Perkembangan Esports Indonesia

Perkembangan esports Indonesia atau dikenal sebagai Olahraga elektronik, atau seringkali disebut permainan video pemain jamak, Alias “esports” semakin pesat. Kompetisi permainan video dengan pemain jamak. Antara pemain professional. Seperti aliran tembak menembak. Perkelahian. Pertarungan daring multipemain. Dalam strategi waktu nyata.

Dota 2 championship, league of legends, intel extreme masters atau battle.net merupakan turnamen yang sering diadakan dalam pertandingan internasional untuk esports.

Tim IG dari Tiongkok, memenangkan kejuaraan di final global League of Legends. Di tahun 2018. Dan menjadi topik terhangat di kalangan sosmed sejak saat itu. Sehingga menjadi perhatian dari industri olahraga tradisional. Li-Ning, salah satu merek olahraga terkenal memasuki lingkaran esports. Dan mengakuisisi snake e-sports club.

Perkembangan Esports Indonesia semakin pesat

Industri olahraga tradisional mulai mengambil inisiatif menerima esports. Walaupun sebelumnya, esports selalu menjadi kontroversial. Bahwa kompetisi elektronik ini tidak bisa terhitung sebagai salah satu acara olahraga.

Saya rasa, tidak ada perbedaan antara kompetisi elektronik atau esports, dengan inti spiritual dari acara olahraga tradisional. Karena Semuanya didasarkan pada tim. Melalui penataan strategi untuk mencapai tujuan. Yang lebih tinggi. Lebih cepat. Lebih kuat. Dan untuk menang.

Selain itu, peran sosial yang dimainkan oleh esports dan acara olahraga tradisional semakin persis. Menjadi media komunikasi sosial manusia. Di masa lalu, orang yang menyukai olahraga tradisional dengan tim yang sama, pada dasarnya adalah orang yang bisa main bersama. Sekarang, orang dengan favorit game yang sama, atau suka tim yang sama, bisa berkomunikasi bersama lewat headset. Dan happy bersama.

Seperti halnya, mobil F1. Balapan mobil yang muncul di abad 20. sekitar tahun 1930an. Yang sebelumnya juga tidak diakui sebagai acara olahraga. Sampai pada tahun 1970-1980an kontroversi pandangan masih berlanjut. Tetapi hari ini, balapan mobil F1 telah merupakan acara olahraga yang tidak perlu dipertanyakan lagi.

Pada bulan januari yang lalu, Tencent mendirikan perusahaan operasional esports. Namanya LPL. Yang khusus melakukan esports IP. Khusus pertandingan esports untuk game terkenal di dunia.

Seperti yang dikatakan oleh Paul Chaloner. Seorang pembawa acara esports terkenal dan professional di inggris. “banyak orang bertanya, apakah ini termasuk olahraga?” saya tidak peduli. “apakah ini kompetitif?” Ya, jawabnya. “Menarik?” Tentu saja. Lalu apakah ada orang yang bersedia membayar untuk menonton?” mengapa tidak, jawabnya lagi.

Namun, komersialisasi klub esports baru saja di mulai. Masih banyak hal yang harus disempurnakan termasuk komersialisasi perkembangan esports Indonesia juga. Pertama-tama, dalam pengoperasian klub esports. Perlu meningkatkan sistem rehabilitasi professional para pemain. Termasuk seluruh rantai industri. Dimana hal ini dapat memperpanjang siklus karir para pemain esports. Atau kalau boleh dibilang, atlit esports.

Disamping itu, professionalisme tidak berarti bahwa pemain berkompetisi sepenuh waktu dapat di sebut professionalisme. Pelatihan literasi professional pemain esports juga perlu ditanggapi dengan serius. Pemain yang memiliki ketahanan yang kuat terhadap stress. Dan sikap serius terhadap esports. Baru memiliki nilai komersial.

Perkembangan esports Indonesia
Di balik Peluang dan tantangan Esports Indonesia

Just like grandma says, hal terakhir yang perlu di gali adalah, professionalisasi sistem pelatihan dan pembinaan remaja. Yakni pemain esports yang telah pensiun apakah masih dapat diintegrasikan kembali ke bagian lain dari rantai industri ini.

Tahun lalu, Media Tiongkok mengabarkan, tim kontak ekonomi esports telah didirikan. Dan diperkirakan, esports paling cepat akan memasuki pertandingan olimpiade di tahun 2024.

Jika esports benar-benar memasuki olympiade, ini akan menjadi lompatan dalam pengembangan acara esports. Apakah perkembangan esports Indonesia telah siap?

Advertisements
Categories: perkembangan esports Indonesia

1 thought on “Perkembangan Esports Indonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: