Ramalan tahun 2021 tentang Artificial Intelligence

Ramalan tahun 2021 tentang Artificial Intelligence akan semakin sulit. Walaupun, tahun baru 2021 para perusahaan Top AI mulai merencanakan IPO. Karena Kinerja prestasi mereka menentukan prospek perusahaan AI lainnya. AI atau Kecerdasan buatan dianggap sebagai gelombang teknologi berikutnya. Dengan alasan tren ini, perusahaan AI telah menjadi “topik investasi terpanas” di bidang modal ventura dalam beberapa tahun terakhir.

Tapi sayangnya, kisah ini tidak bisa lagi diceritakan lagi. Beberapa lembaga investasi sudah “takut” terhadap perusahaan AI. Apalagi banyak tekanan dari perusahaan Raksasa Teknologi yang menganggap AI sebagai strategi pengembangan paling  penting. IPO menjadi semakin sulit. Walaupun ada SSE Sci-Tech InnoAtion BoaRd (STAR Market papan IPO khusus perusahaan Teknologi Tiongkok). Namun, sampai saat ini masih belum muncul “Saham Pertama AI”.  

Ramalan tahun 2021 tentang Artificial Intelligence

Perubahan khusus di tahun 2020 adalah merebaknya epidemi mahkota baru virus Corona. Ketika epidemi melanda berbagai industri, beberapa perusahaan AI justru menemukan peluang bisnis. Misalnya, Termometer pengenalan wajah, pengontrolan elevator lewat Teknologi pengenalan suara, pemantauan cerdas dan lain sebagainya. Wabah virus Corona tiba-tiba menciptakan peluang bagi perusahaan AI untuk komersialisasi.

Akan tetapi, Pandemi di Tiongkok segera terkendalikan dalam waktu 3 bulan. Kemudian disertai perdagangan ekspor diblokir baik akibat perang dagang maupun wabah virus Corona yang semakin parah di luar negeri. Seperti pasar Asia Tenggara. Epidemi ini menyebabkan mayoritas bisnis mereka terhenti.

Semua orang dalam industri memahami keberadaan gelembung AI. Ada sebagian perusahaan tidak dapat bertahan dan menutup bisnisnya. Tahun 2021 adalah tahapan di mana industri AI kembali Rasional. Dalam jangka pendek, lingkungan eksternal akan menjadi tantangan terbesar yang perlu diatasi.

Di tahun 2020, pembiayaan AI tidak jauh berbeda dengan tahun 2019, yang lebih dikenal dengan Musim dingin Kapital. Menurut statistik, ada 371 transaksi pembiayaan Artificial Intelligence terjadi di Tiongkok pada tahun 2019. Dengan total nilai pembiayaan sekitar 27,19 miliar yuan atau sekitar 4,2 Miliar Dolar.

Pada tahun 2020 sejauh ini, baru terakumulasi 305 transaksi pembiayaan. Dengan total nilai 24,32 miliar yuan atau 3,7 Miliar Dolar.

Bila dibandingkan dengan tahun 2018, angka ini jelas menunjukkan penurunan. Pada 2018, ada 523 transaksi pembiayaan AI di Tiongkok dengan total sekitar 66,71 miliar yuan. Atau 10,10 Miliar Dolar.

Sumber pendanaan perusahaan AI sebenarnya berasal dari tiga jenis institusi. Pertama, pendanaan dalam Dolar AS. Dibandingkan dengan pendanaan RMB, mereka memiliki siklus investasi yang relatif lebih panjang. Mereka lebih tertarik dengan teknologi baru. Dan cendrung lebih kaya.

Pada tahun-tahun awal, perusahaan AI lebih suka memilih pendanaan USD. Karena, mereka lebih bersedia memberikan valuasi yang lebih tinggi. Akan tetapi, Seiring meningkatnya valuasi perusahaan, ruang bagi lembaga investasi untuk menghasilkan uang mulai berkurang.

Pada Saat ini, dana industri mulai masuk. Seperti Raksasa internet Alibaba, Tencent, Baidu, Foxconn, TCL, Lenovo dan dana industri lainnya. Dana industri ini lebih menyukai kombinasi teknologi AI dengan bisnis mereka sendiri. Mereka berharap untuk memegang tiket Era baru AI di tangan mereka.

Dana pemerintah kemudian juga ikut ambil peranan. Pada 2017, Dewan Negara Tiongkok mengeluarkan “Rencana Pengembangan Kecerdasan Buatan Generasi Baru”. Yang membawa AI ke tingkat strategis nasional atau Stranas. Pemerintah daerah mulai mendukung industri AI dengan penuh semangat.

Sejak munculnya virus Corona di awal tahun ini, ketiga kumpulan dana ini mulai mengurangi investasi di perusahaan AI. Terpengaruhi oleh hubungan China-AS, banyak dana AS seperti dana pensiun dan dana universitas, mulai mengurangi investasi di China. Dalam lingkaran investasi China, Mahkota pendanaan Dolar AS telah menghilang. Terutama karena mereka khawatir akan risiko politik Dua negara.

Antusiasme dana industri untuk berinvestasi di sektor AI sedang menurun. Banyak perusahaan terpengaruh wabah mulai kekurangan dana. Memulihkan bisnis adalah prioritas utama. 

Disamping itu, Dana pemerintah juga terpengaruh oleh epidemi. Pemerintah daerah telah berbalik menginvestasikan uang untuk pencegahan dan pengendalian epidemi serta pemulihan Ekonomi setelah pandemi.

Melihat alasan di atas, Ramalan tahun 2021 tentang Artificial Intelligence dan pembiayaan perusahaan AI akan semakin sulit.

Pola startup bidang AI di China sudah mencapai tahap yang relatif stabil. Para perusahaan Top Unicorn AI telah mendapatkan pembiayaan yang lebih dari cukup. Langkah selanjutnya adalah Go publik. 

Sebagian besar perusahaan AI yang berada pada tahap awal sudah mulai menggali lebih dalam ke sub-industri. Mengandalkan Raksasa teknologi adalah pilihan pertama mereka. Tetapi Raksasa industri sangat sensitif terhadap teknologi baru. Semua orang telah melihat tren digitalisasi dan kecerdasan buatan.

Bahkan, Banyak pemimpin industri juga telah mendirikan perusahaan digital mereka sendiri. Mereka lebih berharap dapat menggunakan teknologi ini untuk kepentingan mereka sendiri.

Peluncuran STAR Market pada Maret 2019, memberikan perusahaan AI saluran keluar baru. Saat itu, hanya perusahaan chip AI Cambricon yang berhasil Go Publik. Data laporan keuangan terbaru Cambricon menunjukkan, Total pendapatan dalam tiga kuartal pertama tahun ini mencapai 158 juta yuan. Dengan kerugian 310 juta yuan. Nilai valuasi pasar terakhir adalah 65,6 miliar yuan. 37% lebih rendah dibanding ketika go publik dua bulan sebelumnya.

Tahun baru 2021 masa sulit bagi AI

Para Investor mengklasifikasikan Cambricon sebagai perusahaan sektor chip. Berhubung pengaruh lingkungan industri dan faktor politik, harapan terhadap perusahaan ini jauh lebih tinggi daripada perusahaan AI lainnya. Semua orang sangat memperhatikan batch pertama perusahaan AI yang terdaftarkan. Prestasi Kinerjanya menentukan arah investasi selanjutnya.

Namun, periode ” pembakaran Duit ” ini telah membuat perusahaan AI dan investor untuk melihat bidang ini dengan lebih berhati-hati. Dari perspektif perkembangan ekonomi digital, AI hanyalah sebuah alat. Tingkat kecerdasannya saat ini belum cukup tinggi. AI saat ini hanya dapat memainkan peran pendukung. Masih Perlu dipraktekkan dalam bisnis Riil untuk terus berkembang.

Tren ini juga terlihat dari perubahan standar penilaian investor untuk perusahaan AI. Pada awalnya, investor hanya bertanya ada berapa dan siapa saja Pakar AI dalam perusahaan.

Kemudian dengan segera, semua orang mulai bersaing untuk hasil akurasi pengenalan mesin. Para investor mulai peduli dengan program yang bisa menghasilkan pendapatan, mitra maupun pelanggan perusahaan AI. Hari ini, Standar juri pasar menjadi sangat rasional. Berapa penghasilan perusahaan sekarang?

AI mungkin terdengar keren dan hebat. Tetapi sebenarnya, AI masih membutuhkan kerja keras ketika harus dipenetrasikan ke dalam bisnis sebenarnya.

Bidang AI saat ini didominasi oleh bisnis To B. Setiap pelanggan, bahkan di bidang yang sama, memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Saat ini, standardisasi industri belum terbentuk. Artinya, masih membutuhkan banyak upaya untuk melayani pelanggan. Bukannya, hanya meniru pengalaman dan solusi yang telah matang kepada pelanggan lain secara batch.

Aplikasi AI termasuk dalam bidang SaaS. Perusahaan dengan nilai Valuasi pasar yang tinggi dapat muncul di bidang ini. Karena AI dapat mencapai standarisasi dan skala besar. 

Tetapi algoritme AI saat ini belum dapat merealisasikannya. Dalam skenario sederhana, banyak algoritme berbeda mungkin perlu digunakan. Banyak perusahaan dan pelanggan pemerintah telah membuktikan bahwa dalam banyak skenario, menggunakan teknologi baru tidak sebaik manual.

Saat ini, perusahaan AI China masih belum mampu untuk menyalip aturan permainan Dunia saat ini. Hal ini berarti, sebagian besar perusahaan AI China hanya dapat diintegrasikan. Mereka hanya mendapatkan sebagian kecil ” kue ” yang dapat dialokasikan.

Tidak hanya itu, teknologi AI yang dikuasai oleh Raksasa teknologi memiliki nilai komersial yang jauh lebih tinggi daripada startup AI. Karena mereka memiliki skala bisnis yang sangat besar. Yang dapat membantu pelatihan algoritma. Menjadikan teknologi terintegrasi dengan lebih baik ke dalam setiap bisnis.

Bagi perusahaan AI bervaluasi tinggi, menghasilkan pendapatan melalui proyek satu per satu sangatlah lambat. Diperlukan setidaknya satu hingga dua tahun untuk memahami suatu industri baru. Dari menemukan pelanggan, merumuskan rencana, menyampaikan produk, dan menerima pembayaran kembali memerlukan Proses yang sangat panjang.

Industri ini mulai membentuk aturan tak tertulis untuk menghasilkan pendapatan. Misalnya, melalui subsidi pemerintah, akuisisi eksternal, maupun investasi sebagai imbalan atas pesanan. 

Ada sebagian perusahaan AI mulai menetap di banyak tempat dengan imbalan subsidi dan investasi pemerintah. Ketika mereka belum mencapai pendapatan dan keuntungan besar, mereka menggunakan Dana pembiayaan untuk investasi dan akuisisi.

Ini semua adalah cara untuk bertahan hidup. Namun, pasar sekunder lebih transparan daripada pasar primer. Indikator utama seperti kualitas pendapatan, sumber pendapatan, dan arus kas. Ketika perusahaan induk mengalami masalah, hal itu akan menimbulkan ” efek kupu-kupu “. Dengan dampak yang sulit diperkirakan.

Misi perusahaan AI selanjutnya adalah membenamkan diri di area tertentu. Bekerja keras. Bukannya, sembarang ekspansi disana sini. Mereka harus menemukan titik sakit dan celah dalam industri. Memoles kemampuan superior mereka. Meningkatkan hambatan terhadap satu produk tertentu. Menghentikan waktu “mendongeng.” Dan pastikan bisa bertahan hidup terlebih dulu.

Jalan ini tidaklah mudah. Ini adalah ujian sekaligus peluang. Para perusahaan Top AI yang terbiasa dengan mahkota indah, harus dapat merendahkan diri. Menunggu kesempatan sampai ketika tren teknologi baru meledak.

Pada tahun 2019, teknologi AI telah memasuki tahap komersialisasi skala penuh. Seperti penerapan teknologi di bidang keuangan, perawatan medis, dan keamanan. Skenario aplikasinya menjadi semakin banyak. 

Komersialisasi kecerdasan buatan telah membawa banyak dampak positif. Umpamanya percepatan digitalisasi perusahaan, perbaikan struktur rantai industri, dan peningkatan efisiensi pemanfaatan informasi. Teknologi AI menurut Ramalan tahun 2021 tentang Artificial Intelligence diperkirakan akan mengubah dunia dalam beberapa tahun mendatang.

Tapi proses ini akan memakan waktu lama bagi para startup. Kemakmuran memang membawa peluang. Tetapi risiko selalu menyertai. Bahkan mungkin juga kematian suatu Startup.

Saat  ini, China belum mampu memimpin dunia di bidang teknologi dasar. Namun, Perusahaan AI China telah mengumpulkan banyak Pakar teknis dan dana. Mereka memiliki saluran akuisisi data yang relatif longgar. Sehingga, dapat berfokus pada terobosan teknologi dasar. Dalam beberapa subdivisi AI seperti Teknologi Pengenalan wajah, pembayaran Elektronik maupun Mata Uang Digital, China telah menjadi pemimpin dunia.

Ramalan tahun 2021 tentang Artificial Intelligence
Ramalan tahun 2021 tentang Artificial Intelligence (Image: Interesting Engineering)

Just like grandma says, perkembangan industri AI baru saja dimulai. Banyak perubahan  lingkungan eksternal menjadi semakin tidak terprediksi. Ini adalah proses yang lebih lambat daripada Internet dan Internet seluler. Mereka membutuhkan lebih banyak kesabaran untuk bertahan hidup di musim dingin ini.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.