Perselisihan Elon Musk dan Bill Gates

Perselisihan Elon Musk dan Bill Gates mulai dari AI, virus Corona hingga kendaraan listrik semakin mendalam. Kedua miliarder ini sering berteriak di udara satu sama lain. Boss Tesla Elon Musk menyebut Boss Microsoft Bill Gates sebagai ‘knucklehead atau orang bodoh’ karena mengkritik tanggapannya mengenai wabah Covid-19. Di sinilah permusuhan mulai mendidih di tengah pandemi.

“Dia membosankan dan tidak tahu apa-apa tentang truk listrik,” tambah Elon Musk.  Bill Gates tidak mau ketinggalan sambil membalas, “Dia hanya seorang insinyur! “Jangan mau disesatkan dengan pandangan Elon Musk yang tidak benar.” 

Perselisihan Elon Musk dan Bill Gates

Dendam atau keluhan apa yang menyebabkan kedua pemimpin industri teknologi tersebut saling mencekik leher? Sebenarnya, tidak sulit untuk mencari jawabannya. Mereka berdua memiliki perspektif yang sama sekali berbeda dalam banyak hal. Elon Musk lebih banyak memikirkan berbagai masalah dari sudut pandang Bima Sakti. Dia selalu terobsesi untuk melarikan diri dari bumi. 

Dalam suatu wawancara, Elon Musk mengatakan bahwa matahari secara perlahan-lahan akan mengembung. Kemudian menelan bumi. Manusia harus membangun peradaban antar bintang. Jadwal waktu menurut Musk adalah Pada tahun 2050, satu juta orang akan dikirim ke planet Mars. Melalui pesawat ruang angkasa antarbintang yang dikembangkan oleh SpaceX. Elon Musk memiliki tujuan yang sangat ambisius. 

Dia meramalkan bahwa pesawat ruang angkasa pertama yang mampu membawa manusia akan lahir dalam tiga tahun. 

Pada usia 17 tahun, Elon Musk pernah membaca buku berjudul “The Hitchhiker’s Guide to the Galaxy”. Atau, Panduan Penumpang ke Galaksi. Sejak itu, dia merasa mempunyai kewajiban yang sangat berat. Kewajiban untuk menyelamatkan umat manusia dari bencana di bumi. Pada usia 31, Elon Musk mendirikan SpaceX. SpaceX merupakan langkah pertama dalam rencananya untuk Misi penyelamatan manusia.

Pada Tahun 2015, Elon Musk yang berusia 44 tahun mengambil rencana langkah kedua menyelamatkan umat manusia. Bersama dengan Taipan teknologi Silicon Valley lainnya mendirikan organisasi nirlaba bernama OpenAI. Sebuah perusahaan kecerdasan buatan yang bertujuan mencegah kehancuran umat manusia dari robot yang semakin pintar.

Mulai tahun 2020, mereka berdua mulai berdua dipersimpangan. Juga mulai menanam benih perselisihan Elon Musk dan Bill Gates dikemudian hari.

Sejak usia 13 tahun, Bill Gates telah menjadi seorang “hacker”. Setelah menjadi orang terkaya di dunia pada usia 39 tahun, dia mulai peduli dengan nasib umat manusia. Perbedaan Utamanya dengan Elon Musk adalah Bill Gates lebih peduli tentang bagaimana menciptakan kehidupan manusia yang lebih baik di bumi. 

Sedangkan, Pemikiran Elon Musk lebih cenderung memecahkan masalah dengan cara mengubah manusia. Misalnya, ia mendirikan Neuralink. Sebuah perusahaan antarmuka otak-komputer. Perusahaan ini mempunyai misi membantu manusia dan mesin bergabung menjadi “cyborg”, manusia setengah mesin. Sehingga, dapat berintegrasi dengan AI. Dan menghindari dikendalikan oleh AI di masa depan. 

Bill Gates lebih cendrung mencari solusi dari luar umat manusia, yaitu dari bumi itu sendiri. Misalnya, dia mendanai organisasi penelitian ilmiah untuk mencegah pemanasan global. Mendanai penelitian dan pengembangan vaksin seperti Covid-19 yang sedang melanda dunia saat ini. Bahkan, terlibat dalam banyak kegiatan amal terkait pendidikan. Hal ini menunjukkan, perasaan Bill Gates terhadap Bumi jauh lebih dalam. 

Pada tahun 2015, kedua jenius ini muncul dalam Acara yang sama untuk pertama kalinya di Boao Forum for Asia. Boao Forum adalah sebuah organisasi nirlaba yang menjadi tuan rumah forum tingkat tinggi bagi para pemimpin dari pemerintahan, bisnis dan akademisi di Asia dan benua lain, untuk saling berbagi visi mereka tentang masalah yang paling mendesak di dunia pada umumnya. Forum ini didirikan pada tahun 2001 dan bermarkas besar di Beijing, China.

Dalam perspektif kecerdasan buatan, mereka berdua yakin manusia pada akhirnya tidak akan menjadi lawan dari kecerdasan buatan. Pengembangan kecerdasan buatan memang sangat diperlukan. Tetapi tidak boleh terlalu tergesa-gesa. Suasana yang penuh keharmonisan, namun tidak berlangsung lama.

Perselisihan terbaru muncul dikarenakan platform kecerdasan buatan OpenAI. Elon Musk merasa bahwa platform kerjasamanya dengan Microsoft bertentangan dengan niat aslinya. Rencana besar Elon Musk “terhalang”. Pada Awalnya, Elon Musk dan mitranya mendirikan OpenAI tanpa niat membuatnya untuk bisnis komersial.

“Tujuan kami adalah untuk mempromosikan pengembangan kecerdasan buatan ke arah memaksimalkan kesejahteraan manusia, bukannya mencari keuntungan” kata Elon Musk.

Pada saat yang bersamaan, Tim OpenAI menyatakan dalam sebuah artikel yang mengumumkan rencana $1 miliar dari Microsoft, “Karena penelitian ilmiah kami bukanlah untuk kepentingan ekonomi, jadi Kami bisa lebih berfokus pada aspek-aspek yang bermanfaat bagi Umat manusia.”

“Kami percaya bahwa kecerdasan buatan harus menjadi perpanjangan keberlanjutan manusia. Dalam semangat liberalisme harus digunakan seluas-luasnya.”

Pada tahun 2019, karena Investasi besar-besaran Tesla dalam penelitian AI telah menyebabkan OpenAI menjadi sangat kontroversial. Anggota tim lainnya menganggap OpenAI sebagai “taman belakang” talenta Elon Musk. Akhirnya, Elon Musk mundur dari tim manajemen. Namun, tetap menjadi investor. 

Setelah Elon Musk keluar, Microsoft langsung menyuntikkan dana $1 miliar ke OpenAI. Investasi ini membuat Microsoft sebagai penyedia layanan cloud eksklusif. Di masa depan, semua kegiatan OpenAI berkaitan dengan AI harus diekspor melalui platform cloud Microsoft Azure. Hal ini tentunya menimbulkan perdebatan. Tim lainnya, berpikir bahwa OpenAI tidak lagi netral. 

Justru karena OpenAI, akhirnya mempertemukan Bill Gates dan Elon Musk lagi. Pada bulan Juni yang lalu, OpenAI merilis “GPT-3”, terobosan terbaru dalam model bahasa AI. Suatu kemenangan umat manusia dalam estetika kekerasan. 

Pada tanggal 22 September, Microsoft mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh lisensi eksklusif GPT-3. Artinya, Microsoft mempunyai hak untuk mengubah kode sumber di masa mendatang. Hal ini menyebabkan ketidakpuasan yang besar bagi Elon Musk. “Ini bertentangan dengan keterbukaan. OpenAI pada dasarnya telah dikendalikan oleh Microsoft.” Elon Musk berpendapat bahwa OpenAI telah menjadi “Sapi Perah” bagi Microsoft.

Elon Musk semula menganggap OpenAI sebagai “resep bagus” untuk menyelamatkan umat manusia. Meskipun Bill Gates tidak terlibat langsung dalam pengambilan keputusan proyek OpenAI , tetapi perselisihan mereka semakin menebal. Dari interaksi selama ini, bisa terlihat bahwa Elon Musk sama sekali tidak memberikan muka sedikitpun kepada mitra Microsoft, Bill Gates.

Perselisihan Elon Musk dan Bill Gates juga terjadi di bidang lain, Bidang Energi. Pada tahun 2017 Bill Gates pernah ditanyai wartawan, “Bila berpeluang berbisnis bersama, Bisnis apa yang paling ingin Dia lakukan? 

Bill Gates menjawab, Mereka berdua dapat melakukan sesuatu di bidang energi bersih. Menurutnya, dalam bidang mobil penumpang paling menjanjikan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Promosi kendaraan listrik adalah solusi yang sangat baik. Bill Gates tak lupa sekalian memuji peran teladan Tesla dalam memimpin pengembangan kendaraan listrik.

Tapi diawal tahun 2020, Bill Gates membeli mobil listrik Porsche Taycan Turbo. Harga Taycan Turbo Porsche sekitar USD212 Ribu Dolar, sedangkan harga Tesla Model S berkisar USD108 Ribu yang masih dianggap sedikit mahal oleh Bill Gates.

Elon Musk langsung memposting pesan di Twitter, “Saya berbicara dengan Bill Gates, dia orangnya super membosankan.”

Bill Gates tidak segera menanggapi, tetapi dia kemudian mengomentari bisnis truk listrik Tesla tidak ada masa depan. “Untuk kendaraan angkutan berat dan jarak jauh, kita membutuhkan solusi lain.” Meskipun saat ini ada beberapa rencana produksi semi-trailer elektrik di pasaran, seperti Tesla Semi dan Daimler Freightliner eCascadia. Namun, keduanya berbeda jauh. Truk Tesla masih jauh dari produksi massal.

Teknologi baterai yang dipromosikan Elon Musk dengan penuh semangat, bukanlah arah yang “benar,” Bill Gates mengomentari.

Beberapa ilmuwan memberitahu Bill Gates, untuk menghindari pemanasan global yang terus berlanjut, yang mengakibatkan kerusakan lingkungan global, dunia harus mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar delapan puluh persen sebelum tahun 2050. Hal ini mengharuskan orang-orang untuk mengembangkan energi bersih yang baru dan murah mulai sekarang.

Tantangan ini begitu besar sehingga bisa disebut sebagai “keajaiban energi”. Itulah sebabnya, Bill Gates sejak puluhan tahun yang lalu telah berkomitmen untuk berinvestasi dalam energi bersih. 

“Selanjutnya, jika banyak anak muda dapat berpartisipasi, saya pikir pasti akan ada terobosan baru, yang akan menyelamatkan planet kita dari bencana pada tahun 2050,” kata Bill Gates.

Patut diketahui bahwa Titik waktu tahun 2050, adalah titik waktu di mana Elon Musk bermaksud membawa umat manusia untuk meninggalkan Bumi. Sangatlah jelas, bahwa Dia dan tujuan Bill Gates sama sekali saling bertentangan.

“Mungkin, semakin Elon Musk bersemangat, semakin Bill Gates menjadi cemas.”

Perselisihan Elon Musk dan Bill Gates juga tercermin dari sikap mereka terhadap epidemi virus Corona saat ini. Pada tanggal 7 Mei yang lalu, Elon Musk mengatakan di Twitternya bahwa “sangatlah bodoh untuk panik tentang Covid-19.” Elon Musk memutuskan untuk tidak memvaksinasi dirinya atau anak-anaknya. “Saya tidak berisiko tertular pneumonia virus mahkota baru, begitu pula anak-anak saya.”

Bill Gates adalah minoritas pengusaha Amerika di awal epidemi yang mengingatkan orang-orang untuk berhati-hati terhadap virus Corona.

Mengenai ucapan Elon Musk, Bill Gates pernah berkomentar, “Elon Musk memang telah mencapai prestasi menonjol dalam penelitian dan pengembangan kendaraan listrik maupun roket angkasa, tetapi jangan berkomentar di area yang tidak Anda pahami.” Saya harap publik tidak disesatkan oleh pandangannya yang salah.”

Dalam hal kepedulian humanistik, Elon Musk mungkin telah “kalah” dalam serangkaian konfrontasi seputar epidemi Covid-19.

Suatu saat, seorang wartawan pernah bertanya kepada Bill Gates, “Apakah Elon Musk adalah penerus baru legendaris Steve Jobs?” 

“Elon Musk adalah seorang insinyur yang sangat hebat, sedangkan, Steve Jobs adalah seorang jenius dalam desain, pemilihan talenta dan pemasaran.” Kata Bill Gates.

Kemudian dia menambahkan, “Di masa lalu, orang-orang seperti saya dan Steve Jobs beruntung dapat berpartisipasi dalam pengembangan dan konstruksi perangkat digital untuk berbagi informasi dan kerja sama global yang membuat dunia menjadi semakin baik.”

Perselisihan Elon Musk dan Bill Gates
Perselisihan Elon Musk dan Bill Gates (Image: Geekwire)

Implikasinya adalah bahwa Elon Musk adalah talenta “Secondary” yang hanya dapat menempati peringkat di belakang mereka.

Just like grandma says, Elon Musk dijuluki sebagai “The Man who left the world behind”, sedangkan Bill Gates adalah seorang jenius Pebisnis. Seandainya, Elon Musk yang masih muda dan kekar adalah seorang petualang, maka Bill Gates yang telah pensiun lebih berperan sebagai filantropis. Kedua orang tersebut telah menempuh jalan yang berbeda dalam memilih jalan untuk menciptakan masa depan umat manusia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.