Advertisements

Robot pendamping hidup

Robot pendamping hidup yang mirip seperti manusia mulai memasuki kehidupan nyata. Dimana fitur-fiturnya juga disesuaikan, seperti memiliki paras yang cantik atau tampan. Atau kulit yang halus dan bersuhu badan. Apakah Anda bisa menerima AI Robot pendamping hidup menjadi mitra hidup?

Jika teknologi kecerdasan buatan atau AI sudah matang, dan masalah lisensi teratasi, apakah Anda bersedia menikahi Robot pendamping hidup sebagai pasangan hidup sehari-hari.

Robot pendamping hidup

Pertanyaan ini mungkin tidak mudah dijawab. Terkait dengan etika dan moralitas. Dan lebih lanjut tentang dampak evolusi teknologi pada sifat manusia. Tetapi manusia tidak bisa menghindari masalah ini. Karena pabrik dan Teknologi jalur perakitan China membuat robot semakin cerdas. Dan semakin kayak manusia. Saat ini, telah banyak ditemui robot membantu manusia dalam banyak skenario. Bahkan “teman”, yang hanya terjadi di antara manusia, secara perlahan mulai digantikan oleh robot.

“Akankah robot berevolusi dari “Boneka seks orang dewasa” menjadi “pendamping hidup yang berkepribadian”?

“Apakah manusia dan robot akan menikah sebelum tahun 2050?”

“Setelah seratus tahun kemudian, bisakah robot dan manusia memiliki anak?”

Sebuah film pendek dokumenter 50 menit berjudul “The Eve of Tomorrow-Robot Companion” mengusulkan serangkaian pertanyaan di atas. Ini adalah seri tema pertama dari serangkaian film dokumenter yang diproduksi oleh Tencent News, bekerjasama dengan tim pemenang Oscar Grain Media.

Tidak dapat dipungkiri bahwa masalah seks dan cinta antara manusia dan robot telah berkembang selama beberapa tahun. Dalam berbagai bentuk seni di dunia fiksi ilmiah. Jauh di awal abad ke-19, karya Mary Shelley “Frankenstein” lahir kontes cerita menciptakan robot yang memiliki kesadaran seperti manusia. Impian untuk memperoleh kehangatan, persahabatan dan bahkan cinta membuat robot berdiri di sisi yang berlawanan dengan manusia untuk pertama kalinya. Menyebabkan rasa takut manusia pada awal pengembangan teknologi AI.

Serangkaian Film Robot AI seperti She, Cyborg She, Westworld, ataupun Love,Death and Robot secara visual menciptakan rasa dampak. Yang lebih penting, dalam film-film ini manusia dikelilingi robot AI yang telah diprogram. Yang mulai memiliki kesadaran mesin.

Dari sudut pandang Tuhan, sebagai manusia dengan daging dan darah harus memeriksa kembali realitas yang kita jalani. Ikatan aturan sistem, jeratan modal kapitalis, dan masalah-masalah yang dikendalikan oleh nasib dan sebagainya.  

Setelah menonton banyak film Robot AI yang kian berpenetrasi, Apakah “kemanusiaan” akan didefinisikan saat ini? Namun, dari film fiksi ilmiah ini Anda mungkin penasaran, Bagaimana rasanya memiliki Robot pendamping hidup.

Bagaimana orang-orang dari berbagai jenis kelamin, ras, keluarga dan latar belakang ekonomi mengevaluasi “Robot pendamping hidup” saat ini?

Dalam film dokumenter “the eve of tomorrow”, Ketika moderator Ms. Zeng mengunjungi pabrik robot “RealDoll China”, para insinyur menunjukkan robot yang sekarang telah ditingkatkan ke bentuk humanoid. Otot muka mereka akan tersenyum, berkedip. Bola mata dapat diganti, termasuk suhu badan bisa diatur.  

Setelah mensimulasikan detak jantung si Robot AI, dan berjejaring dengan aplikasi seluler, karakter Robot pendamping hidup ini dapat disetting sesuai keinginan. Termasuk setting “hasrat seksual robot dari yang tinggi, sedang atau rendah”. Berceria dan penuh semangat.

Etika Sains dan teknologi

Pada awal tahun 1990-an, McMullan, Bapak robot seks pernah mengatakan bahwa penciptaan RealDoll berasal dari kecintaan para seniman terhadap model tubuh manusia. Boneka Robot seks yang diproduksi diekspos di situs web. Menarik minat para sarjana profesional ingin tahu apakah mereka memiliki prinsip anatomi.

Simulasi adalah persyaratan pertama untuk Robot pendamping hidup. Kebanyakan dari bahan silikon atau TPE (elastomer termoplastik). Yang memiliki rasa dan sentuhan sangat realistis.

Seorang pengguna professional dari Inggris, mengatakan bahwa ia akan memotret istri robotnya. Membawanya jalan-jalan. Pergi ke bar dan restoran. Sama seperti pacarnya. Namun, ada temannya yang berpikir bahwa Dia adalah orang gila diawalnya. Dan itu membutuhkan waktu lama sebelum orang-orang disekitarnya bisa terbiasa. Bahkan banyak temannya masih memandang pasangan Dia dengan mata aneh.

Pengguna Inggris ini tidak peduli dengan hambatan sosial yang disebabkan oleh mode interaksi manusia-robot. Namun, tidak setiap pengguna Robot pasangan hidup dapat menahan tekanan oleh masyarakat. Pengguna professional lainnya, yang telah menceraikan istrinya selama 15 tahun, dan memiliki banyak mitra pasangan hidup robot tidak bersedia tampil di film dokumenter tersebut.

Tidak diterima dan tidak diakui oleh masyarakat, adalah tantangan hidup paling serius yang dihadapi oleh para pengguna pasar ini.

Sang Moderator Ms. Zeng mengatakan pada sesi berbagi perdana, pada awalnya orang-orang yang dulu menganggap boneka pasangan ini sangatlah aneh. Tetapi, setelah sekian waktu berkontak dengan pasangan Robot AI, membuatnya merasakan persahabatan sejati dari mereka.

“Ketika mobil dan telepon seluler baru ditemukan, orang-orang pada takut terhadapnya. Tetapi sekarang, dalam hidup sehari-hari orang tidak bisa terlepas darinya. Yang kurang adalah kesadaran dan tingkat lanjut toleransi masyarakat, kata Beberapa ahli terhadap tren hidup ini.

Robot pendamping hidup
Robot pendamping hidup mulai menjadi kenyataan

Sebuah kenyataan yang luar biasa adalah bahwa mulai ada orang-orang di sekitar kita yang bergaul dengan robot pendamping hidup mereka!

Just like grandma says, para pengguna Robot sebagai pasangan hidup kebanyakan berasal dari golongan orang yang berulang kali frustrasi dalam berhubungan dengan manusia. Robot pendamping hidup memberikan mereka kenyamanan baik fisik maupun psikologis.

Bagi Anak muda dengan tekanan sosial dan beban keuangan, Robot pendamping hidup mungkin dapat menebus konsumen dengan kekosongan emosional. Ini mungkin lebih dapat dimengerti oleh generasi muda.

Advertisements
Categories: Robot pendamping hidup

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: