Proyek Infrastruktur baru China

Proyek Infrastruktur baru China mempercepat pengembangan ekonomi setelah Pandemi Covid-19. Fokus pengembangan infrastruktur baru, yaitu ekonomi Internet dan ekonomi digital. Atau lebih spesifiknya, operasi data besar, komputasi awan, kecerdasan buatan atau AI, Blockchain, dan Internet of Things dalam konteks 5G. Masing-masing operasi ini memiliki fungsinya sendiri. Sedangkan, Infrastruktur baru itu sendiri menciptakan nilai.

Cloud Computing atau Komputasi Awan, pusat pemrosesan data dengan fungsi seperti kapasitas penyimpanan, daya komputasi, dan kapasitas komunikasi. Ketiga fungsi ini merupakan proyek besar. Pengguna yang menggunakan dan menghubungkan komputasi awan akan dipungut biaya penyimpanan data, biaya komunikasi, dan biaya komputasi.

Proyek Infrastruktur baru China

AI atau kecerdasan buatan, alat yang mengubah data menjadi informasi, informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi Bantuan pengambilan keputusan. Data yang disimpan dalam server adalah data yang berantakan, dan harus disaring untuk menjadi informasi yang berguna. Mengubah data menjadi informasi yang bermanfaat adalah hasil dari penyaringan kecerdasan buatan. 

Informasi yang kita lihat dan baca setiap hari, mungkin pada akhirnya tidak kita ingat. Untuk mengubah informasi menjadi pengetahuan, kecerdasan buatan perlu dikonversi melalui penambangan dan dorongan yang berkelanjutan.  Proses mengubah pengetahuan menjadi dasar pengambilan keputusan membutuhkan AI pembelajaran mendalam (Deep Learning), pengenalan simulasi, perbandingan simulasi dan alat-alat untuk membantu dalam pengambilan keputusan. 

Oleh karena itu, AI berperan dalam proses dari pengetahuan untuk pengambilan keputusan dan penilaian kebijakan. Komputasi awan, data besar, kecerdasan buatan memiliki fungsi mereka sendiri.       

Apa yang dilakukan Internet, Internet seluler, dan Internet of Things (IoT) setara dengan menghubungkan informasi otak manusia dan informasi otak kecerdasan buatan dengan setiap terminal untuk saling berkomunikasi.

Disamping itu, Blockchain membuat sistem informasi terbuka, tidak mudah di utak atik, anonim, terdesentralisasi, dan dapat dilacak. Lima fungsi Utama blockchain ini setara dengan fungsi Gen manusia. Gen manusia terjadi pembelahan sel setiap hari, dan diturunkan dari generasi ke generasi. Gen manusia akan bermutasi, mempertahankan stabilitasnya dan dapat ditelusuri kembali. Dalam hal ini, “Blockchain setara dengan Gen.”    

Pada akhirnya, Big Data atau Data besar dan komputasi awan akan terbentuk setara tubuh manusia. “Komputasi awan ibarat kerangka manusia dan tulang belakang; Sedangkan, “Big Data setara dengan semua organ internal dan berbagai perangkat fungsional dalam tubuh.” AI sendiri ibarat sebagai Otak Manusia.

Internet, Internet seluler, dan Internet of Things dalam 5G ibarat saraf kita, berfungsi mengirimkan informasi dari terminal ke otak, dan dari otak ke seluruh sistem komunikasi Terminal. Blockchain sendiri ibarat Gen kita. Seluruh Infrastruktur platform ini memainkan perannya yang setara dengan tubuh manusia yang hidup.”

Komputasi cloud data besar sendiri adalah industri yang sangat besar. Industri ini akan membawa nilai output yang besar bila kita dapat memanfaatkannya.

Yang lebih menakjubkan adalah bahwa infrastruktur baru ini, di samping membawa manfaat input dan output, “Mereka akan merombak segala industri yang dikombinasikan dengannya.”  Sehingga, memiliki fungsi subversif. 

Misalnya, Infrastruktur baru Ini akan menjadi “Smart City atau Kota Pintar” segera setelah terintegrasi. Menjadi industri pintar setelah dikombinasikan dengan infrastruktur baru. Pesanan akan menjadi pesanan permintaan yang dipersonalisasi, yang ditransmisi melalui komputasi awan data besar, yang kemudian dibantu oleh kecerdasan buatan untuk membuat keputusan. 

Akhirnya, Desain dan Manufaktur terhubungkan menjadi “pabrik otomatis.” Inilah yang disebut “Made in Germany 4.0” pabrik cerdas yang kita kenal. Jika platform digital ini dikombinasikan dengan sektor keuangan, dia akan menjadi keuangan teknologi atau Fintech. Jika dikombinasikan dengan logistik, Dia akan menjadi logistik cerdas. “Pokoknya, infrastruktur baru ini akan menumbangkan apa pun yang terkombinasikan dengannya.”      

Jadi yang dimaksud Proyek Infrastruktur baru China adalah “Big Data, Komputasi Awan, kecerdasan buatan, blockchain, dan investasi 5G. 

Semuanya dimasukkan dalam tiga kategori. Kategori pertama, “rekayasa digital.” Kategori kedua disebut “rekayasa fusi.”  Yang ketiga adalah “rekayasa inovatif,” energi baru, rekayasa biomedis baru dan sebagainya. 

“Mengapa platform digital dan komputasi awan data besar memiliki fungsi subversif?” 

“Bagaimana kita bisa menumbangkan sesuatu yang lain, apa Gen dari subversi?” 

Tahun 2019 merupakan Tahun Pertama 5G bagi China. Tahun pertama ini juga merupakan tahun pertama “Internet industri dan operasi Internet industri.” 

Jika 5G tidak diluncurkan, Internet Industri hanyalah ilusi, hanyalah logika di dalam kelas dan tidak dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Karena Internet Industri adalah apa yang kita sebut Internet Kendaraan, mengemudi Otomatis, atau Mobil Otonom maupun Pesawat tak berawak. 

Semua jenis sistem kecerdasan buatan harus dapat menghubungkan Internet of Things. Seperti Jangkauan penuh deteksi terminal dengan respons dan komunikasi yang sangat besar dan cepat, serta aman dan dapat diandalkan. Karena dalam Mobil Otonom, penundaan milidetik dapat menyebabkan kecelakaan.

Jadi tanpa  Jaringan 5G, ini semua hanyalah ilusi dan pemikiran teoritis. Volume Traffic 5G 100 kali lebih cepat dari 4G. Waktu penundaan dan waktu responsnya juga 100 kali lebih cepat dari 4G. Namun, dengan keberadaan 5G di mana-mana di semua waktu dan ruang, membuat biaya 5G menurun. 

Singkatnya, 5G dengan Faktor keamanan sangat tinggi dan konsumsi energi yang sangat rendah. Dengan adanya 5G, kita baru dapat memastikan kelangsungan Internet of Things.

Pada saat pandemi Covid-19 seperti ini, menyebabkan segala kegiatan dan manufaktur manusia terhenti. Akan tetapi, Ada satu hal yang masih berkembang, dan berjalan pesat dari waktu ke waktu yaitu “komunikasi Internet.” 

Sehingga Dalam hal ini, pemerintah China memanfaatkan Komunikasi internet sebagai langkah strategis yang memiliki urgensi dan karakteristik pasar yang paling menuntut. Misalnya, dalam pertumbuhan ekonomi negatif 5%-10% di semua lapisan masyarakat, PDB Hangzhou masih dapat tumbuh secara positif diatas 2%. 

Apa yang diandalkan? “Ekonomi Internet.”

Sekitar sepuluh tahun sebelum 2009, jutaan server Amerika Serikat dan Eropa ditempatkan di Jepang untuk komputasi awan dan pusat pemrosesan data besar. Setelah terjadinya tsunami pada bulan September 2009, dan setelah kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir, semua orang menyadari Jepang tidak aman.

Jadi setelah 2009, jutaan unit server dipindahkan ke Hong Kong, Singapura, Malaysia termasuk India. Tidak ada satupun dipindahkan ke China.

Karena Pada saat itu, China tidak cukup terbuka. Pembangunan pusat pengolahan data tidak terbuka untuk investasi asing. Baru pada tahun 2018, Dewan Negara Tiongkok mengumumkan pembukaan pusat pemrosesan data untuk modal asing.

Singkatnya, dalam 10 tahun ke depan, Proyek infrastruktur baru China seperti pusat pemrosesan data komputasi awan, data besar, Internet of Things, dan BTS 5G akan menjadi fokus dengan skala 2 Triliun Dolar. 

Pada tahun 2019 di seluruh dunia, pembangunan total 180 Unit 10 juta server pusat pemrosesan data berskala besar sedang dibangun, tetapi ini masih jauh dari memenuhi permintaan global sebagai pusat data. 

Diperkirakan China sendiri akan membutuhkan lebih dari 10 juta server di pusat layanan data dalam 5 tahun ke depan. Dengan total investasi RMB 500 miliar. Ditambah dengan daya pendukung pusat data, ruang komputer dan infrastruktur lainnya akan menambah hingga lebih dari 100 miliar yuan. 

Di masa depan, China membutuhkan 6 juta BTS 5G, dan skala rantai industri yang terbentuk dengannya setidaknya akan melampaui 100 miliar yuan. Sekarang China memiliki lebih dari 100 industri dimana dibelakang ratusan industri ini terletak kebutuhan besar terhadap Internet of Things. 

Dengan munculnya 5G, semua sektor industri ini harus menginstal peralatan pengumpulan data pendukung, peralatan pemantauan, peralatan pengujian, dan peralatan umum yang membentuk fasilitas pendukung pasaran skala triliunan. 

Proyek Infrastruktur baru China
Proyek Infrastruktur baru China (Image: Huawei 5G)

Dengan kata lain, dari perspektif pusat pengolahan data, BTS 5G, maupun Internet of Things saja, pembangunan infrastruktur baru ini setidaknya memerlukan investasi 10 triliun yuan atau 2 Triliun Dolar. Suatu investasi berskala besar untuk pertumbuhan ekonomi setelah pandemi virus Corona bagi China.

Just like grandma says, Di dunia setelah epidemi lebih menekankan infrastruktur digital seperti cloud computing dan IOT. Tiongkok justru sedang mengalami percepatan pada pembangunan infrastruktur digital 5G, pusat data, IOT, AI, Blockchain dan sebagainya. Sangat jelas, Infrastruktur komersial China di masa depan akan semakin diperkuat dan menonjol dalam persaingan Global.