Sekutu Amerika Serikat dibagi beberapa kelas

Oleh: Ricky Suwarno

16 maret 2019

Amerika serikat mempunyai kepentingan di seluruh penjuru dunia. Dimana-mana. Itulah sebabnya, amerika menjadi polisi dunia. Berusaha melindungi segala assetnya di luar. Dengan cara hegemoni. Dengan membangun militer yang kuat. Memperingati dan menaklukkan negara yang berlawanan kepentingan. Atau negara yang tidak sejalan.

Tetapi, amerika sekarang bukan amerika yang dulu. Amerika sekarang telah mengalami penurunan. Penurunan kekuatan nasional secara komprehensif. Tidak seperti dulu lagi. Saat Dimana, amerika mengeluarkan suatu perintah, hampir tidak ada negara yang berani menentang.

Untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh amerika di dunia saat ini, bisa dilihat dari campur tangannya terhadap masalah domestik venezuela yang kian memanas. Seberapa banyak negara yang mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido. Yang ditunjuk langsung amerika. Sebagai boneka. Dan presiden baru venezuela. Untuk menggeserkan presiden sah pilihan rakyat, presiden Nicholas Maduro.

Jadi, seberapa banyak negara yang dikendalikan oleh Amerika Serikat? Menurut juru bicara pers AS, Robert Paladino, pada konferensi pers 5 Maret lalu. Dua hari sebelum amerika menggunakan kekuatan internet untuk menggelapkan venezuela. Tanpa listrik. Lebih dari 50 negara mendukung Guaido sebagai Presiden Venezuela. Kalau dulunya, mungkin hampir ratusan negara.

Sebagian besar sekutu Amerika Serikat dikendalikan langsung. Dan tidak langsung oleh Amerika Serikat. Untuk melayani segala kepentingan amerika serikat didunia.

Namun kenyataannya, Bukan semua sekutu ini bisa berjalan dekat. Atau sangat intim dengan bossnya ini. Sekutu Amerika juga dinilai. Dan dibagi atas beberapa kelas level oleh big boss. Negara-negara Eropa Barat adalah sekutu kelas satu.

Jepang dan Korea Selatan, adalah sekutu kelas dua. Dan sekutu paling bawah di kelas tiga, seperti Singapura atau Arab Saudi. Yang dipandang sebagai sapi yang senantiasa diperas susunya. Atau money machine. Atau ATM untuk mensupply segala kebutuhan amerika.

Negara-negara Eropa Barat, sebagai Sekutu kelas satu Amerika Serikat. Sebagian besar diwakili oleh negara-negara Barat yang dikepalai oleh Inggris. Prancis dan Jerman. Mereka semua adalah negara kapitalis kuno. Dengan sistem industri yang relatif kuat dan lengkap. Mereka semua memiliki pangkalan industri militer tertentu. Terutama Inggris, Prancis dan Swedia. Yang memiliki sistem militer yang paling hebat diantara bawahan sekutu. Sehingga sekutu kelas satu ini, kurang ketergantungan pada industri militer AS. Dan sekutu level ini relatif lebih mandiri.

Tapi masalahnya juga jelas. Yaitu, semakin banyak perkembangan teknologi militer yang semakin canggih. Rumit. Dan mahal. Ini membuat mereka hampir tidak mungkin mengembangkan militer secara mandiri. Oleh karena itu, Eropa mulai bersama-sama mengembangkan senjata setelah generasi ketiga. Dan hampir sulit untuk dibangun sendiri. Karena perekonomian eropa yang semakin menurun. Tidak seperkasa dulu. Atau istilahnya kurang dana.

Tetapi, mereka masih harus bergantung pada Amerika Serikat. Misalnya, pesawat Swedia JAS-39 “Gryphon”. Masih Menggunakan mesin pesawat F-414. Atau Kapal induk mother aircraft, Queen Elizabethian dari Inggris. Inggris membeli pesawat tempur yang lepas landas, dan pendaratan secara vertikal, F-35B. artinya, Mereka sudah relatif kecil tergantung pada Amerika Serikat secara keseluruhan.

Sekutu kelas dua memiliki ketergantungan teknis tertentu. Tetapi pada saat yang sama, mereka juga memiliki kemampuan penelitian tersendiri. Sekutu tersebut terutama Jepang, Korea Selatan, dan Israel. Mereka memiliki kemampuan membangun militer tertentu. Dalam beberapa aspek. Dan memiliki karakteristik sendiri dalam teknologi bidang ini. Namun diakhir kata, masih harus bergantung pada Amerika Serikat. Pada peralatan inti dan teknologi inti.

Sebagai contoh, kapal perusak Aegis yang dibangun di Jepang. Intinya, adalah radar Aegis harus selalu memandang wajah Amerika Serikat. Kalau bossnya lagi bad mood, radar ini akan tertunda penyediaannya untuk waktu yang cukup lama.

Meskipun negara-negara ini, diatas permukaan tampaknya memiliki kekuatan militer yang hebat. Dan bahkan berkemampuan mengembangkan sendiri. Tetapi semua komponen inti mereka masih dikendalikan oleh Amerika Serikat.

So, just like grandma says, semua sekutu ini tidak bisa melepaskan ketergantungan diri terhadap teknologi militer AS. Seiring perjalanan waktu, semua sekutu ini mulai belajar. Dan mengembangkan produk serupa. Melalui pencernaan dan akumulasi teknis dari waktu ke waktu.

Advertisements
Categories: blokade Amerika dan sekutu, Sekutu Amerika dibagi atas, Sekutu Amerika Serikat di luar NATOTags: , , , , , ,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: