyak anggur yang dituangkan. Semuanya bisa terlacak secara jelas.

Di masa depan, Akan ada lebih banyak bisnis untuk dilacak. Misalnya, kita pergi ke mall membeli barang. Kita harus memasukkan barang ke keranjang belanja. Dan kasir akan menghitung satu per satu, dan kemudian kita membayar.

Tetapi Dalam beberapa tahun mendatang, setiap produk dapat dilacak. Setiap produk memiliki chip tersendiri. Harga tertulis di dalamnya. Produk ditempatkan di keranjang belanja, dan tidak memerlukan kasir untuk menghitung lagi.

Ketika kita mendorong kereta belanja sampai ke pintu, semua barang yang di beli akan langsung tercantum dalam daftar. Dan setelah dipastikan, dan ponsel langsung membayar. Kita bisa langsung pergi tanpa harus berbaris. Untuk melakukan ini, setiap komoditas harus terhubung ke jaringan, yaitu Internet of things atau IoT.

Yang ketiga, ekonomi crowdfunding. Mempartisipasikan semua pihak dalam seluruh produksi, dan rantai penjualan sehingga produksi lebih efektif. Misalnya, Universitas Cornell memiliki proyek membuat panel surya. Biasanya Cornell akan memberikan pembayaran di muka. Dan perusahaan kontraktor akan mencari pinjaman untuk memproduksi panel surya. Kemudian menginstal, dan menagih sisa hutang dari Cornell.

Ketika Perusahaan kontraktor meminta pinjaman, harus membayar bunga 15%. Karena bunga pinjaman tinggi, maka harga jual ke Cornell juga tinggi. Tetapi jika Cornell University yang mengajukan pinjaman, dan mereka memiliki kredit yang lebih baik. Sehingga, Cukup membayar bunga 4%. Dengan bunga lebih rendah akan membantu Cornell menghemat banyak biaya.

Tetapi karena kontrak tidak transparan satu sama lain, sehingga bank tidak dapat meminjamkan kepada kontraktor dengan peringkat kredit Cornell. Tetapi dengan teknologi blockchain, kita dapat menyinkronkan informasi dengan bank melalui blockchain. Bank dapat mengetahui sampai mana produksi telah berjalan. Bagian apa yang telah selesai dan dapat dikirim dengan kapal. Berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan dan sebagainya.

Perekonomian di Era iOt
Perekonomian di Era iOt (Image:McKinsey)

Dengan cara blockchain, bank dapat mengetahui bahwa pinjaman bukannya disalahgunakan. Karena blockchain sangat transparan, dan bank bisa mengetahui setiap proses perjalanan kontrak, sehingga bank berani meminjamkan peringkat kredit Universitas Cornell ke peringkat kredit kontraktor yang relatif rendah. Cornell dan kontraktor akan sama-sama mendapat manfaat yang besar.

Keempat, ekonomi koperasi. Teknologi baru tidak harus menumbangkan teknologi yang lama. Atau, Pabrik mobil baru bukannya harus mematikan produsen lama. Melainkan, menggunakan teknologi baru, bukan dengan konsep “Internet +”, tetapi “+ Internet“.

Just like grandma says, industri sebelumnya memasukkan teknologi baru. Dan kemudian menjadi industri baru. Contohnya, Apple dan Google yang sangat kaya. Kenapa tidak membuat mobil sendiri, tapi bekerja sama dengan Ford untuk mobil otonom atau mobil listrik misalnya.

2 thoughts on “Perekonomian di Era iOt

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: