Survei Bloomberg yang mengejutkan tentang Tesla Model 3

Survei Bloomberg yang mengejutkan tentang Tesla Model 3. Pekan lalu, boss Tesla Elon Musk membuat kejutan lagi. Truk listrik baru Tesla namanya CyberTruck diluncurkan. Seperti biasanya, selalu Menarik perhatian dunia.

Tidak ada keraguan ini adalah tata letak penting Tesla untuk bersaing dalam pasar otomotif tradisional. Truk pickup masih merupakan alat transportasi yang sangat populer di Amerika Serikat. Sebanyak 6.500 truk diesel terjual setiap hari di AS.

Namun, produk paling penting bagi bisnis Tesla adalah Model 3. Mobil listrik budget ekonomi pertama yang diluncurkan pada tahun 2016. Masuknya model 3 ke pasar adalah tantangan besar bagi bisnis dan model bisnis Tesla. Karena harga yang lebih rendah berarti permintaan yang lebih besar. Yang akan menguji kapasitas dan kemampuan produksi Tesla. Bagaimana mengendalikan biaya dan efisiensi operasi.

Survei Bloomberg yang mengejutkan tentang Tesla Model 3

Seberapa baik penjualan Tesla selama ini? Atau pengalaman uji mengemudi Model 3?

Baru-baru ini, Majalah Bloomberg melakukan survei terhadap 5.000 pemilik Tesla Model 3. Laporan ini membahas 164 pertanyaan yang mencakup setiap aspek pengalaman mengemudi. Mulai dari kualitas produk dan layanan hingga program mengemudi Otonom sampai reputasi pasar.

Menurut editor Bloomberg, ini adalah survei terbesar yang pernah dilakukan untuk pemilik Tesla. Umpan balik yang dianalisis sejauh ini kira-kira sama dengan empat buku pertama Harry Potter. Jelas, ini adalah survei yang sangat informatif dan berharga baik bagi Tesla maupun potensi pembeli Tesla.

Ada banyak penemuan menarik di dalamnya, diantaranya:

Pertama, produksi massal dan kualitas Model 3. Sejak 2017, Tesla telah menjual 350.000 unit Model 3. Karena produksi massal yang terburu-buru, maka akan memiliki cacat. Periode  tingkat cacat tertinggi terjadi pada kuartal ketiga 2018. Setiap 100 mobil yang terjual pada saat itu, pengguna akan melaporkan 80 masalah dalam 30 hari pertama.

Karena kapasitas produksi yang tergesa-gesa, Tesla harus membangun jalur produksi baru di tempat parkir Gigafactory. Langsung meningkatkan tiga kali lipat kapasitas produksi Model 3. Akibatnya, muncullah berbagai Masalah. Seperti cacat di badan mobil adalah masalah utama. Catnya yang berubah warna atau tergores. Gagang pintu, bumper atau soket pengisi daya yang tidak selaras. Tetapi, yang paling serius adalah retakan pada jendela dan roda kemudi yang hampir tidak selaras.

Cacat pada interior mobil seperti jok mobil yang masih lengket. Tepi jendela yang aus. Setir bernoda dan sebagainya. Lalu ada masalah perangkat lunak dan layar sentuh seperti pembekuan layar sentuh setelah mencolokkan USB. Atau sistem perlu dihidupkan ulang saat digunakan. 5% hingga 10% dari umpan balik pengguna memiliki masalah tersebut.

Saat ini, kualitas produk Tesla Model 3 telah berangsur-angsur stabil. Survei oleh Bloomberg menunjukkan bahwa keluhan pemilik mobil pada kuartal ketiga tahun ini sekitar 44% lebih rendah dari kuartal ketiga 2018. Sejak Februari 2019, tingkat cacat pada dasarnya menurun dengan stabil.  

Secara keseluruhan, 99,6% pemilik mobil mengatakan pengalaman berkendara Model 3 cukup menyenangkan. Bloomberg menyatakan bahwa kepuasan setinggi itu sangat jarang terjadi pada produk konsumen.

Kedua, tantangan terbesar sekarang adalah layanan pelanggan.

Pada awal 2019, Elon Musk pernah mengatakan bahwa fokus kuartal pertama 2019 adalah meningkatkan layanan purna jual di Amerika Utara. Waktu terus berjalan. Satu tahun berlalu.

Dari kuartal pertama 2018 hingga kuartal pertama 2019, ketidakpuasan dengan layanan purna jual Tesla terus meningkat. Tidak menurun hingga kuartal kedua 2019.

Ketidakpuasan utama adalah ketepatan waktu layanan dan integritas pemeliharaan. Pada kuartal ketiga tahun ini, sepertiga pemilik mobil harus menunggu 10 hari atau lebih untuk booking layanan Tesla. Model layanan purna jual Tesla sangat unik dan spesial.

Elon Musk, boss Tesla asal Afrika Selatan ini pernah berkata, “Layanan terbaik adalah tidak ada layanan.” Musk percaya bahwa struktur kendaraan listrik jauh lebih sederhana daripada kendaraan bahan bakar. Secara logis kebutuhan pemeliharaan jauh lebih rendah daripada kendaraan bahan bakar.

Berdasarkan penilaian ini, Tesla hanya membuka 400 pusat layanan di seluruh dunia.  Semuanya beroperasi sendiri. Sebagai perbandingan, mobil Ford memiliki 5.000 dealer di Amerika Serikat.

Menanggapi ketidakpuasan pelanggan, Tesla mengambil dua langkah solusi.

Pertama, meningkatkan kualitas produk.

Kedua, menggunakan layanan seluler. Mengirim mobil perawatan spesialis Tesla ke tempat pelanggan. Mulai tahun ini, pengguna dapat memesan dan melacak layanan di ponsel mereka. Penelitian Bloomberg menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan dengan layanan ini cukup tinggi.

Ketiga, masalah baterai Tesla.

Dari perspektif pengalaman pemilik, pengisian baterai adalah dimensi yang sangat diperlukan. Pengisian daya selama 30 menit melalui super charging, bisa mengemudi 3 jam. Ini termasuk nyaman bagi pemilik mobil yang dapat mengisi daya di rumah. Tetapi jika di stasiun pengisian umum, kecepatan pengisian ini masih lambat.

Secara umum, kepuasan pengguna internasional untuk pengisian daya lebih rendah daripada pengguna di AS. Hal ini dikarenakan keterbatasan jumlah pengisian daya di tempat umum.

Mengenai penggunaan baterai, Baterai lithium-ion Tesla berkinerja lebih baik dalam hal keausan dibandingkan produsen mobil lainnya. Setelah 10.000 mil perjalanan, kapasitas pengisian baterai Tesla menurun kurang dari 1%. Sebaliknya, baterai Nissan menurun tiga kali lipat dari Tesla.

Namun, produksi baterai Tesla juga mengalami masalah baru-baru ini. Matsushita Jepang, rantai pasokan Tesla mengatakan tidak akan membangun jalur produksi baterai untuk mendukung Gigafactory Tesla di Shanghai. Kerja sama antara keduanya terputus. Survei Bloomberg yang mengejutkan tentang Tesla Model 3 ini diekspos dalam berita belum lama ini.

Keempat, fungsi mengemudi otonom Tesla.

Pada kuartal ketiga 2019, fungsi Mengemudi Otonom Tesla maju pesat. Pada pertengahan September, Tesla memperkenalkan fitur panggilan pintar yang disebut Smart Summon. Memungkinkan pemilik mobil untuk memanggil Tesla mereka yang berhenti di tempat parkir lewat ponsel. Mobil akan secara otomatis mengemudi ke lokasi pemilik mobil.

Survei Bloomberg yang mengejutkan tentang Tesla Model 3
Survei Bloomberg yang mengejutkan tentang Tesla Model 3

Pada bulan pertama fitur ini diluncurkan, fitur ini telah digunakan jutaan kali oleh pemilik mobil. Fitur ini kedengarannya sangat keren. Ricky juga berharap bisa mencobanya. Sebenarnya, Banyak orang menggunakan fitur ini di cuaca buruk. Atau dihari hujan. Atau mengunjungi dokter di rumah sakit.

Hasil survei menunjukkan 70% orang berkomentar fungsi panggilan pintar memang bermanfaat. Tetapi hanya 41% pemilik mobil berpendapat fungsi seperti itu cukup stabil dan dapat diandalkan. Dengan kata lain, keamanan mobil otonom masih perlu ditingkatkan.  

Memang, Setiap perusahaan mobil otonom ingin mencapai L5 driverless ultimate. Maksudnya, mobil tidak lagi membutuhkan driver. Menjadikan ruang mobil sepenuhnya cerdas. Fungsi panggilan cerdas bisa dibilang paling dekat dengan semua fungsi self-driving Tesla.

Kekhawatiran kelima, reputasi pasar Tesla.

Hal yang paling hebat tentang Tesla adalah Tesla tidak menggunakan uang satu sen pun untuk iklan. Reputasi branding Tesla terletak pada pengalaman pengguna dan aura pendirinya Elon Musk.

Survei Bloomberg yang mengejutkan tentang Tesla Model 3, 55% pengguna mengatakan pandangan mereka tentang Musk memengaruhi keputusan mereka untuk membeli mobil.

Pengaruh pribadi CEO sangat langka di industri otomotif. Pelanggan yang membeli Tesla adalah fans berat Elon Musk. Setelah membeli mobil, pelanggan berubah menjadi sales yang dengan suka hati akan mempromosikan Tesla.

Survei menunjukkan 99% pengguna Model 3 akan merekomendasikan mobil ini kepada keluarga dan teman. Tingkat rekomendasi yang sangat menakjubkan.

Just like grandma says, visi Tesla tidak bisa diukur dengan perusahaan mobil biasa. Jadi tantangan yang dihadapinya juga sangat luar biasa.

“Berjuang untuk membuat yang tidak mungkin menjadi memungkinkan, disaat  mengoperasikannya sambil berusaha menemukan masalah dari sistem yang belum pernah diuji sebelumnya. Setelah memperbaiki kekurangan yang ada, dan kemudian mengulangi proses ini lagi.” Inilah kisah tentang Tesla yang bagaikan dongeng di dunia nyata.

Advertisements
Categories: Survei Bloomberg yang mengejutkan tentang Tesla Model 3

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: