Senjata genetik senjata generasi berikutnya

Senjata genetik senjata generasi berikutnya dianggap jauh lebih berbahaya dibanding Bom Nuklir. Seiring meletusnya wabah penyakit pneumonia yang diakibatkan oleh virus Corona dewasa ini, juga beredar berbagai rumor. Seperti Virus Corona adalah ciptaan Amerika untuk menyerang orang China. Akibat balasan kekalahan mereka dalam perang dagang yang dilancarkan Amerika dua tahun yang lalu. Ataupun, rumor tentang kebocoran Lab P4 dari Wuhan yang khusus meneliti virus paling berbahaya di dunia. Dan berbagai rekayasa rumor. Harus di akui, para pembuat hoax atau rumor memang penuh dengan daya kreatif.

Senjata genetik senjata generasi berikutnya

Di masa lalu, di Era Perang senjata Dingin, para prajurit hanya menggunakan pedang dan perisai turun ke medan perang. Akibatnya, Jumlah korban sangat terbatas. Memasuki Era senjata panas, manusia mulai menggunakan senapan mesin dan meriam jarak jauh untuk melumpuhkan lawan. Cara perang menjadi semakin kejam.

Kemudian ketika manusia memasuki perang Era Informasi dewasa ini, bentuk perlawanan militer antar negara berubah menjadi pertempuran antara teknologi tinggi berupa pesawat tempur modern, satelit maupun peluru kendali jarak jauh atau rudal sebagai senjata pembunuh tanpa kontak jarak dekat.

Namun, Dengan perkembangan sains dan teknologi yang semakin pesat, perang dalam bentuk bioteknologi atau Senjata genetik senjata generasi berikutnya. Tentu saja, akan mengubah total bentuk perang di masa depan.

“Apa itu senjata Genetik atau sering disebut senjata biologi?”

Senjata genetik adalah senjata yang menggunakan patogen (bakteri, virus, atau organisme penghasil penyakit lainnya) sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh.

Dalam pengertian yang lebih luas, senjata biologi tidak hanya berupa organisme patogen, tetapi juga toksin berbahaya yang dihasilkan oleh organisme tertentu. Dalam kenyataanya, senjata biologi tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan dan tanaman.

Profesor Du Wenlong, seorang pakar militer terkenal di China, menyebutkan, “Apa senjata pemusnah massal di generasi berikutnya ?”

Jawabannya, Bukan bom atom, bom hidrogen, atau senjata nuklir generasi keempat. Melainkan, senjata super yang disebut senjata genetik.

“Senjata genetik adalah senjata pemusnah massal yang tidak terlihat dengan mata telanjang, yang dikembangkan melalui bioteknologi. Target sasarannya sangat spesifik. Mungkin sebuah ras atau suku di dunia ini. Selain itu, metode pembunuhan senjata genetik sangatlah rahasia. Tanpa kelihatan.

Profesor Du Wenlong juga menambahkan, “Di masa depan, kita harus sangat waspada terhadap senjata genetik senjata generasi berikutnya.”

Senjata gen memposisikan bentuk perang pada tubuh manusia itu sendiri. Bukannya hanya membombardir instalasi militer. Senjata Gen akan membawa perubahan besar dalam struktur efektivitas perang. Misalnya, pada saat perang, virus yang secara khusus ditargetkan pada Ras musuh akan dimasukkan ke negara musuh. Yang nantinya, akan menyebabkan infeksi pada sejumlah besar orang di negara musuh. Sehingga, menyebabkan kemusnahan skala besar dan jangka panjang.

Senjata genetik senjata generasi berikutnya
kita perlu waspada terhadap senjata genetik yang tidak kelihatan ini (Image: Harvard Magazine)

Yang paling menakutkan adalah, ketika orang atau musuh terinfeksi virus, virus tidak hanya membawa penyakit pada seluruh masyarakat, tetapi juga mempengaruhi perkembangan generasi berikutnya.

Di dalam kehidupan nyata, laporan media menunjukkan bahwa banyak negara sudah mulai mengembangkan senjata genetik. Media Inggris melaporkan, para ilmuwan Israel berusaha menguraikan perbedaan genetik antara orang Yahudi dan orang Arab. Mereka sedang  mengembangkan senjata genetika yang hanya menargetkan orang Arab. Oleh karena itu, dalam situasi internasional yang rumit saat ini, kita harus waspada terhadap senjata genetika yang tidak kelihatan ini. 

Jika kita tidak mengambil tindakan untuk merespons secepat dini, kita akan sangat menderita dalam perang bioinformatisasi di masa depan.

Just like grandma says, sambil memperhatikan perkembangan senjata genetik senjata generasi berikutnya, Tentu saja, kita perlu melihatnya secara rasional. Setelah pecahnya SARS pada tahun 2003, banyak ahli teori konspirasi mengaitkan SARS dengan senjata genetik yang  menyimpulkan bahwa virus SARS berasal dari laboratorium Amerika.

Ini mungkin sangat konyol. Sehingga, Dalam menghadapi kemungkinan senjata genetik di masa depan, kita harus menanggapi secara serius dan realistis. Bukannya, secara subyektif berspekulasi pada beberapa kesimpulan yang tidak masuk akal.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.