Rahasia keberhasilan kota Shenzhen

Rahasia keberhasilan kota Shenzhen Tiongkok dengan ekosistem inovasinya yang makmur dapat direplikasi ke seluruh Negeri dan Dunia secara keseluruhan. Pada tanggal 11 Oktober yang lalu, Dewan Negara Tiongkok mengeluarkan “Rencana Implementasi untuk Reformasi Komprehensif Percontohan, Membangun Zona Demonstrasi Sosialisme dengan Karakteristik Tiongkok di Shenzhen (2020-2025)”.

Hal ini menandai dimulainya reformasi dan pembukaan Shenzhen yang baru. Menurut rencana tersebut, Shenzhen pada dasarnya akan menyelesaikan tugas reformasi percontohan pada tahun 2025. Menetapkan demonstrasi penting untuk pembangunan nasional.

Dalam 40 tahun terakhir, Shenzhen telah menciptakan “keajaiban” pembangunan yang menjadi sorotan dunia. Dari tahun 1979 hingga 2019, Shenzhen telah berkembang dari kota perbatasan kecil menjadi kota metropolis internasional dengan puluhan juta populasi. 

Saat ini, Populasi permanennya meningkat 42 kali lipat. PDB meningkat dari 196 juta menjadi 2,69 Triliun. Meningkat 12.000 kali lipat. Pada tahun 2019, PDB Shenzhen telah melampaui Singapura. Menduduki peringkat ke-21 dunia. Membuka mata dunia tentang “kecepatan” Shenzhen.

Rahasia keberhasilan kota Shenzhen

Sebenarnya, menciptakan sebuah kota dari nol sampai menjadi kota metropolis didunia, Shenzhen bukanlah yang pertama atau satu-satunya. Misalnya, Las Vegas dari Amerika Serikat. Dubai dari Timur Tengah. Dan tentu saja, Shenzhen asal Tiongkok.

Namun, perbedaannya Las Vegas mengandalkan daerah perjudian Kasino. Dubai mengandalkan minyak. Sedangkan, Shenzhen mengandalkan teknologi tinggi. Shenzhen adalah kota 5G Pertama di dunia. Shenzhen, kota dengan 100 Gedung Pencakar Langit melahirkan 308 perusahaan Go Publik dalam negeri. Dan 8 perusahaan Top Fortune 500 Dunia, seperti Huawei, Tencent, Ping An Insurance, DJI, ZTE, TCL dsb.

Pakar Ekonomi asal Inggris, Robert Coase menyebut Zona Ekonomi Khusus Shenzhen sebagai salah satu dari “Empat Revolusi Marjinal” dari reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Shenzhen adalah tempat uji coba yang sangat sukses dalam membangun ekonomi pasar sosialis. Pengalaman Shenzhen telah mendorong reformasi dan keterbukaan Tiongkok terhadap Dunia.

Pentingnya program percontohan Shenzhen tidak hanya untuk mempromosikan reformasi dan keterbukaan Tiongkok. Tetapi yang lebih penting, membantu Tiongkok menemukan dan membangun daya saing intinya dalam ekosistem inovasi global. Kemampuan manufaktur Teknologi Tiongkok. 

Kemampuan ini adalah alasan utama mengapa ekonomi Tiongkok dapat mempertahankan pertumbuhan pesat selama 40 tahun. Pada saat yang sama, Xiamen, Zhuhai, dan Shantou juga ditunjuk sebagai zona khusus. Zona pengembangan dan kawasan industri yang didirikan dengan belajar dari pengalaman Shenzhen berkembang pesat di seluruh negeri Tiongkok. 

Tetapi pada akhirnya hanya Shenzhen yang dapat menjadi “kota manufaktur teknologi global.” Menjadi Lambang daya saing Global Negeri Tirai Bambu ini.

Rahasia keberhasilan kota Shenzhen terletak pada budaya “lingkaran kemampuan” yang unik. Kota-kota imigran seperti Shenzhen telah mengembangkan budaya yang berorientasi masa depan. Secara efisien mendukung inovasi saat merapat dengan industri teknologi dan menyelesaikan masalah manufaktur teknologi. Budaya inilah yang mendasari kebangkitan kota Shenzhen.

Tentu saja, sebagai kota migran tidak akan cukup. Ada banyak kota imigran seperti Shenzhen di dunia yang juga berkembang pesat. Seperti New York, Miami, Vancouver, Kanada, Dubai, UEA dll. Tetapi hanya Shenzhen yang berkembang menjadi pusat manufaktur teknologi global. Kemampuan inovasi teknologinya semakin kuat. Sehingga, sering disebut Lembah Silikon atau Silicon Valley masa depan.

Rahasia keberhasilan kota Shenzhen dari perspektif global, bukannya kota lain di Tiongkok dikarenakan dua unsur yang mendukung Shenzhen sukses di bidang manufaktur teknologi. Pertama, kolaborasi yang kuat. Produk teknologi yang semakin canggih, justru semakin membutuhkan kerja sama antar pakar teknologi.

Kedua, kolaborasi perlu memiliki kedalaman yang cukup. Sehingga, membutuhkan kredit dan kepercayaan yang cukup dalam. Tentu saja, Butuh waktu yang cukup lama untuk membangun kredit dan kepercayaan tersebut.

Tetapi pada saat yang sama, produk teknologi yang berubah cepat, siklus yang pendek, menyebabkan kolaborasi perlu diselesaikan dengan cepat dan efisien. Serta harus dapat beradaptasi dengan perubahan cepat dalam inovasi.

Anda mungkin melihat kontradiksi didalamnya. Kolaborasi yang mendalam seringkali membutuhkan waktu membangunnya. Seperti kolaborasi tradisional dalam industri otomotif. Mobil adalah produk yang sangat kompleks. Ada puluhan ribu suku cadang untuk memanufaktur sebuah kendaraan lengkap.

Negara Eropa telah membentuk sistem suplai dalam waktu yang panjang. Misalnya, pemasok lapis pertama dan pemasok lapis kedua telah terbentuk dalam beberapa dekade yang lalu. Sehingga, Produksi massal dapat diselesaikan. Namun kolaborasi semacam ini seringkali sulit untuk dapat disesuaikan dengan cepat. Jadi ketika perusahaan baru seperti Tesla menantang industri otomotif AS, seluruh industri otomotif hanya akan dikalahkan secara pasif.

Sistem kolaboratif seperti itu bukan dibutuhkan industri teknologi modern. Ponsel Apple, membutuhkan siklus iterasi yang pendek dan kecepatan respons yang lebih cepat daripada mobil. Untuk mencapai prestasi ini, Apple tidak mungkin merealisasikan di Amerika Serikat. Atau belahan dunia lain. Namun, hanya Shenzhen yang dapat merealisasikannya.  Ini adalah keajaiban kota Shenzhen yang sesungguhnya.

Perlu diketahui, budaya tradisional Tiongkok adalah “lingkaran masyarakat.” Warisan peradaban pertanian. Suatu sistem kredit untuk orang-orang yang telah berkenal lama. Sehingga pada Saat mereka berbisnis, sering kali mereka akan lebih memperhatikan kerabat dan teman.

Mereka kurang dapat mempercayai orang asing. Budaya semacam ini dicirikan oleh kepercayaan jangka panjang. Mereka mudah bekerja sama dengan cepat, tetapi kelemahannya yaitu terlalu tertutup untuk bekerjasama dengan orang luar yang mungkin lebih hebat.

Negara Eropa dan Amerika Serikat telah membentuk sistem kredit terbuka berdasarkan peradaban Maritim. Bisnis mereka tidak ada hubungannya dengan jarak hubungan antar pribadi. Bagi mereka, Kode etik orang asing dan kenalan adalah semuanya sama. Ciri budaya ini adalah terbuka dan mudah untuk berkolaborasi satu sama lain. Namun membutuhkan waktu lama untuk membangun kepercayaan. Akibatnya, sulit untuk bekerja sama dengan cepat.

Pengusaha kota lain di Tiongkok membangun dengan cepat lingkaran hubungan industri dengan Shenzhen. Mereka membangun level dengan kekuatan operasi masing-masing. Karena lingkaran Masyarakat tidak didasarkan pada orang maupun hubungan relasi, tetapi pada kemampuan.

Makanya, mereka yang memiliki kemampuan yang kuat akan perlahan-lahan diterima dan diintegrasikan ke dalam lingkaran bisnis. Mereka yang kurang memiliki kemampuan akan tersingkir secara bertahap. 

Budaya semi-terbuka baru ini memiliki kolaborasi mendalam dan kemampuan respons cepat yang dihasilkan melalui kredit. Serta daya saing aliansi yang kuat oleh keterbukaan.

Lingkaran kemampuan semacam ini sebagai pembentukan hubungan tingkat lingkaran baru. Lingkaran seperti itu dapat tumbuh hanya jika ia masih mewarisi budaya tradisional Tiongkok. Namun, Shenzhen yang telah kehilangan belenggu kekerabatan tradisional, dan berorientasi pada kewirausahaan, pada akhirnya membentuk sebuah kota yang unik.

Oleh karena itu, lingkaran kemampuan Shenzhen, dengan budaya berorientasi masa depan adalah kontribusi unik Shenzhen.

Kota Shenzhen telah sangat sukses dalam 40 tahun terakhir, mengapa harus ada tugas percontohan baru lagi?

Reformasi di Tiongkok telah memasuki wilayah perairan dalam. Dulunya, Mantan Pemimpin Tertinggi Tiongkok Deng Xiao Ping menekankan politik kebijakan “menyeberangi sungai dengan meraba bebatuan,”. Tetapi, sekarang ini Tiongkok harus belajar berenang di perairan dalam. Lingkungan luar telah berubah. Dan tidak ada yang bisa dijadikan referensi lagi. Sehingga, Metode respon juga akan berubah. Untuk menemukan metode baru yang efektif dalam situasi baru, diperlukan “pilot baru.”

Belajar dari Kota Shenzhen

Percontohan ini berbeda dari sebelumnya. Dulu, Tiongkok mungkin terbiasa mengikuti jejak orang lain. Di masa lalu, uji coba adalah menemukan cara untuk memasuki ekosistem inovasi global. Tiongkok cukup menemukan kelebihannya sendiri. Mengamati tautan apa di sistem orang lain yang dapat bekerja dengan baik dalam sistem mereka sendiri. Kemudian, memasukkan ke dalam ekosistemnya. Bertahan hidup. Lalu Berkembang dalam ekosistem ini.

Tanggung jawab atas kemakmuran ekosistem ada pada orang lain. Jadi Tiongkok tidak perlu khawatir. Tetapi sekarang jika Tiongkok ingin menjadi pemimpin di Abad-21, Tiongkok tidak bisa hanya melihat keunggulan lokalnya. Tetapi juga desain sistem secara keseluruhan. Menekankan keseluruhan sistem yang lengkap dan seimbang. 

Tujuan dari uji coba Shenzhen adalah untuk menemukan cara menumbuhkan ekologi yang inovatif. Bahkan menumbuhkan kemakmuran ekologi global yang sangat berbeda dari terobosan titik tunggal sebelumnya.

Program percontohan yang benar-benar efektif saat ini adalah melihat pengalaman sukses masa lalu dengan jelas. Pada saat yang sama menyadari sepenuhnya tantangan situasi baru. Melakukan uji coba untuk beradaptasi dengan tantangan masa depan. Bilamana berhasil, mereka dapat mereplikasi ke kota lainnya untuk mendorong pembangunan daerah lain.

Rahasia keberhasilan kota Shenzhen
Rahasia keberhasilan kota Shenzhen (Image: Sixth Tone)

Bagaimana membangun daya tarik dalam ekosistem inovasi global sebenarnya adalah inti dari budaya. Ekologi industri yang sukses secara global membutuhkan pengakuan budaya. Misalnya, Negara Uni Eropa dan Amerika Serikat yang melakukan bisnis di seluruh dunia. Sebenarnya, karena peradaban laut menciptakan tempat kerja sama yang setara antara orang asing sehingga mempromosikan kolaborasi secara global.

Just like grandma says, seiring perkembangan inovasi teknologi, kolaborasi industri telah menjadi semakin kompleks. Semakin banyak kebutuhan untuk efisiensi dan fleksibilitas yang tinggi. Budaya “lingkaran kemampuan” yang unik dari Shenzhen telah beradaptasi dengan permintaan ini. Jika budaya maju ini bisa diekspor dan disumbangkan ke dunia, maka “Shenzhen bisa menjadi Shenzhen miliknya dunia!”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.