Siapa pemenang dibelakang unicorn

Siapa pemenang dibelakang unicorn menjadi bahan diskusi setelah WeWork go publik belum lama ini. WeWork, perusahaan AS yang menyediakan ruang kerja bersama untuk perusahaan rintisan teknologi, wiraswasta, pekerja lepas, UKM, atau perusahaan besar. Banyak orang mendiskusikan berapa besar kerugian Vision Fund dari Softbank sebagai investor terbesarnya. Meskipun valuasi pasar WeWork jatuh tajam sesudah IPO, namun masih ada lembaga investasi yang bisa cuan banyak uang.

Siapa pemenang dibelakang unicorn

Benchmark Capital, dana modal ventura di Silicon Valley. Menginvestasikan 15 juta Dolar dalam Fund Raising Seri A di WeWork pada tahun 2013, dengan harga 46 sen Dolar per saham saat itu. Dalam satu setengah tahun terakhir, Benchmark Capital telah menjual sebagian besar ekuitasnya. Ibaratkan Benchmark menjualnya pada titik tinggi, mereka paling tidak telah memperoleh penghasilan 189 juta Dolar. Saat ini, walaupun dengan penilaian terendah WeWork, pengembalian investasi dana Benchmark juga telah mencapai 33 kali lipat.

Selain pendiri WeWork, Adam Neumann, Benchmark Capital jelas merupakan pemenang terbesar di belakang WeWork. Demikian halnya dengan Unicorn bermasalah lainnya seperti Uber, Benchmark juga telah menerima pengembalian investasi ratusan kali lipat.

“Kok Bisa?”

Dalam lingkaran VC, tidak ada yang tidak mengenali Benchmark Capital. Reputasi ini terutama karena kinerja investasinya yang sangat tinggi. Unicorn yang di investasinya tidak hanya WeWork, Uber, tetapi juga Snapchat, Instagram, Twitter, dan Yelp. Semuanya adalah investasi fase pertama pada tahun 2011. Ada 9 unicorn. Suatu prestasi yang patut dibanggakan. Dapat dikatakan bahwa Benchmark Capital adalah “Penangkap Unicorn” yang sesungguhnya.

Benchmark Capital didirikan pada 1995, oleh 4 pemuda Amerika pecinta teknologi atau tech savvy. Pada dana pertama di tahun 1995, Benchmark Capital berhasil mengumpulkan dana total 85 juta Dolar. Uang yang diinvestasikan, dengan cepat tumbuh seperti bola salju. Uang penghasilan terakhir adalah 7,8 miliar Dolar. 92 kali lipat pengembalian. Di antaranya, investasi di eBay telah mencapai 500 kali lipat. Investasi pengembalian tertinggi dalam sejarah modal ventura. Siapa pemenang dibelakang unicorn sudah sangat jelas.

Dalam waktu 20 tahun, Benchmark berhasil mengumpulkan 8 dana. Memberikan investor pengembalian total sebesar $ 22,6 miliar. Yang Menariknya, Benchmark selalu menjaga total investasinya di bawah $ 500 juta. Namun, tren VC terbaru dewasa ini adalah Dana yang semakin besar. Misalnya, VC terbesar di dunia dengan Dana Raksasa $ 100 miliar dari Vision Fund miliknya Softbank. Begitu Vision Fund memasuki pasar, telah menekan ruang hidup bagi VC berdana kecil.

Tetapi Benchmark bertentangan dengan tren. Bahkan dana terbarunya ditahun 2019 adalah ukuran yang sama seperti tahun 2004, dengan total volume sekitar $ 400 juta. Total dana dari saingannya, Sequoia Capital telah mencapai 8 miliar dolar AS.

Dari jumlah modal, tampaknya akan membatasi pengembangan Benchmark. Sebaliknya, strategi semacam itu lebih merupakan daya saing mereka. Karena Benchmark Capital dapat tetap sangat fokus, Kata pesaingnya Sequoia Capital. Dan bahkan Benchmark tidak mencoba untuk mengumpulkan dana yang lebih banyak.

Sekitar tahun 2000, Benchmark mendirikan kantor di Eropa dan Israel untuk mengembangkan strategi investasi global. Pada saat itu, hanya ada tujuh mitra dalam tim. Sehingga, Banyak investor meragukan kemampuan dan energi mereka untuk mengoperasikan kapital yang begitu besar.  

Dalam hal personel, Setiap mitra baru tambahan harus melalui proses seleksi yang sangat berhati-hati. Misalnya, mitra baru yang bergabung pada tahun 2014 menghabiskan proses seleksi selama 10 bulan.

Di perusahaan VC lain, pendapatan masing-masing mitra dibagi berdasarkan hasil investasi atau kualifikasi. Tetapi di Benchmark Capital, semua mitra mempunyai jabatan yang sama. Semua laba didistribusikan secara merata, sehingga masing-masing bisa berfokus dan bukannya saling bersaing. Dalam hal strategi investasi, Benchmark bersikeras hanya berpartisipasi dalam dua putaran pertama pembiayaan perusahaan. Yaitu investasi awal seperti Round A atau B.

Untuk mendapatkan peluang pendanaan awal, mereka cenderung melakukan investasi yang sangat agresif. Artinya, selalu berusaha menjadi investor yang berjalan terdepan. Misalnya, saat investasi ke Uber. Pada waktu itu, pendiri Uber Travis Kalanick sedang bernegosiasi dengan beberapa VC. Suatu ketika Tanpa diduga, investor Benchmark melihat Travis memanggil Uber yang berhenti di pinggir jalan.

Saat itu, Uber masih belum diperbolehkan beroperasi di Silicon Valley. Jadi mobil yang diparkir di pintu depan pesaing pasti mobil panggilan Travis Kalanick. Jadi mereka sengaja mengusir pengemudi Uber. Akibatnya, setelah Kalanick selesai berbicara dengan VC lain dan menemukan Uber panggilannya telah pergi. Makanya, Travis harus berlari ke kantor Benchmark, berkeringat dan terlambat selama 20 menit. Di Kemudian harinya, salah satu mitra Benchmark mengiriminya sepasang sepatu lari di malam hari.

Hal ini Tampaknya seperti lelucon, tetapi sebenarnya Benchmark mau memberikan Travis  Kalanick sinyal yang sangat jelas. Melalui lelucon ini mereka mengenal bisnis Uber dengan sangat baik. Benchmark juga tahu bahwa Travis sedang berunding dengan pesaingnya.  

Lelucon ini meninggalkan kesan mendalam pada Kalanick. Dimana akhirnya, ia memutuskan untuk memilih Benchmark sebagai investor.

Siapa pemenang dibelakang unicorn
Siapa pemenang dibelakang unicorn – Jawabannya adalah Benchmark Capital

Selain berfokus pada investasi tahap awal dan cara yang sangat agresif, kunci keberhasilan Benchmark yang lainnya adalah mereka cenderung berinvestasi dengan dana paling besar dalam Fund Raising. Dengan tujuan yang sangat jelas, demi untuk mendapatkan kursi di dewan Direksi. Sehingga, Benchmark bisa mempengaruhi pembuatan strategi perusahaan, dan berpartisipasi dalam tata kelola perusahaan. Umpamanya, CTO Uber adalah orang rekrutan dari Benchmark.

Memang Sudah lazim bagi investor untuk berpartisipasi dalam manajemen perusahaan startup sebagai anggota dewan hari ini. Tetapi pada titik ini, Benchmark mungkin adalah yang terbaik. Bahkan yang lebih berlebihan lagi, sampai ada beberapa perusahaan yang mengundang mitra mereka untuk bergabung dalam dewan Direksinya.

Tentu saja, mode partisipasi mendalam ini juga merupakan pedang bermata dua. Para pendiri Uber dan WeWork pernah di usir keluar karena konflik dengan para investor. Atau seperti kata-kata mitra Benchmark bernama Bill Curley, Bill hanya berusaha  mempertahankan prinsip dewan Direksi. Jadi tantangan tersulit bagi Benchmark sekarang, bagaimana berpartisipasi secara mendalam dalam pengelolaan startup, tetapi pada saat yang sama tidak berkonflik dengan pendiri perusahaan.

Just like grandma says, penilaian yang baik sering berasal dari pengalaman. Dan pengalaman seringkali berasal dari penilaian yang buruk.

Advertisements
Categories: Siapa pemenang dibelakang unicorn

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: