Saatnya memecah Facebook

Oleh: Ricky Suwarno

14 Mei 2019

Salah satu pendiri Facebook, Chris Hughes belum lama ini mengatakan sudah saatnya untuk memisahkan perusahaan yang ia ciptakan bersama Mark Zuckerberg. Hughes meminta pemerintah AS untuk Memecahkan monopolinya Facebook. Dan kemudian mengawasi Facebook. Untuk memastikan Facebook lebih bertanggung jawab kepada rakyat Amerika.

Hughes menegaskan kesalahan terbesar dari Komisi Perdagangan Federal AS, adalah mengijinkan Facebook mengakuisisi Instagram dan WhatsApp. Kedua akuisisi tersebut telah membentuk monopoli Facebook di jejaring sosial.

Menurut beberapa Investor terkenal di AS, ketika sebuah perusahaan baru saja muncul dan mulai berkembang besar, Facebook akan segera mereplikasi inovasinya. Mengancam keberlanjutannya. Atau mengakuisisinya dengan harga yang relatif rendah. Oleh karena itu, terlepas dari ekspansi ekonomi, dan meningkatnya minat startup terhadap perusahaan teknologi tinggi, menunjukkan bahwa sejak tahun 2011 belum ada perusahaan jejaring sosial manapun yang mampu bersaing dengan Facebook.

Menurut Hughes, masalah terbesar Facebook adalah kemampuan Mark Zuckerberg untuk mengontrol hak pembicaraan atau privasi secara sepihak. Zuckerberg memiliki kemampuan memantau, mengatur, dan bahkan meninjau percakapan 2 miliar orang. Kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya memberinya kekuatan untuk bisa berbuat apa saja. Jadi Hughes meminta pemerintah AS untuk memecahkan monopoli Facebook, dan mengawasinya dengan ketat.

Hughes menyarankan Komisi Perdagangan Federal AS, untuk bekerja sama Departemen Kehakiman AS, mencabut akuisisi Facebook atas Instagram dan WhatsApp. Dan melarang akuisisi semacam ini dalam beberapa tahun ke depan. Dan menegakkan undang-undang anti monopoli secara nyata.

Beberapa ekonom meragukan bahwa dengan memecah belah Facebook akan membawa dampak yang lain. Karena menurut mereka Facebook adalah monopoli “alami”. Seperti Monopoli alami secara tradisional di bidang air minum dan jaringan listrik.

Biaya untuk memasuki wilayah persaingan ini sangat tinggi, karena harus memasang pipa atau kabel skala besar. Tetapi biaya penambahan setiap pelanggan tambahan di kemudian hari justru semakin rendah. Hughes menimpali bahwa biaya memasuki industri jejaring sosial tidaklah tinggi. Perbedaannya dengan bisnis tradisional air minum dan listrik, tidak ada bukti bahwa hanya satu perusahaan jejaring sosial yang dominan akan membawa keuntungan besar untuk warganya.

Bahkan ada suara yang mengatakan pemecahan Facebook atau perusahaan teknologi AS lainnya dapat menjadi masalah keamanan nasional. Karena kemajuan kecerdasan buatan AI membutuhkan banyak data dan daya komputasi. Hanya perusahaan besar seperti Facebook, Google dan Amazon yang mampu melakukan investasi ini.

Jika perusahaan teknologi AS menyusut skalanya, akan mengurangi daya saing AS dengan perusahaan teknologi negara lain. Tetapi, Hughes tidak pernah kuatir dengan masalah tersebut.

Setelah pemisahan diri, Facebook akan tetap menjadi perusahaan yang menguntungkan. Dengan investasi miliaran dolar dalam teknologi baru. Dan pasar yang lebih kompetitif hanya akan mendorong lebih banyak investasi.

Hughes menekankan dari sisi pemerintah, tidak ada biaya apapun untuk pemisahan Facebook. Sebaliknya, banyak orang akan mendapat manfaat ekonomi nantinya. Melarang akuisisi jangka pendek dapat secara efektif memastikan keberadaan kompetisi. Dan menciptakan ruang berkembang yang lebih besar. Apalagi, pemenang terbesar adalah rakyat Amerika sendiri.

Dalam pasar yang sangat kompetitif, perusahaan harus memilih platform web yang menawarkan standar privasi yang lebih tinggi. Platform jaringan yang memungut biaya tetapi dengan sedikit iklan. Atau memungkinkan pengguna untuk bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan keinginan mereka sendiri.

Just like grandma says, permintaan Hughes untuk membelah Facebook belum cukup. Masyarakat membutuhkan agensi baru yang diamanatkan oleh Kongres untuk mengawasi perusahaan teknologi. Prioritas pertama dari organisasi baru ini adalah untuk melindungi privasi.

Advertisements
Categories: artificial intelligence indonesia, FacebookTags: , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: