Advertisements

Seberapa kuat AI China

Oleh: Ricky Suwarno

Alpha Go mengalahkan pecatur nomor satu dunia. Lee Sedol dan Ke Jie ditahun 2015 dan 2106. China tiba-tiba sadar dari mimpinya. Terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Dan panjang. Pemerintah China pertama kali sadar. AI atau kecerdasan buatan adalah kunci. Untuk menjadi pemimpin dunia di abad 21. Sejak itu, pemerintah mengerahkan semua fokus dari pemerintah pusat sampai daerah.

Pada 20 Juli 2017, Dewan Negara China mengeluarkan “Rencana Pengembangan Kecerdasan Buatan Generasi Baru”. Yang menegaskan tiga langkah tujuan strategis. Untuk pengembangan kecerdasan buatan Generasi Baru.

Memasuki tahun 2030, teori, teknologi, dan aplikasi kecerdasan buatan Tiongkok akan mencapai taraf internasional. Taraf pelopor. Dan menjadi pusat inovasi kecerdasan buatan utama dunia.

Dan tentu saja, ambisi dan tujuan ini menjadi tantangan bagi Amerika. Menantang posisi AS sebagai pelopor teknologi dunia. Dan ini merupakan penelitian teknis paling penting bagi China dalam beberapa decade terakhir.

Langkah spesifik Pertama, Pada tahun 2020.

Keseluruhan teknologi dan implementasi kecerdasan buatan akan disinkronkan dengan tingkat lanjut dunia. Dan industri kecerdasan buatan akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru. Dan yang terpenting;

Langkah kedua, tahun 2025.

Teori dasar kecerdasan buatan telah mencapai terobosan besar. Secara keseluruhan, Beberapa teknologi dan implementasi telah mencapai tingkat termaju di dunia. Kecerdasan buatan telah menjadi kekuatan pendorong utama. Bagi peningkatan industri China. Dan transformasi ekonomi. Kemajuan yang positif dalam pembangunan masyarakat cerdas;

Langkah ketiga, tahun 2030.

Teori, teknologi, dan implementasi kecerdasan buatan telah mencapai tingkat terdepan di dunia. Sebagai pelopor dan pusat inovasi kecerdasan buatan. Ekonomi cerdas dan masyarakat cerdas telah mencapai hasil yang luar biasa. Meletakkan fondasi penting sebagai Negara maju. Dengan kekuatan teknologi sebagai negara inovatif dan kekuatan ekonomi nomor satu di dunia.

Pada tanggal 15 November 2017, Kementerian Sains dan Teknologi Beijing mengadakan konferensi. Tentang peluncuran, perencanaan dan pengembangan kecerdasan buatan. Temasuk proyek-proyek ilmu pengetahuan dan teknologi utama. Dan mengumumkan batch pertama daftar platform terbuka inovasi buatan generasi baru:

Pertama, Mengandalkan Baidu untuk membangun mengemudi otomatis (autonomous cars) .

Kedua, Mengandalkan Alibaba Cloud untuk membangun Otak perkotaan atau Smart city.

Ketiga, Mengandalkan Tencent untuk membangun pencitraan medis.

Keempat, Mengandalkan iFlytek untuk membangun suara cerdas atau speech recognition .

Sejak itu, Konferensi Internet Dunia (Wuzhen) dan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (Shanghai) yang pertama, telah menjadikan AI sebagai topik terpanas.

Setelah akumulasi prestasi beberapa tahun, berikut adalah kemajuan penting yang dicapai China di bidang kecerdasan buatan.

Pertama, Jumlah makalah ilmiah internasional yang diterbitkan dan jumlah paten penemuan telah menempati peringkat kedua di dunia;

Kedua, beberapa bidang teknologi inti telah mencapai terobosan penting;

Ketiga, Teknologi pengenalan suara (speech recognition) dan pengenalan visual telah menjadi pelopor dunia. Belajar mandiri adaptif, persepsi intuitif, penalaran komprehensif, kecerdasan hibrid dan kecerdasan kelompok mencapai kemajuan terpesat.

Keempat, Pemrosesan informasi dalam bahasa Mandarin, pemantauan cerdas, biometrik, robot industri, robot layanan, dan mobil tanpa pengemudi secara bertahap telah memasuki tahap implementasi; dan akan mulai diproduksi secara massal.

Kelima, Inovasi kecerdasan buatan dan kewirausahaan yang semakin aktif. Sejumlah perusahaan yang menjadi tulang punggung pemerintah China telah mempercepat pertumbuhan mereka. Dan mendapatkan perhatian maupun pengakuan luas di arena internasional;

Keenam, Akumulasi percepatan kemampuan teknis yang dikombinasikan dengan sumber daya data yang besar. Permintaan implementasi yang sangat besar. Dan lingkungan pasar terbuka telah membentuk keunggulan unik dalam pengembangan kecerdasan buatan di Cina.

Tentu saja, masih ada kesenjangan antara tingkat perkembangan kecerdasan buatan secara keseluruhan di Cina dan Amerika Serikat, seperti: Kurangnya hasil kreatif utama dalam teori dasar. Algoritma inti dan peralatan utama. High-end Chip. Produk dan sistem utama. Bahan dasar. Komponen. perangkat lunak dll. Disamping itu, Lembaga dan perusahaan penelitian ilmiah yang belum mempunyai pengaruh internasional dalam lingkaran ekologis dan rantai industry. Termasuk kurangnya penelitian lanjutan dan tata letak pengembangan; Ataupun, Kurangnya Talenta dalam kecerdasan buatan. Atau, Infrastruktur, kebijakan, dan standar yang sesuai untuk pengembangan kecerdasan buatan masih perlu ditingkatkan.

Banyak pakar China telah melakukan penelitian mendalam tentang teknologi kecerdasan buatan. Konsensusnya adalah, industri kecerdasan buatan telah memasuki rantai nilai global paling atas. Dan generasi baru kecerdasan buatan di bidang manufaktur cerdas, perawatan medis cerdas, smart city, pertanian cerdas, dan konstruksi pertahanan nasional telah diterapkan secara luas.

Pasar industri inti kecerdasan buatan akan melebihi nilai 400 miliar yuan. Dan mendorong skala industri terkait lebih dari 5 triliun yuan. Amerika Serikat tidak lagi diam dalam menghadapi kemajuan AI di China. Dan bahkan kelihatan emosi yang gelisah.

Just like grandma says, memasuki tahun 2019, pengembangan AI China akan memasuki tahun yang sangat menentukan. Kebijakan harus secara bertahap diimplementasikan. Teknologi perlu ditransformasikan dan diterapkan. Produk yang masih menunggu pengujian pasar. Apakah AI China dapat berdiri kokoh di panggung dunia? dan mencapai lompatan baru? Time will tell.

Advertisements
Categories: AI Superpower, artificial intelligence indonesiaTags: , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: