Rencana Ricky di tahun 2019

Oleh : Ricky Suwarno

Tahun 2018 tersisa tidak sampai seminggu lagi. Dan akan berlalu dengan cepat. Apakah anda sudah mempersiapkan rencana di tahun depan.

Sederet rencana saya telah dipersiapkan, dengan harapan akan terealisasi di tahun 2019. Pertama, menyelesaikan pekerjaan yang tertunda di tahun 2018.

Semua orang tahu kalau bermain catur Go, mengklaim sebanyak mungkin atau menginvasi wilayah lawan secepat mungkin. Dan memakan biji mereka sebanyak mungkin. Adalah kunci kesuksesan. Atau kalau kita sampai di situasi paling urgent, dan kalau tidak mengambil langkah itu, kita akan kalah.

Karena beberapa sikon yang mendesak dan harus diprioritaskan, dan harus diselesaikan segera di tahun 2019. Pertama, menulis lebih banyak artikel berkualitas. Terutama tentang teknologi baru. Seperti AI, Blockchain, ataupun IoT. Yang berguna bagi Indonesia. Dan akan berperanan penting dalam beberapa decade mendatang. Lebih banyak pulang ke Indonesia untuk investasi startup. Supaya mempercepat pembangunan teknologi nusantara. Dengan membawa Advanced teknologi AI misalnya, facial recognition or palm recognition, smart city, maupun auto driving teknologi ke Indonesia. Dan traveling ke Afrika bersama keluarga..

Kedua, harus menepati janji sebagai FA. Financial Advisor. Untuk beberapa projek digital internet dan data center yang telah dijanjikan untuk investasi ke proyek di Indonesia.

Langkah ketiga, terus melakukan pengurangan. Secara keseluruhan, saya puas dengan prestasi tahun 2018. Metode pengurangan berikutnya adalah, mengundurkan diri dari beberapa posisi. Banyak posisi cuma nama. Walaupun tidak memerlukan terlalu banyak waktu. Tetapi paling tidak ada beberapa tanggungjawab dan kewajiban. Jadi mengundurkan diri dari posisi itu, berarti meletakkan tanggungjawab dan kewajiban. Supaya saya punya lebih banyak waktu untuk mengerjakan hal yang lebih berguna. Umpamanya, Membawa satu atau dua partner, untuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan investasi di Indonesia. Setelah pengurangan hal di atas, bukan berarti saya mau pensiun. Tetapi untuk lebih focus ke hal-hal berikutnya.

Seperti, dewasa ini, dunia memasuki peluang yang sangat langka dalam puluhan tahun terakhir ini. Artificial Intelligence. Atau kecerdasan buatan. Ini adalah hobi dan bisnis saya.

Pada saat krisis ekonomi dunia di tahun 2008, suatu pernyataan dari Boss Foxconn, Terry Guo. Raja perakit dan OEM untuk iphone. Dan Samsung. Yang membuat saya tersadar. Dia bilang, dia telah berencana untuk pensiun. Tetapi krisis ekonomi dunia tahun 2008, justru membawa peluang besar. Dan tidak boleh dilewatkan.

Sejak saat itu, saya menyadari bahwa kita harus selalu pro-aktif untuk merencanakan masa depan kita. Dan selalu memanfaatkan peluang yang ada.

Hari ini, peluang untuk mengubah berbagai industry dengan teknologi informasi sudah dekat. Dan kita tidak boleh melewatkannya.

Kedua, pengalaman hidup saya di China selama 26 tahun. Saya telah banyak melihat dan mengalami perubahan teknologi yang meningkat secara drastic. Termasuk membina hubungan dekat dengan komunitas pengusaha digital dan teknologi AI disini. Maupun investor dan VC. Mereka adalah asset bagi saya. Yang sangat besar.

Ketiga, melalui bisnis dan sedikit investasi di perusahaan startup, saya lebih memahami teknologi apa yang lebih matang. Dan bisa di konversi menjadi produk yang bisa menghasilkan laba. Karena, penelitian tersebut adalah yang sangat diperlukan saat ini. Dan harus ditingkatkan investasinya.

Saya selalu mencari titik masuk yang bisa memanfaatkan kelebihan saya. Untuk memasuki suatu area bisnis baru. Meskipun saya masih tidak tahu, seberapa jauh saya bisa melangkah. Tapi ini mungkin cara paling hemat waktu.

Saya yakin Nasib seseorang sangat ditentukan oleh jaman kita berada. The question is seperti apakah jaman dan peluang selanjutnya.

Sebenarnya, tidaklah mudah untuk menjawabnya. Tetapi mungkin kita bisa menggunakan beberapa informasi yang lebih menyakinkan. Yakni melakukan segala sesuatu harus jauh lebih baik daripada oranglain.

Pandangan saya terhadap 5 tahun mendatang:

Pertama, ketidakpastian di dunia ini, pada dasarnya telah berlalu. Artinya, tidak bakalan muncul lebih banyak peristiwa angsa hitam seperti beberapa tahun lalu. Bukan berarti dunia tidak lagi bergejolak. Tetapi orang-orang tidak perlu kuatir tentang ketidakpastian yang akan terjadi.

Karena Dalam dua tiga tahun terakhir, telah banyak terjadi hal tak terduga. Seperti serangan teroris di Paris, Brexit, kegagalan Italia untuk mengubah konstitusi. Ataupun mengapa Trump bisa terpilih sebagai presiden. Dan kemudian mengundurkan diri dari TPP. Perjanjian kemitraan Trans Pasifik.

Sebenarnya, manusia lebih mampu menahan berita buruk. Daripada hal-hal yang tidak pasti. Mungkin kita merasa bingung terhadap masa depan dalam dua tahun terakhir ini. Tetapi kalau kita lihat sekarang, tampaknya hal-hal tersebut tidak seburuk yang kita kuatirkan dulu. Yah, walaupun dunia terus bergejolak, asalkan kita bisa lebih waspada saat jalan-jalan keluar negeri. Atau, walaupun Trump melakukan proteksionisme dan menutup diri dari dunia luar. Ataupun perang dagang. Tetapi bisnis adalah bisnis. Dan harus berjalan terus.

Jadi sangat jelas, dalam lingkungan yang relatif pasti ini, pembangunan dan bisnis adalah tema utama. Tak perlu curiga. Kerja keras. Dan terus bekerja keras saja.

Kedua, dunia, China, dan Indonesia termasuk emerging countries yang lain. Akan berkembang dengan stabil. Menjadi lebih kaya. Dan lebih nyaman untuk dihuni. Termasuk pemilu di tahun 2019. Karena siapapun yang terus jadi presiden, akan harus selalu fokus pada pembangunan. Memakmurkan rakyat. Dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam 30 tahun terakhir ini, banyak media Barat yang mengharapkan keruntuhan ekonomi China. Mereka akhirnya kalah. Dan ditinggalkan jaman. Dalam 20 tahun mendatang, China akan memiliki perkembangan yang stabil. Dan 20 tahun ini sudah cukup bagi semua orang. Maupun dunia.

Saya yakin China tidak akan jatuh dalam perangkap penghasilan menengah. Seperti yang sering dinyanyikan oleh orang-orang barat.

Mungkin Hal yang perlu diperhatikan adalah, dalam masa perdamaian, ekonomi dunia yang sedang berubah. Sebenarnya, Peluang yang hilang di AS maupun di Eropa, akan muncul di China. Ataupun di Indonesia. Ataupun di Negara emerging yang lain. Selama bisa menangkap peluang. Dan dalam 5 tahun mendatang, banyak perusahaan China akan lebih aktif terlibat dalam globalisasi. Dimana nantinya membawa banyak rejeki dan hoki untuk Negara lain. Termasuk Indonesia.

Ketiga, dalam 5 tahun mendatang, peluang industry AI (seperti aplikasi data besar, manufaktur cerdas, dan pemantauan cerdas) di China akan setara dengan output skala internet hari ini. Mungkin ada sebagian orang kuatir tentang bubble gelembung AI di China. Ya, memang masuk akal. Karena memang ada banyak “3T” perusahaan (tidak ada teknologi, tidak ada dana, dan tidak ada talenta). Yang memanipulasi AI sebagai alat kekayaan. Tetapi disamping mereka ini (3T), masih banyak perusahaan yang sangat berpotensial. Lihat saja, sampai akhir tahun 2018, kepolisian China akan terus memasang lebih dari 3 juta kamera kecerdasan khusus untuk facial recognition. Harga rata-rata satu kamera sekitar CNY10,000. Dipasang Untuk keamanan public seperti di Rumah sakit. Kantor polisi. Kantor Pajak. Sekolah. Lampu lintas. ataupun di kantor walikota dan rumah disekitar tempat tinggal penduduk.

Keempat, dalam lima tahun mendatang, akan tersedia banyak jalan dengan jalur tetap dan khusus untuk mobil tanpa awak atau auto driving car. Dan banyak mobil akan menambahkan fungsi mengemudi bantuan. Seperti Tesla.

Saat ini, jika secara teknis, tingkat mengemudi tanpa awak sudah jauh lebih tinggi dari manusia. Mengenai auto driving, sebenarnya masalah utama adalah masalah diluar teknologi ini. Misalnya, driverless car dari Google, Waymo, telah mulai beroperasi sejak akhir tahun lalu. Demikian juga di akhir tahun 2016, kota Shenzhen juga telah mulai menguji bis tanpa awak. Dan beroperasi di sebagian jalur tertentu.

Kelima, harus selalu siap siaga untuk krisis ekonomi singkat di tahun 2019. Sejarah menunjukkan setiap 8-10 tahun, pasti akan terjadi krisis ekonomi dunia. Saya tinggal di China lebih dari 2 dekade. Dan telah mengalami dua kali krisis ekonomi dunia. Gelembung internet di tahun 2000. Dan krisis ekonomi dunia di tahun 2008.

Jadi bagi orang China maupun AS, mereka sudah terbiasa dengan krisis ekonomi. Dan sadar akan resiko yang mungkin timbul. Ketika krisis datang, kita ibarat sakit sejenak. Dengan Meningkatkan kekebalan tubuh kita, kita akan bisa melewati krisis dan memasuki tahap ekonomi selanjutnya.

Again, just like grandma says, krisis ekonomi dan kemakmuran jangka panjang tidaklah bertentangan. Hanya saja kita perlu waspada terhadap resiko di setiap saat. Pada saat krisis ekonomi dunia di tahun 2008, founder dari Google Larry Page pernah bertanya kepada CFO nya pada suatu saat rapat umum. Jika Google tidak memiliki penghasilan satu sen pun, berapa lama cash Google akan bertahan sebelum bangkrut. Paling tidak beberapa tahun, jawabnya. Inilah namanya sadar dengan resiko yang ada. Kalau bisa melakukan ini, walaupun dalam resesi ekonomi, kita masih dapat bertahan hidup dengan baik. Demikian juga pada saat perkembangan ekonomi yang cepat, kita bisa bertumbuh lebih cepat dari competitor. Seiring waktu, kita akan membangun jarak yang panjang dari competitor kita. Kesimpulannya, langkah yang kita jalani harus lebih besar dari competitor. Bekerja lebih keras. Dan memiliki keyakinan yang lebih kuat terhadap masa depan.

Marilah kita menyambut tahun 2019 dengan senyum dan hati yang penuh rasa bersyukur!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.