Advertisements

Fortnite Game

Resmi diperkenalkan, Google Stadia akan masuk ke Indonesia di bulan November

Oleh: Ricky Suwarno

30 Juli 2019

Fortnite Games

Minggu lalu, Video Game Fortnite menggelarPiala Dunia pertamanya di New York. Yang sama pentingnya dengan Final NBA. PengaruhFortnite tidak hanya di video game atau olahraga saja. Fortnite telah memengaruhitata letak perusahaan-perusahaan Silicon Valley di masa depan. Menarikperhatian mereka untuk lebih memperhatikan industri Game.  

Sebagai contoh, Google mengumumkan platformgame bernama “Stadia” di bulan Maret yang lalu. Pada hari pengumuman, hargasaham Nintendo langsung anjlok 3%.

Tidak hanya itu saja. Di awal tahun ini, CEONetflix menulis surat untuk para pemegang sahamnya. “Fortnite” adalahtantangan terbesar. Pesaing kami yang lebih berbahaya daripada HBO. AtauDisney. Karena “Fortnite” dari Epic Games telah menghisap semakinbanyak penonton kami.

“Loh, kok bisa?” 

Pesaing and ancaman terbesar bagi Netflix bukan HBO atau Disney, melainkan Fortnite

“Fortnite” adalah video game. Keduaperusahaan ini tidak berada dalam satu bidang. Mengapa bisa “merebut”pengguna Netflix?

Saat ini, Game bukan sekadar Game lagi.Melainkan, telah menjadi suatu media. Media yang menarik banyak penonton. Misalnya,setiap hari dalam perjalanan ke tempat kerja. Di dalam mobil, bus atau Metroatau MRT, kita mungkin membaca berita. Ber-sosialisasi sebentar di WeChat, WAatau Facebook. Ataupun bermain Game.

Para raksasa internet termasuk Netflix,berusaha merebut perhatian netizens. Waktu yang dipakai pengguna. Namanya, “waktupenggunaan layar”.

Pesaing Netflix

Pada tahun 2018, pengguna rata-rata menghabiskan71 menit sehari menonton video di Netflix. Dan, fans “Fortnite” menghabiskansekitar 85 menit sehari bermain Game. Waktu yang lebih banyak dibandingNetflix. Industri Game bukan hanya tambang emas bagi Raksasa Internet SiliconValley. Tetapi, juga suatu tantangan besar.

Ada beberapa alasan Perusahaan teknologi SiliconValley semakin memperhatikan bisnis Game. Yaitu, model bisnis “PaidSubscription” atau “berlangganan berbayar”. Yang merupakan titik pertumbuhanyang sangat besar.

Sebagai contohnya, Apple. Apple merilislayanan berlangganan Game “Apple Arcade” pada musim semi tahun ini. Karena, penjualanHardware Apple telah semakin menurun. Sebaliknya, pendapatan berlangganan terusmeningkat.

Pada kuartal pertama 2019, penjualaniPhone turun drastis 15% dibanding tahun lalu. Alasannya, daya tarik perangkatkeras Apple tidak sebagus dulu. Atau singkatnya, daya inovasi Apple menurunsejak meninggalnya Steve jobs. Apple sendiri sadar akan hal ini. Makanya, Padakonferensi pers musim semi lalu, Apple tidak merilis produk perangkat keras apapun. Namun, menekankan layanan berlangganan yang berkinerja sangat baik.

Bulan lalu, pengguna berbayar Apple Music telahmencapai 60 juta orang. Meningkat 4 juta dalam setengah tahun. Tingkatpertumbuhan yang sangat luar biasa.  Di AS, pengguna yang membayar AppleMusic bahkan melampaui streaming music, Spotify.

Namun, apabila dibandingkan denganlangganan berbayar musik atau video, langganan berbayar Game barulah “Tambang Emasaslinya”. Kemampuan membayar pengguna Game sangat luar biasa.

Ambil contoh, “Fortnite”. Walaupun, free download, tetapi hampir 70% pengguna menghabiskan uang untuk Game. Seperti membeli peralatan senjata maupun pakaian untuk karakter Game. Lebih menariknya lagi, banyak pengguna pertama kali membayar untuk Fortnite. Rata-rata per orang $84.

Paid subscription atau berlangganan berbayar Game adalah titik perkembangan profit tercepat bagi Apple

Pada tahun 2018, total pasar industri Gameglobal mencapai $140 Miliar. Sebaliknya, total pasar industry Film secaraglobal baru mencapai $96,8 miliar. Apple telah melihat potensi pengguna dalammembayar Game. Sehingga, Apple semakin meningkatkan investasinya di bidang Game. 

Belakangan ini, Apple telah menawarkanjutaan dolar uang muka kepada para Games Developers. Demi memastikan merekadapat menyediakan konten eksklusif untuk platform Apple Arcade.

“Sebenarnya, industri game bukanlah hal baru. Lalu, mengapa raksasateknologi semua terkonsentrasi pada tahun ini? Lebih memperhatikan bidang ini?”

Mereka bukan hanya ingin mengambil bagian,tetapi juga menjadi “spoiler”.   Membentukkembali bisnis dan ekosistem seluruh industry Game. Dengan senjata rahasianya, kekuatan“Cloud Computing atau komputasi awan” yang sangat kuat.

Bayangkan, Jika Anda adalah seorang Gamer.Jika ingin memainkan Game Console, Game harus terhubung ke layar TV. Dimainkandengan pegangan. Anda harus membeli peralatan Console Game dulu. SepertiMicrosoft, Sony, maupun Nintendo. Untuk meyakinkan potensi pengguna membeliperangkat mereka, setiap vendor akan meluncurkan game eksklusif di platformmereka. Misalnya, Game “The Legend of Zelda: Breath of the Wild” yanghanya tersedia di Switch Nintendo. Pengguna harus membeli peralatan Nintendojika ingin bermain Game ini.

Google meluncurkan platform Game “Stadia”tahun ini. Platform Game tanpa  perlumembeli konsol game.

Google memiliki teknologi komputasi awanyang sangat kuat. Memungkinkan data Game diproses secara langsung di cloud. Dengankata lain, kita dapat memakai layar TV, computer, maupun ponsel untuk memainkangame ini secara online. Dan, jika ada masalah mengharuskan kita keluar rumah,kita masih dapat meneruskan permainan di ponsel dijalanan.

Platform “Stadia” akan membuat terobosandalam bermain game. “Fortnite” saat ini hanya dapat dimainkan 100orang per game. Bukan karena desain, tetapi karena transmisi data.

Jika semua data Game pengguna diproses diserver cloud, ada kemungkinan sebuah game dapat menampung ribuan pemain pergame. Stadia adalah terobosan dan ancaman terbesar konsol game. Karena pemaindapat bermain game dimana saja. Atau kapan saja berada. Tanpa harus terbataspada peralatan konsol game. Di layar TV.

Just like grandma says, tahun ini Raksasa teknologimengerahkan kekuatan di bidang Game. Karena Godaan kepentingan komersial. Raksasa teknologi ingin menggunakan “model berlangganan” untuk membawapertumbuhan pendapatan baru. Langganan game adalah tambang emas. Memberikanraksasa teknologi kekuatan untuk membangun platform Game yang lebih besar.

Lapisan lainnya, Teknologi cloud computingyang sangat matang. Membuat Game menjadi semacam pengalaman yang bisa terjadikapan saja. Atau di mana saja. Di layar apa saja. Platform cloud game telahmengambil keuntungan dari tren. Misalnya, dampak keluhan dari Netflix.

Dalam pertumbuhan generasi muda saat ini,mereka menganggap game sebagai konten hiburan yang setara dengan buku, film,dan drama TV. Di masa depan, identitas Gamer mungkin tidak akan ada lagi. Samaseperti sekarang, orang yang menonton TV tidak akan disebut pemirsa TV lagi. Karenamenonton TV adalah sesuatu yang akan dilakukan setiap orang.

Perusahaan teknologi Raksasa sepertiGoogle, Apple dan Tencent akan mendorong game ke arah ini. Bagi Netflix,pesaing sebenarnya bukan lagi sekadar platform tradisional kayak Disney. HBO. Yangselalu menempati waktu TV dan video kita. Perusahaan teknologi selanjutnya akanmembawa Game ke sektor visi publik.

Advertisements
Categories: Apple Arcade games, Fortnite Game, Google stadia IndonesoaTags: , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: