Advertisements

Pride and Prejudice of Silicon Valley

Oleh: Ricky Suwarno

Tahukah anda bahwa di China tidak ada Google. Ya, di China memang tidak ada Google. Bukan hanya itu, di China juga tidak ada Facebook, twitter, youtube, android, whatsapp, instagram ataupun BBC dan beberapa website terpopuler di dunia. Pertanyaannya adalah tanpa google, bagaimana masyarakat China dapat informasi yang biasanya untuk orang Indonesia sangat mudah.

Untuk membuat produk teknologi kelas dunia, diperlukan teknisi hebat dan desain estetika yang berpengalaman. Dan ini perlu pelatihan. Di AS, pelatihan ini sangat mudah ditemui dimana-mana. China tidak mempunyai budidaya tanah yang subur seperti AS. Misalnya, Bill Gates, pendiri Microsoft di tahun 1975, China masih mengalami revolusi budaya. Kerusuhan social di mana-mana. Pada saat Sergey Brin dan Larry Page mendirikan Google di tahun 1998, tidak sampai 0.2% penduduk China bisa akses internet. Sedangkan di AS, lebih dari 30% penduduk tiap hari akses internet. Di China, sama sekali tidak ada mentor teknologi atau model perusahaan internet yang bisa di pelajari.

Pada tahun 1999, waktu Jack Ma mendirikan Alibaba, pesaing utama adalah perusahaan internet local. Sampai pada tahun 2002, perusahaan e-commerce terbesar di dunia, eBay masuk ke China. eBay adalah kesayangan dan andalan Silicon Valley maupun Wall Street. Alibaba dianggap sebagai situs copycat. Tidak berkualifikasi untuk dibandingkan dengannya. Jack Ma memulai perang gerilya melawan raksasa ini. Mempergunakan skala besar eBay menjadi kelemahannya. Yang tidak mengerti lokalisasi sebagai senjata ampuh.

eBay berhasil masuk ke China karena mengakuisisi Eachnet, copycatnya yang lain. Akuisisi ini Menciptakan pasangan suami istri yang kuat. Gabungan perusahaan lelang terbesar di dunia, melawan pesaing copycat lainnya, Jack Ma. Sesudah akuisisi, eBay langsung menghapuskan user interface EachNet, membangun kembali citra terpadu secara global. Memasukkan semua talenta silicon valley dan managernya ke eBay China. Tanpa memakai talenta local.

Mereka mengarahkan semua traffic yang ada di China kembali ke situs di AS. Apa yang tidak ebay ketahui adalah, pengguna baru tidak terbiasa dengan interface baru dan perubahan lainnya. Pemimpin baru dari silicon valley tidak mengerti pasaran local. Pada saat Traffic menyeberang lautan pasifik, membuat download halaman web ebay menjadi lamban. Suatu ketika, terjadi gempa. Dan menyebabkan kabel bawah laut terputus, sehingga situs terhenti beberapa hari.

Jack Ma yang lincah terus meniru fungsi inti eBay. Memperbaharui bisnis model. Supaya sesuai dengan kebiasaan pengguna local. Jack Ma kemudian mendirikan Taobao. Suatu wadah lelang. Untuk Langsung bersaing dengan bisnis utama eBay. Karena Jack Ma terus mengoptimasi fungsi situsnya dan menyesuaikan kebiasaan pengguna, sehingga Taobao mempunyai semakin banyak pengguna. Hal yang paling menonjol dari Taobao adalah mode pembayaran dan pendapatan. Untuk mengatasi ketidakpercayaan pengguna terhadap pembelian online, Jack Ma mendirikan Alipay. Suatu Alat pembayaran pihak ketiga. Pembeli membayar dulu ke pihak ketiga di wadah ini. Sesudah memastikan barang yang diterima tidak bermasalah, baru men klik “bayar”. System ini secara otomatis akan langsung bayar dan transfer uang ke rekening penjual. Situs taobao juga menambah fungsi instant messenger. Supaya pembeli dan penjual bisa langsung komunikasi.

Usaha-usaha Jack Ma diatas berhasil merebut pangsa pasar eBay dengan cepat. eBay dengan citra dan bisnis model yang terpadu secara global, arogan dan centralisasi kuasa terpadu pada keputusan seorang atasan pusat, menyebabkan respons yang lamban. Tidak bisa melawan dan menyesuaikan diri fungsi baru dengan pesaing local.

Menurut saya, hal yang paling hebat lagi dari Jack Ma, bisnis model “freemium”. Layanan Antara Gratis dan premium. Gratis dalam memakai fungsi dasar. Sedangkan, layanan lanjutan akan dipungut bayaran. Di eBay, bila pengguna memposting barang lelang, eBay memungut bayaran. Dan akan di pungut biaya administrasi lagi, bila barang berhasil dilelang. Lagian, pengguna harus membayar lagi kalau menggunakan system pembayaran Paypal, anak perusahaan eBay. Semua orang Silicon Valley atau wall street setuju dan mendukung untuk berbuat demikian, supaya bisa menghasilkan uang.

Tetapi yang lebih hebatnya lagi, Jack Ma meluncurkan satu bisnis model baru lagi. Dia berjanji dalam jangka tiga tahun, semua barang lelang yang diposting, termasuk yang berhasil dijual dalam Taobao, tidak akan dipungut biaya satu yuan pun. Dimana kenyataannya, janji ini diterusin sampai sekarang. Ini adalah suatu PR yang sangat luarbiasa. Dan stategi yang hebat. Karena pada saat itu, banyak pengguna internet masih kurang percaya terhadap segala pembelian online. Sehingga cara Jack Ma ini mendatangkan kepercayaan yang lebih dalam dari pengguna.

Supaya barang lelang yang semakin banyak bermunculan bisa terlihat oleh potensi pembeli, penjual besar harus membayar layanan iklan dalam Taobao. Sehingga hasil top ranking tampil paling depan. Branding yang lebih besar harus membayar biaya yang lebih tinggi, lewat sister website nya Tmall. Tmall adalah suatu brand mall. Positioning high end.

Lalu, bagaimana reaksi eBay?

Dalam press release nya eBay, dengan arogannya bermaksud memberi pelajaran kepada Jack Ma, dengan berkata, Gratis bukanlah bisnis model. Sebagai listed perusahaan di Nasdaq, eBay harus menanggung tekanan profit yang tinggi dan terus meningkat dari investor. Perusahaan Listed AS sering menganggap pasaran internasional sebagai tambang emas. Dengan mengandalkan kesuksesannya di AS, beranggapan bahwa pasar internasional adalah sumber pendapatan yang sangat mudah. eBay, Perusahaan e-commerce terkaya di silicon valley saat itu, tidak bermaksud mengubah bisnis modelnya sama sekali yang sudah terpadu secara global. Tidak bersedia beradaptasi demi satu copycat yang menyediakan persaingan gratis. Prasangka keras kepala inilah yang mengakibatkan nasib ebay di China. Sehingga pada tahun 2006, CEO Meg Whitman mengundang Jack Ma datang ke Silicon Valley untuk perundingan akuisisi perusahaannya. Tetapi Jack Ma yang pintar mengetahui segala kelemahan eBay di China, dan percaya akan menang sepenuhnya. Jadi, tentu saja, Jack Ma menolak secara halus niat baik eBay ini. Sampai akhirnya, setahun kemudian eBay mundur dan di tarik keluar dari pasaran China.

Hal serupa juga terjadi pada Google, ataupun perusahaan silicon valley lainnya seperti whatsapp, facebook, youtube, Uber, Airbnb, Linkedin ataupun instagram. Google masuk pasar China dengan membawa merek yang sudah besar dengan “arogansi” mereka. Tetapi sayangnya, pasar China tidak terkesan dan justru memilih pesaing local Baidu sebagai gantinya. Pengguna searching engine AS dan China sangatlah jauh berbeda. Pengguna AS menganggap searching engine sebagai halaman kuning. Mencari informasi khusus tertentu. Dan itu saja. Sedangkan, pengguna China lebih menganggap sebagai Mall. Apapun mau di lihat. Di coba. Sampai akhirnya memilih salah satu produk. Dan di beli.

Karena bagi banyak pengguna baru di China, semua informasi ini terlalu menarik, dan tentu saja, harus di lihat dan pelajari. Pengguna AS rata-rata cuma berhenti 10 detik mencari data yang diinginkan. Sedangkan, pengguna China berhenti lebih lama sekitar 30-60 detik. Arogansi Barat dan Silicon Valley ini, suka berkesimpulan bahwa kegagalan mereka karena pemerintah China yang sangat protektif terhadap perusahaan local. Mereka berpendapat, semua perusahaan China ini bisa bertahan hidup dengan baik karena perlindungan dari pemerintah. Sehingga perlindungan ini mengikat dan membatasi daya persaingan mereka.

Selama hampir dua decade kehidupan saya di sini dan, dari pengalaman karir di bidang digital, masalah utama silicon valley ini sebenarnya adalah cara yang tidak benar. Orang orang silicon valley ini menganggap China sebagai satu daftar pasaran di luar saja. Google Bisa masuk pasaran, yah, masalah selesai. Itu anggapan mereka. Mereka Tidak berencana investasi yang lebih banyak. Dan Kurang sabar. Mereka Tidak memberi kesempatan fleksibel untuk team China. Untuk bersaing dengan pengusaha kelas dunia dari sana. Apalagi, untuk beradaptasi dengan kebiasaan pengguna. Disamping itu, Google kurang terbuka buat talenta local untuk menjajaki karir yang lebih tinggi. Ke kantor pusat di silicon valley.

Karena kearoganan ini, membuat silicon valley tidak bisa melihat secara jelas bahwa China telah menghasilkan banyak pengusaha kelas dunia.

Persaingan antara silicon valley dengan China, telah membesarkan beberapa internet giant China. Tetapi yang benar-benar menghasilkan pengusaha warrior ini adalah kompetisi memotong tenggorokan. You Die, OR You Live! Dan tentu saja, Barat selamanya tidak akan mengerti sikon ini. Bila mereka tidak melepaskan kesombongan terbina selama ini.

China dan Indonesia adalah pasaran yang unik. Dan pengusaha silicon valley perlu mengubah nilai-nilai inti mereka untuk mendapatkan perhatian di Indonesia. Tetapi sayangnya, kebanyakan mereka memiliki kesulitan dalam beradaptasi dengan local. Atau kurang bersedia beradaptasi dengan local.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, Silicon valleyTags: , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: