Revolusi mental di jaman AI

Memasuki jaman yang semakin cerdas, Revolusi mental di jaman AI sangat diperlukan. Sudah saatnya mengubah cara berpikir kita. Atau lebih tepatnya, revolusi mental. Jangan lagi memakai pengalaman dulu untuk melihat masa depan. Terlebih dalam era kecerdasan buatan. Era AI.

Sekarang pertanyaannya, tanpa teknologi kita tidak mungkin menang. Tetapi, sebaliknya tanpa teknologi kita pasti kalah. Lalu, Apa dampak dan perubahan dari teknologi baru? Dan yang terpenting, bagaimana menangkap peluang di dalamnya?

Bagi para usahawan bisnis konvensional, sebenarnya, teknologi bukanlah peluang langsung. Melainkan, dampak akibat perubahan adalah peluang yang harus ditangkap.

Revolusi mental di jaman AI

Umpamanya, di bidang militer. Teknologi modern adalah senjata suatu perusahaan. Senjata itu sendiri bukanlah suatu peluang. Melainkan, bagaimana menggunakan senjata modern memenangkan peperangan barulah peluang.

Berikut adalah beberapa revolusi mental dan peluang dari dampak perubahan teknologi. Pertama, Perubahan persaingan teknologi. Dan revolusi teknologi yang semakin cepat. Misalnya, antara tahun 1973-1983, Fortune 1000 perusahaan besar Dunia, ada 350 perusahaan yang telah berubah. Sedangkan, dari tahun 2003 sampai 2013 hanya dalam 10 tahun saja, sebanyak 712 perusahaan yang telah berubah. Dan tidak termasuk dalam kategori Fortune 1000 Besar perusahaan dunia lagi.

Selanjutnya, kebanyakan perusahaan dalam menerima teknologi baru semakin dipercepat. Misalnya, di pameran CES. Suatu konsep teknologi yang baru popular. Belum lama kemudian sudah banyak ditemui implementasinya di mana-mana.

Kesimpulan diatas, yang terpenting adalah penggunaan yang tepat. Bagaimana mengimplementasikan secara tepat teknologi baru ini adalah kunci keberhasilan dalam persaingan.

Kedua, perubahan kolaborasi sosial jarak jauh. Atau lebih dikenal sebagai telecommuting. Maksudnya, dengan adanya internet kita tidak harus pergi dan kerja di kantor. Sehingga talenta yang lebih hebat, berkesempatan memilih untuk kerja mandiri. Atau berwirausaha sendiri. Dan melayani lebih banyak pengguna dalam waktu yang sama.

Lalu, apa peluang bagi kita?

Jadikan anda sebagai professional dalam bidang tersebut. Bekerjasama dengan orang-orang hebat dalam industry. Bangunlah image sebagai pakar. Sehingga anda bisa menemukan peluang baru.

Era bekerja secara tersendiri dalam perusahaan besar telah berakhir. Terutama banyak generasi pertama usahawan di China. Yang terbiasa menemukan teknologi baru. Mengerjakan dan Mendirikan departemen AI dalam perusahaan sendiri. Saya rasa ini suatu konsep yang sangat mematikan. Karena talenta hebat dalam kecerdasan buatan tidaklah mudah dimengerti. Sehingga talenta hebat tersebut kurang bersedia bekerja di perusahaan konvensional.

Sehingga timbullah konsekuensi yang paling serius. Perusahaan konvensional tidak dapat menarik talenta yang benar-benar pakar dalam AI. Sehingga karyawan yang bukan ahli tersebut akan berusaha mungkin mencegah bossnya untuk berhubungan dengan pakar AI. Supaya level dan keahliannya yang di bawah level tidak terekspos.

Ketiga, perubahan industry hiburan dan kreatif.

Kecerdasan buatan akan menggantikan banyak pekerjaan rutin manusia. Sehingga manusia mempunyai lebih banyak waktu untuk berkarya. Berkreatif. Misalnya, drama Shakespeare. Yang hanya bisa ditonton ratusan orang dalam satu drama. Mempengaruhi penonton yang terbatas. Tetapi industry kreatif dengan platform yang besar bisa mencapai skala penonton dalam globalisasi baru. Demikian halnya, dengan drama Harry porter. Atau starwars.

Keempat, perubahan individu yang lebih mandiri.

Sebelum menulis Harry Porter, JK Rowling adalah single mother tanpa pekerjaan. Dan harus mengandalkan bantuan ekonomi dari pemerintah. Yang akhirnya, menjadi salah satu orang terkaya di Inggris. Setelah suksesnya buku dan film Harry Porter.

Kelima, perubahan peningkatan Rasa atau taste.

Kepuasan materi akan mengarah kepada pengejaran spiritual. Dan pengejaran spiritual ini akan diikuti dengan identitas rekognitif.

Keenam, perubahan globalisasi yang lebih setara.

Revolusi mental di jaman AI
Revolusi mental di jaman AI (Sumber: the Atlantic)

Presiden Trump menentang globalisasi. Terutama dominasi perusahaan besar di Eropa dan Amerika di masa lalu. Monopoli multinasional ini adalah masalah globalisasi. Yang hanya menguntungkan mereka sendiri. Sementara pihak lain yang terlibat dalam globalisasi belum menikmati manfaat globalisasi.

Just like grandma says, bagi perusahaan di bidang konvensional, teknologi baru bukanlah peluang langsung. Perubahan sosial akibat teknologi modern barulah peluang yang harus di pegang. Enam perubahan teknologi diatas dapat menjadi peluang baru. Yang dapat menjadi dasar atau filosofi bisnis perusahaan.

Beberapa saat yang lalu, ada seorang penulis di Amerika Serikat. Yang khusus menulis tentang anak-anak remaja. Yang lahir setelah tahun 95an. Atau lebih di kenal dengan millennials. Setelah studi yang sangat sistematis, dia menemukan tidak ada kalimat yang bisa merangkup anak-anak remaja tersebut. Tidak seperti karakteristik pada orang kelahiran 50an, 60an, 70an dll. Sehingga judul buku itu dinamai “It’s Complicated”. Atau, Ini adalah hal yang sangat rumit.

Demikian halnya, dengan perubahan jaman kecerdasan buatan. Revolusi mental tentang wawasan, dan pembelajaran yang cepat adalah kunci menuju kesuksesan di jaman AI.

1 thought on “Revolusi mental di jaman AI

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.