Raj Reddy pemenang penghargaan Turing

Raj Reddy pemenang penghargaan Turing dan pakar AI dunia lainnya, seperti Kai-fu Lee maupun Godfather Machine Learning Tom Mitchell, menghadiri World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2019 Shanghai minggu lalu. Raj Reddy kurang setuju dengan Elon Musk tentang Teori kecerdasan buatan sebagai ancaman bagi dunia. Malah sebaliknya, AI seharusnya sangat membantu manusia.

Raj Reddy pemenang penghargaan Turing

Di Masa depan, ada kemungkinan manusia memanipulasi kecerdasan buatan atau AI dan menjadi ancaman. Tetapi dari sudut pandang teknis, kecerdasan buatan sendiri tidak mengancam manusia.

Sejak lahirnya sistem digital sampai sistem ilmiah saat ini, perkembangan peradaban telah memakan waktu ribuan tahun. Dan hal-hal yang dilakukan manusia sekarang hanyalah bagian kecil dari ujung gunung es.

Pada awal tahun 1995, Profesor Raj Reddy pemenang penghargaan Turing pernah mengungkapkan “To Dream the Possible Dream”. Kecerdasan manusia dan Kecerdasan buatan tidak mungkin setara 100%. Dua-duanya masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan.

Kecerdasan buatan tidak akan seperti manusia. Manusia bisa berkreatif, dan memiliki emosi. Mungkin melalui penelitian, kita bisa membuat kecerdasan buatan memiliki kemampuan semacam ini. Seperti menciptakan ‘Mesin Emosi’ yang memungkinkan mesin ini mengerti  lelucon manusia. Namun, sejauh ini belum ada perusahaan yang berhasil menciptakan aspek bidang ini, kata Raj Reddy.

Dalam beberapa tahun mendatang, lebih dari 80%-90% pekerjaan manusia akan digantikan oleh Robot. Membebaskan manusia dari pekerjaan yang membosankan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Sebaliknya, AI juga akan meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas hidup manusia.

Inti dari komunikasi sosial dan emosional dalam banyak kegiatan manusia sulit digantikan oleh kecerdasan buatan. Apa yang dilakukan kecerdasan buatan adalah membantu manusia dan meningkatkan efisiensi kerja. Sehingga manusia memiliki lebih banyak waktu untuk berfokus pada inovasi, penemuan produk baru, atau hal-hal baru, dan menciptakan nilai lebih.

Profesor Raj Reddy pemenang penghargaan Turing juga memperkenalkan visinya tentang kecerdasan buatan. Setiap orang akan dilengkapi dengan ratusan Asisten kecerdasan buatan di masa depan. Diantaranya, Cognition Amplifier (COGs) dan Guardian Angels (GATs).

Cognition Amplifier (COGs) berfungsi mengurus kegiatan hidup sehari-hari seperti mengirim surat, membayar tagihan, memangkas rumput, memasak, mengasuh bayi dll. Sedangkan, Guardian Angels (GATs) bertugas sebagai pengingat bencana secara riil. Kedua AI Asisten ini dibuat khusus untuk setiap individual.

Secara singkat, Asisten Yang satu untuk menjamin kualitas kehidupan, yang satunya lagi untuk keamanan dan melindungi kehidupan kita dari bencana. Seandainya kedua ide ini bisa menjadi kenyataan, manusia akan menghemat banyak waktu dari hal sepele yang membosankan. Justru sebaliknya, kita bisa punya lebih banyak waktu untuk sesuatu yang lebih berharga dan kreatif.

AI City of Shanghai

Dalam pandangan Profesor Raj Reddy, masa depan seperti itu sebenarnya lebih dekat daripada yang kita bayangkan. 5 tahun kemudian, Shanghai berkemungkinan akan menjadi kota pertama yang mencapai tahap ketinggian ini. Beliau menekankan, Shanghai adalah “Kota Kecerdasan Buatan (AI city of Shanghai) di dunia”.

“China memiliki banyak talenta, dan pemerintah Beijing bersedia bekerja keras dan bertindak untuk merealisasikan tujuan ini,” kata Profesor Raj Reddy kepada wartawan.

Di lain pihak, di penjuru dunia yang lain masih ada separuh dari populasi dunia “buta huruf digital”. Mereka tidak tahu bagaimana menggunakan keyboard untuk online. Jika populasi ini dapat bergabung dengan jaringan online, ekonomi Dunia akan meningkat empat kali lipat. Semua orang di dunia akan menjadi lebih kaya melalui efek jaringan ini.

Ketika ditanya bagaimana bentuk dunia yang lebih kaya, atau kehidupan yang 10 kali lipat lebih kaya dari sekarang? “Pergi saja ke Timur Tengah,”kata Profesor Raj Reddy sambil tersenyum. “Kira-kira kayak begitulah dunia di masa depan.” Dimana Semua orang tidak harus selalu bekerja, melainkan bisa mengendarai mobil ke mana-mana bersama keluarga menikmati hidupnya.”

Raj Reddy pemenang penghargaan Turing
Professor Raj Reddy percaya Shanghai akan menjadi kota kecerdasan buatan pertama di dunia (AI city of Shanghai)

Just like grandma says, Professor Raj Reddy juga memperkenalkan perbandingan pengembangan kecerdasan buatan di dunia dan di China. Menurutnya, China adalah salah satu negara dengan kecerdasan buatan terbaik didunia. Hal ini terbukti dengan China sebagai Unicorn AI terbanyak di Dunia.  

Profesor Raj Reddy adalah peneliti generasi kedua setelah kelahiran kecerdasan buatan. Beliau telah meneliti AI lebih dari 60 tahun. Tetapi dia masih aktif di garis terdepan pada usia 82 tahun saat ini. Professor Raj Reddy ditunjuk sebagai Pakar Konsultan Strategi Kecerdasan Buatan Shanghai tahun ini.

Advertisements
Categories: Raj Reddy pemenang penghargaan Turing

1 thought on “Raj Reddy pemenang penghargaan Turing

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: