Advertisements

Status Quo Internet of Things

Sesuatu menjadi berharga dan memiliki nilai bila objek tersebut bisa dikoneksikan. Dengan perkembangan kecerdasan buatan, data besar, dan jaringan 5G, perhatian orang terhadap Internet of Things semakin tinggi. Teknologi IoT juga telah mencapai terobosan yang disruptif baik di China maupun di AS. Membawa dampak mendalam pada semua lapisan masyarakat. Membuat sektor industry, transportasi, perawatan kesehatan, logistik dan peternakan lebih efisien dan lebih cerdas.

IoT berfungsi mengumpulkan data yang komprehensif dan akurat. Melatih AI untuk membuat model prediksi. Dan Big Data bisa menganalisis statistik. Tentu saja, harus disesuaikan dengan kebutuhan industri masing-masing.

Singkatnya, IoT adalah kombinasi aplikasi dari chip yang tertanam, alat sensor, komunikasi nirkabel, komputasi awan dan teknologi lainnya. Seiring perkembangan AI, Big Data dan komputer generasi berikutnya kuantum, teknologi IoT terus berkembang mendukung aplikasi industri semakin baik.

Prediksi Pasar IoT

Menurut laporan International Data Corporation, disingkat IDC, Pada tahun 2021 pengeluaran IoT global akan mencapai 1,4 triliun dolar. Termasuk investasi perusahaan dalam perangkat keras IoT, perangkat lunak, layanan dan konektivitas jaringan. Bagian terbesar datang dari investasi perangkat keras.

Menurut Laporan Gartner, Saat ini, aplikasi vertikal dari IoT berfokus pada manufaktur, perawatan kesehatan, dan rumah pintar. Gelombang berikutnya akan muncul dalam manajemen kesehatan, asuransi, dan mobil.

IoT mencakup semua bidang. Dan melibatkan beraneka ragam teknologi. Sehingga, Tidak ada satu perusahaan manapun yang bisa memonopolinya.

Perusahaan teknologi raksasa telah menyediakan layanan modul universal untuk IoT. Berdasarkan platform komputasi awan mereka dan beberapa modul universal lainnya. Berfokus pada kesamaan aplikasi IoT, membangun infrastruktur atau platform untuk menyediakan layanan teknologi dasar untuk IoT developers.

Seiring dengan perkembangan pesat teknologi, kesulitan implementasi keseluruhan IoT telah berkurang. Tujuan dari platform diatas adalah untuk mengurangi hambatan masuk ke IoT. Memungkinkan lebih banyak inovator industri untuk bergabung dengan pasar, dan mengembangkan sebanyak mungkin aplikasi yang berguna.

Selain platform Modul Universal, peluang yang lebih masuk akal bagi startups adalah platform vertical. Atau sering disebut industry bersumberdaya platform. Yaitu mendalami segmen industri tertentu. Menggunakan teknologi Internet of Things. Menargetkan industri tertentu atau Fitur aplikasi menyediakan solusi lengkap.

Penyedia Solusi

Kita harus mempertimbangkan di mana posisi dan letak keunggulan sendiri dalam industry. Kemudian berusaha menjadi penyedia solusi secara vertical yang mendalam. Bukannya integrator perangkat keras. Misalnya, speaker pintar yang mulai populer di tahun 2016, menggunakan aplikasi suara untuk merealisasikan aplikasi vertikal.

Saat ini, teknologi IoT telah mencapai tahap yang relatif matang. Tidak lagi mengandalkan terobosan dalam teknologi tertentu. Karena aplikasi skala besar telah mengurangi biaya.

Istilah “Internet of Everything”, menghubungkan semua objek ke Internet. Menjadikan dunia sebagai suatu Internet of Things yang sangat besar. Secara teori, nilai jaringan sebanding dengan kuadrat jumlah node. Dengan menghubungkan semuanya ke jaringan, nilai jaringan ini akan cenderung dimaksimalkan.

Namun, masih perlu penerapan lebih lanjut untuk membuktikan di dunia nyata. Alasannya akses ke Internet of Things masih mahal. Seperti chip, layanan konektivitas, perangkat lunak, komputasi awan, energy listrik, dan bahkan penyimpanan data semuanya masih perlu biaya tinggi.  

Pertanyaan Yang paling penting adalah, apakah perlu untuk menghubungkan semua objek ke Internet. industri Internet of Things masih perlu mencari, menjelajahi dan menemukan “Super aplikasi”.  

Ringkasan khusus

Pertama, IoT adalah teknologi komprehensif dan rekayasa sistem yang menggabungkan aplikasi terintegrasi chip tertanam, Alat sensor, komunikasi nirkabel, dan komputasi awan. Perkembangan AI, Big Data, dan komputer generasi berikutnya mendorong perkembangan teknologi Internet of Things. Sehingga, secara bertahap menurunkan segala biaya dimasing-masing sektor.

Kedua, saat ini ada dua jenis pengembangan Utama aplikasi Internet of Things. Platform integrasi umum Horisontal dan vertikal. Perusahaan teknologi raksasa telah menyiapkan platform teknologi umum bagi kita semua. Sehingga, mengurangi hambatan untuk masuk ke Internet of Things. Memungkinkan lebih banyak pengembang aplikasi vertikal untuk bergabung.  

Namun, kuncinya apakah suatu perusahaan atau startups dapat berdiri diatas kaki sendiri sebagai penyedia solusi. Bukannya hanya sebagai integrator system. Meskipun tren teknologi IoT sangat menjanjikan, akan tetapi masih perlu bekerja keras untuk mengeksplorasinya di lapangan.

Apakah setiap objek perlu di koneksikan dengan internet?

Ketiga, just like grandma says harapan dan impian untuk IoT memang sangat indah. Tetapi dalam kenyataannya, selain harus mempertimbangkan biaya realisasi, yang lebih penting untuk menilainya apakah semua objek memang benar-benar perlu dikoneksikan.

Tautan Interaktif:

Apakah telah ada contoh penggunaan teknologi IoT di sekitar Anda? Nilai apa yang diberikan IoT bagi Anda?  Atau, Menurut Anda, perubahan apa yang akan dibawa teknologi Internet of Things ke dalam hidup Anda?

Advertisements
Categories: perkembangan iot di Indonesia

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: