Selamat datang Era Dirgantara

Selamat datang Era Dirgantara Indonesia kata Mantan Kasau Pak Chappy Hakim. AI adalah topik yang dibahas paling banyak dalam artikel saya. Karena positioning situs saya, all about artificial intelligence. Kecerdasan buatan. Peluang yang tidak mudah ditemukan dalam seumur hidup kita. Demikian juga, 5G, atau Augmented Reality AR, VR, MR, mobil otonom, maupun Blockchain.

Mungkin banyak teman-teman merasa Era Dirgantara kedengarannya sangat jauh dari kehidupan kita. Tetapi tren ini sedang terbentuk beberapa tahun terakhir ini. Amerika Serikat, China, Rusia maupun India. Semuanya berebut menjadi pemimpin Dunia Dirgantara. Saya berharap bisa berbagi pengetahuan saya tentang perkembangan terbaru di bidang ini. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak di nusantara yang mempunyai impian tentang peluang di bidang angkasa luar. Seperti impian saya di masa kecil untuk menjadi seorang pilot pesawat tempur.

Selamat datang Era Dirgantara

Bagi para pencinta Dunia Dirgantara Mungkin tidak asing lagi tentang SpaceX, miliknya Elon Musk. Yang bisa recycle roketnya. China juga memiliki teknologi yang setara. Namanya, Long March, Pesawat ruang Angkasa Shenzhou, dan stasiun ruang angkasa Tiangong. Tidak kalah teknologi dukung roketnya dengan spaceX.

Untuk menilai tingkat industri dirgantara suatu negara, daya dukung roket adalah indikator. Daya dukung orbit rendah bumi. Karena setiap roket akan menerbitkan data sendiri. Sehingga kita bisa membuat perbandingan.

Sampai saat ini, Amerika serikat memiliki kapasitas daya dorong terbesar di orbit dekat bumi. Yang di produksi oleh United Launch Alliance (ULA). Perusahaan patungan antara Lockheed Martin dan Boeing. ULA memproduksi roket delta IV heavy. Daya dukung orbit rendah bumi adalah 28 ton.

Mereka kemudian juga meluncurkan space launch system, yang dipelopori oleh NASA. Dan akan di ujicoba di tahun 2019. space launch system memiliki tiga model roket. Mulai dari 70ton hingga 130 ton di orbit dekat bumi. Serta program eksplorasi luar angkasa dan program pendaratan mars.

Jadi bukan saja spaceX yang berusaha untuk berimigrasi ke mars. Tetapi pemerintah Amerika juga. Dan tentu tidak ketinggalan China, Rusia, Dan India.

Daya dukung roket terbesar Rusia, Proton M. dengan orbit rendah bumi sebesar 23ton. Sedangkan, Ariane 5 dari eropa mempunyai 21 ton daya dukung roket.

Long March2 memiliki daya dukung 12 ton. Long March 5 sebesar 25ton. Yang diluncurkan pertama kali di tahun 2016. mengantarkan satelit eksperimen ilmiah 17 ke angkasa luar. Dimana peluncuran keduanya gagal. Kegagalan ini bukan hanya terjadi di China. karena masalah serupa terjadi pada amerika dan rusia.

Long march 9 direncanakan akan diluncurkan tahun 2025. dengan daya dukung roket sebesar 140ton. Dan yang akan di uji coba amerika sebesar 130ton di tahun 2019 nanti.

Dari semua dirgantara diatas, pemerintah adalah pelopor utamanya.

Roket saturn5, yang mengantarkan manusia kebulan, memiliki roket pendukung orbit rendah bumi sebesar 140ton. Tetapi, sejak itu tidak pernah terdengar lagi rencana peluncuran selanjutnya. Ada rumor yang bilang, NASA kehilangan gambar desainnya. Sehingga, tidak bisa membuat yang serupa lagi.

Tentu saja, organisasi dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi seperti NASA, tidak mungkin memiliki kelalaian yang kedengarannya sangat dungu.

Dari kasus ini, merefleksikan kekuatan nasional suatu negara dapat mencapai kemuliaan tertinggi. Tetapi untuk berkelanjutan, memang tidak mudah. Oleh karena itu, diperlukan seluruh fondasi bisnis yang mendukung.

Sebenarnya, Rusia juga pernah mengalami kegagalan serupa. Dengan pesawat ulang alik nya yang bernama Buran. Dan satu-satunya dari Rusia. Dengan hasil yang cukup bagus. Bahkan waktu pertama diluncurkan, sampai memecahkan dua rekor dunia. Pertama didunia tanpa awak. Dan mendarat secara otomatis. Pada saat itu, dia terbang selama tiga setengah jam. Mengelilingi bumi dua putaran. Lokasi pendaratan hanya tiga meter jauhnya dari lokasi yang ditentukan. Dan beda jarak 10 meter longitudinal. Bisa dikatakan cukup akurat. Untuk standar jaman itu.

Tetapi sayangnya, Buran tidak pernah terbang lagi. Dan selalu mendiam di garasi hanggarnya. Dan tidak lama kemudian, akhirnya Uni Soviet runtuh. Mengganti nama menjadi Rusia. Negara yang selalu kekurangan dana. Sampai tahun 2002, karena tidak pernah di servis, Buran hancur dan menjadi besi bekas. Betapa sayangnya, kalau bisa dijual ke China, mungkin masih bisa dapat sedikit devisa. Atau diaktivitaskan kembali projek ini.

Dewasa ini, ada kekuatan baru industri dirgantara di Amerika. Yang bertujuan untuk mengantar manusia ke mars. SpaceX. Roketnya Elon Musk. Yang rencananya tidak hanya diluncurkan setiap hari. Tetapi, juga dapat digunakan berkali-kali. Sehingga bisa menurunkan biaya peluncuran. Dan tiket bagi penumpang nantinya. Belum lama ini Musk mengumumkan harga satu tiket ke planet Mars pulang balik ke bumi sebesar 500ribu dollar.

Daya dukung roket SpaceX sudah mencapai taraf nasional amerika. Dengan roketnya yang sangat populer, Falcon9. Dan satunya lagi dengan level tertinggi, bernama Full Thrust. Dengan kapasitas orbit rendah bumi sebesar 22 ton. Dan versi daur ulangnya sebesar 8ton.

spaceX memiliki beberapa versi berikutnya. Yang lebih kuat. Namanya Falcon Heavy. Yang dapat memuat hingga 53ton.

Musk tidak hanya berdiam sampai disini. Dia mempunyai ambisi untuk memindahkan satu juta orang ke Mars. Jadi memerlukan daya dukung yang lebih besar lagi. Yang bisa mencapai 300-500ton. Tentu saja ini perlu waktu. Waktu yang rada panjang. Mungkin 10 tahun kemudian.

Bintang luar angkasa pribadi yang lainnya, Jeff bezos. Bossnya amazon. Yang telah menggantikan bill gates. Sebagai Orang terkaya di dunia. Dengan pesawat Blue Origin nya. Dan roketnya yang paling aktif, New Shepard. Untuk memperingati Alan Shepard. Astronot pertama amerika yang memasuki ruang angkasa. Roket ini telah diuji berkali-kali. Dan berhasil mendarat dengan baik. Blue origin juga sangat berpotensi membawa manusia jalan-jalan. Berjalan di luar angkasa. Menikmati planet bumi kita yang indah. Bolak-balik.

Selamat datang Era Dirgantara
Ekologi dirgantara dalam tahap penyempurnaan menyambut perusahaan swasta (Image: Spacenews)

Ambisi jeff bezos tidak kalah dengan Musk. Blue origin juga mempunyai rencana yang besar. Dengan roket barunya yang bernama New Glen. Dengan muatan 45 ton. Dan akan diuji sebelum tahun 2020. Dari fakta diatas, mereka akan segera melampaui kemampuan luar angkasa dari berbagai negara di dunia.

Disamping itu, Richard branson, sang pemilik Virgin Galatic. Juga tidak mau ketinggalan. Juga ikut dalam persaingan ini.

Demikian halnya China. Dengan stasiun luar angkasanya yang tidak kalah menakjubkan. Dimana, dalam waktu 10 tahun mendatang, china adalah satu-satunya negara didunia yang memiliki stasiun luar angkasa. Yang kemudiannya bisa disewakan ke negara atau perusahaan lainnya.

NASA tidak lagi mengembangkan stasiun luar angkasa. NASA lebih memilih stasiun luar angkasa yang dimiliki swasta. Namanya, Biglow aerospace. Stasiun ruang angkasa generasi berikutnya. Yang sangat modern dan memimpin.

Selain itu, ada juga perusahaan energi ruang angkasa. Perusahaan penangkap satelit kecil dari China. Perusahaan peleburan luar angkasa. Maupun perusahaan farmasi luar angkasa dan lain sebagainya.

Just like grandma says, ketika kita melihat spaceX, mungkin tanpa disadari bahwa era dirgantara luar angkasa yang dimiliki oleh swasta telah datang secara diam-diam. Era dirgantara memerlukan berbagai perusahaan dan kemampuan yang di bangun secara perlahan.

Artinya, ekologi dirgantara sedang dalam tahap penyempurnaan. Jadi protagonis era dirgantara bukan lagi suatu negara. Yang sudah menjadi sejarah. Melainkan, perusahaan dirgantara swasta. Welcome to the Aerospace Era. Selamat Datang Era Dirgantara.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.