Sekilas perkembangan Rusia India

Sekilas perkembangan Rusia India dalam Ekonomi dan perdagangan Global. Rusia, yang lebih dikenal sebagai Negara Beruang Merah. Itulah Pandangan orang barat terhadap Rusia. Topik Rusia dan AS sering muncul dalam jangkauan penglihatan kita. Hampir setiap hari. Termasuk Uni-Eropa dan Jepang tentunya. Karena peranan mereka dalam ekonomi dunia. Dan bagaimana mereka harus membangun hubungan bilateral yang baik dengan China. Sebagai ekonomi nomor dua terbesar di dunia. Dan pusat inovasi dan teknologi dunia di tahun 2025.

Banyak perbedaan pandangan tentang Negara beruang merah ini. Kalau harus memberikan skor, mungkin ada yang tidak lulus. Atau ada yang skor sampai nilai 90. Alasan tidak lulusnya, adalah perekonomiannya yang tidak ada tidak terangnya. Yang kasih nilai 90, hanya karena kekuatan nuklirnya. Ataupun pengaruhnya dalam hubungan politik dunia. Yang mungkin masih bisa Berjaya lagi di masa depan.

Kotor, macet, dan terbelakang adalah kesan dunia terhadap India. Orang India suka bersaing dengan China. Dalam segala hal. Dari perkembangan industry sampai teknologi luar angkasa. Apa-apa mau dibandingkan. Sayangnya, India selalu kalah saing. Baik dari ekonomi, militer maupun pengaruh dalam dunia internasional.

Sekilas perkembangan Rusia India

Tetapi, Jika ada Negara yang mampu memecahkan pola G2 antara China dan AS adalah India. Dan cuma India.

India dan Rusia adalah Negara dengan perbedaan besar. Dan bahkan kontras.

Rusia sebagai Negara terbesar secara geografis, seharusnya sangat berpotensi. Namun sebaliknya. Kesan Rusia sebagai Negara adidaya sesudah WWII hanyalah ilusi. Walaupun Negara yang luas, tetapi tanah yang subur sangatlah terbatas. Ukraina, meskipun ada banyak sumber alam di timur jauh, tetapi biaya penambangannya sangat tinggi. Pada dasarnya cuma mampu menjaga keseimbangan pembayarannya.

Rusia tidak memiliki pelabuhan yang baik. Sehingga sulit untuk mengembangkan perekonomiannya.

Sebenarnya banyak kesalahpahaman dunia terhadap Rusia. Termasuk kekuatan militernya. Orang Rusia suka bertempur, tapi tidak bagus dalam berperang. Sedangkan Orang Vietnam tidak suka bertempur, tetapi bagus dalam berperang.

Rusia banyak berperang. Tetapi tidak banyak prestasi bagus.

Walaupun menang perang melawan Napoleon, tetapi Rusia tidak mendapatkan banyak keuntungan. Banyak tentara yang gugur. Sebaliknya, Inggris yang ambil keuntungan.

Dalam WWII, kontribusi AS terhadap Rusia sangatlah banyak. Tetapi tidak pernah di kutip sedikitpun. Seperti halnya, Jepang yang pernah menjajah banyak Negara Asia. Dan melakukan pembunuhan masal terhadap penduduk China maupun Korea. Tetapi, pemerintahan Jepang menghilangkan sejarah ini dalam system pendidikannya.

Pada waktu itu, 90% transportasi disediakan oleh AS untuk membantu Uni-Soviet. Berdasarkan perjanjian antara Inggris, AS dan Uni Soviet pada September 1941, AS menyumbang sebanyak 400 pesawat tempur, 1100 tank dan kebutuhan yang tidak terbatas kepada Uni-Soviet. Untuk melawan Jerman. Yang akhirnya Hittler berhasil dikalahkan.

Sesudah WWII, Uni-Soviet mengklaim dirinya sebagai ekonomi nomor dua terbesar didunia. Harga pertukaran Rubel berdasarkan ketentuannya sendiri. Satu rubel bisa ditukar lebih dari satu usd. Tetapi dipasaran internasional, usd0.2 pun tidak dapat tertukar. Rusia, hari ini, yang kita lihat adalah wajah asli yang sesungguhnya.

Sesudah WWII, Rusia tidak pernah aktif dalam perdagangan internasional. Sehingga era informasinya jauh ketinggalan. Buktinya, kita tidak pernah mendengar penemuan komputer apapun yang berasal dari Rusia. Karena tidak ada pengalaman berdagang, semua produknya kelihatan kasar dan dungu. Walaupun Kasih gratis ke kamu, kamu pasti menolak. Demikian halnya dengan bangunan landmarknya. Peninggalan satu abad yang lalu. Kelihatan sangat kuno.

Keterbatasan geografisnya, menyebabkan cacatnya metode orang Rusia melakukan sesuatu. Rusia tidak memiliki motivasi untuk mengubah status ekonominya. Ataupun lingkungan social melalui tenaga kerjanya. Mereka tidak menyukai bekas Uni-Soviet. Tetapi juga tidak mau berintegrasi ke dunia baru.

Hanya dalam lingkungan kompetitif komersial, perkembangan Negara bisa semakin baik. Produk yang manusiawi. Yang sesuai kebutuhan. Dan diminati. Itulah sebabnya, mengapa perdagangan bebas sangatlah penting bagi setiap Negara.

Pertanyaannya, apakah Rusia bisa bangkit di masa depan. Sampai hari ini, Kita tidak melihat tanda dan titik terangnya.

Lain halnya, dengan India.

Walaupun penduduk India hampir setara China, tetapi India tidak ada pasar yang bersatu. Dalam sejarah India, mereka bukanlah Negara yang bersatu. Melainkan sebuah wilayah. Suatu istilah geografis. Dan tidak ada banyak perbedaan antara konsep equator, maupun amerika latin.

Meskipun, daerah persatuan India bisa dibandingkan dengan provinsi di China maupun di Indonesia dalam tingkat administrasi. Bedanya, mereka masing-masing sangat mandiri.

India tidak memiliki bahasa yang dapat dipakai kebanyakan orang. Mungkin banyak orang mengira mereka memakai bahasa Hindi. Tetapi kenyataannya, jumlah penggunanya hanya 40% total populasi. Terutama penduduk bagian utara. Yang diwakili daerah sekitar New Delhi. Mumbai dan Kolkata di pantai timur dan barat tidak berbahasa Hindi. Karena itu, bisnis di india sangatlah bervariasi. Dari satu daerah ke daerah lain. Konflik antara agama dan suku sangatlah dalam. Kekompakan Negara sangatlah lemah.

Disamping itu, system kasta India sangat menonjol. Dan sangat serius. Itulah sebabnya, tidak banyak pengusaha luar yang bisa sukses berbisnis di India.

Sekilas perkembangan Rusia India
Rusia dan India adalah negara yang bersaing dalam Negara Top 5 ekonomi Dunia (Image: Russia Beyond)

Factor positifnya, system pendidikannya sangat mirip dengan China. Banyak yang belajar sains dan teknik. Dengan dasar matematika yang sangat baik. Sebagian besar juga pekerja keras. Sehingga barang peniruan mereka juga sangat bagus. Namun, karena basis industry yang kurang maju, atau kurangnya pengrajin tingkat tinggi. Sehingga kemampuan manufakturnya tidak begitu kuat.

Makanya, pertumbuhan ekonomi india terutama dalam pengembangan industry jasa saja. Karena terbatasnya kapasitas ekspor produk industry, sehingga dorongan ekonominya terutama datang dari permintaan domestic.

Orang india lebih fokus dalam pekerjaan. Dan tidak mudah mengubah karir. Inilah mengapa perusahaan multinasional india di Silicon Valley dapat berprestasi lebih baik.

Keterbatasan pemerintahan India karena kekurangan dana, menyebabkan India kurang bersaing dalam mega projek internasional. Kalau di China banyak projek yang dipimpin oleh pemerintah. Sebaliknya, di india di pimpin oleh perusahaan swasta. Sehingga tempat yang berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat masih terbilang bagus.

Karena pengaruh pemerintah india terhadap negaranya tidak begitu besar, sehingga India tidak memiliki masalah stabilitas Negara atau tidak.

Walaupun demikian, perekonomian india akan melampaui AS suatu saat. Cuma masalah waktu. Populasi anak mudanya sangatlah banyak. Sehingga di masa lalu, india selalu berada dalam posisi ekonomi nomor dua di dunia.

Just like my grandma says, sekilas perkembangan Rusia India dalam dunia sekarang ini, Negara-negara di dunia mulai menggunakan total pertumbuhan ekonomi dan perdagangan sebagai perbandingan. Sebagai lambang kemakmuran. Kemajuan. Bukannya meriam atau senjata melulu.

Oleh karena itu, kekuatan militer sekuat apapun, jika tidak dapat menjadi sarana melindungi perdagangan globalnya, itu sama artinya pemborosan uang. Jadi jika saya harus memilih tempat berinvestasi, saya akan memilih india dibanding Rusia.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.