Runtuhnya pesawat superjumbo A380

Runtuhnya pesawat superjumbo A380 jet penumpang terbesar di dunia. Pesawat Airbus A380 atau lebih terkenal sebagai “si superjumbo.” Pesawat berbadan lebar dan bertingkat dua. Buatan perancis, Airbus S.A.S. Dengan empat mesin buatan Rolls Royce Trent 900. Yang mampu memuat 850 penumpang dengan daya dorong 36.280 kg. Dalam konfigurasi satu kelas atau istilahnya kelas ekonomi. Atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas.

Salah satu alasan dikembangkannya A380 terutama untuk mengurangi kepadatan. Dan sistem kontrol trafik udara yang mulai kesulitan karena padatnya jumlah pesawat.

Pada tanggal 14 february yang lalu, pada saat dunia masih bersenang-senang dan terbuai dalam Valentine’s day. Pesawat Airbus mengumumkan akan secara resmi menghentikan pengiriman dan pembuatan A380 mulai tahun 2021. airbus telah berinvestasi setidaknya 17 milyar dollar. Namun respons pasar dan penjualan tidak memenuhi harapan.

Runtuhnya pesawat superjumbo A380

Airbus 380 juga dijuluki sebagai keajaiban dunia kedelapan. Karena sejak awal penelitian maupun pengembangan, A380 telah menerima banyak perhatian dari dunia. Pesawat penumpang dengan lebih dari 200 kursi penumpang, adalah pesawat besar. Tetapi A380 dapat menampung 555 penumpang. Sehingga di sebut raksasa udara. Superjumbo.

Wall street journal melaporkan, kegagalan A380 memberikan contoh seperti pelajaran buku teks. Tentang bagaimana runtuhnya sebuah perusahaan raksasa hanya karena salah menilai pasar. Dan menderita kerugian besar. Singkatnya, adalah kesalahan penilaian tren perkembangan dan permintaan pasar.

Runtuhnya pesawat superjumbo A380
Runtuhnya pesawat superjumbo A380 merupakan dampak persaingan AS-UE (Image: Airbus)

Airbus mulai mengembangkan A380 sejak tahun 1996. pada saat itu, manajemen eksekutif perusahaan yakin bahwa maskapai penerbangan akan terus mendukung penggunaan pesawat besar. Yang bermesin empat. Untuk melakukan penerbangan jarak jauh. Namun, pada tahun 2003, saingan Airbus, si Boeing meluncurkan pesawat Boeing 787. pesawat bermesin ganda. Yang sedikit lebih kecil. Namun sangat efisien.

Pada tahun 2006, airbus segera meluncurkan model kompetitif A350. kedua model inilah yang akhirnya mengubah sejarah pasar penerbangan jarak jauh. Ketika airbus A380 memulai penerbangan komersial pada bulan oktober 2007, sebenarnya persaingan di pasar penerbangan jarak jauh sudah sangat sengit.

Demikian juga pelanggan perusahaan manufaktur pesawat juga ikut berubah. Termasuk pengaruh krisis serangan teroris. Juga telah mempengaruhi lalu lintas maskapai. Ditambah dengan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak. Maskapai penerbangan semakin memperhatikan biaya dan profit pengembalian. Sejak sepuluh tahun pertama abad ke21. kepedulian mereka terhadap keuntungan jauh lebih besar daripada fokus pada pangsa pasar.

Alhasilnya, pesawat besar bukan lagi kesayangan maskapai. Tidak ada maskapai penerbangan amerika yang membeli A380. sedangkan, pembeli terbesar dari eropa cuma lufthansa. Yang hanya membeli 14 pesawat.

Sebenarnya, A380 juga mengalami beberapa masalah dalam produksinya. Sebelum dan sesudah uji terbang pertama pada bulan april 2005. Airbus baru menyadari kecerobohan mereka. Pada kerumitan dalam memproduksi dan mengoperasikan pesawat. Ini juga mengekspos masalah manajemen internal airbus.

Airbus adalah perusahaan patungan. Joint venture. Awal didirikannya Airbus adalah untuk menyatukan produsen pesawat Eropa untuk bersaing dengan perusahaan Boeing dan Douglas dari Amerika. Dan memang pada akhirnya, airbus termasuk salah satu produsen pesawat terbesar di dunia.

Akan tetapi, untuk menyeimbangkan pemerintah Uni Eropa, airbus merancang struktur manajemen yang dipimpin oleh CEO perancis dan CEO Jerman. Dua CEO pada satu perusahaan. Akibatnya, muncullah banyak masalah yang fatal. Airbus menemukan bahwa perancang perancis dan jerman menggunakan perangkat lunak yang tidak kompatibel atas pesawat A380. Setelah krisis produksi pada A380, akhirnya airbus meninggalkan sistem CEO ganda pada tahun 2007.

Alasan lain tentang jatuhnya sebuah raksasa A380, karena dorongan dari pesaing si Boeing. Bukannya motivasi dari pasar. Menurut, steven udvar-hazy, seorang pengusaha di bidang industri penyewaan pesawat. Tujuan utama Berdirinya A380 adalah untuk menaklukkan Boeing jet besar 747. untuk menjadi pesawat terbesar di dunia.

Just like grandma says, Airbus dan Boeing adalah pesaing. Bahkan musuh bebuyutan. Dibelakangnya, tersembunyi persaingan sengit antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Inilah faktor-faktor Runtuhnya pesawat superjumbo A380 jet penumpang terbesar di dunia.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.