Tahun Pertama AI Medis

Tahun Pertama AI Medis yang diwakili oleh Airdoc pencitraan Retina, sebuah perusahaan Medis AI Tiongkok di bidang oftalmologi, kulit, otak, saraf, kardiovaskular, patologi, dan pencitraan medis. Diantaranya yang paling terkenal adalah produk penilaian risiko kesehatan berdasarkan pencitraan retina. Airdoc AI dapat menemukan komplikasi penyakit kronis dini melalui retina, yang berperan penting dalam deteksi dini, intervensi dini, dan pengobatan dini penyakit tersebut.

AI atau kecerdasaan Artifisial memang telah menjadi Topik terpanas selama ini. Tetapi pada dasarnya, kita hanya mendengar “suara tangga berbunyi, tanpa melihat ada orang turun dari tangga.”

Namun akhirnya mulai tahun 2020, fenomena yang mudah terabaikan oleh kebanyakan orang adalah Kecerdasan Buatan mulai berpanen di bidang medis. Ciri-ciri masa panen bukanlah melakukan penelitian dan pengembangan yang paling dasar, seperti pengembangan Algoritma atau tata letak perangkat keras.

Melainkan, penggunaan teknologi kecerdasan buatan yang ada untuk diintegrasikan dengan data profesional di berbagai industri. Memberikan layanan di industri profesional. Perusahaan AI dapat merealisasikan pendapatan dan laba sekarang.

Tahun Pertama AI Medis

Bidang medis selalu menjadi fokus kecerdasan buatan. Mulai tahun 2020, beberapa produk medis AI telah mendapat persetujuan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Tiongkok yang dirumuskan pada September 2017. “Katalog Klasifikasi Alat Kesehatan” baru yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Negara dengan jelas menetapkan, Jika produk tersebut hanya memberikan saran diagnostik dan tidak dapat langsung memberikan kesimpulan diagnosis, itu akan dikategorikan sebagai perangkat medis kelas dua.

Tetapi jika dapat langsung memberikan hasil diagnosis yang jelas, maka akan dimasukkan dalam perangkat medis kelas tiga.

Oleh karena itu, perangkat medis kelas tiga adalah masa depan kecerdasan buatan yang sebenarnya. Merupakan konsensus para pakar dalam industri. “Perangkat Lunak Penghitungan Skor Cadangan Aliran Darah Koroner” yang disetujui pada bulan Januari tahun ini menggunakan teknologi pembelajaran mendalam untuk menganalisis gambar pembuluh darah CT koroner. Peralatan ini secara sistematis dapat mengevaluasi fungsi sistem kardiovaskular, terutama arteri koroner.

Seiring pertumbuhan pesat dari Airdoc, banyak perusahaan medis AI akan segera terdaftar atau IPO. Jalur medis AI akan bermunculan di pasar saham China.

Masuknya Kecerdasan Buatan ke dalam bidang analisis medis profesional akan membawa perubahan revolusioner pada diagnosis dan pengobatan penyakit. Produk yang dikembangkan oleh Airdoc, perangkat lunak diagnosis dengan bantuan gambar fundus untuk retinopati diabetik. Produk tersebut merupakan kumpulan pertama dari perangkat lunak diagnosis yang dibantu kecerdasan buatan fundus yang disetujui untuk dipasarkan di China. 

Produk ini memahami perubahan patologis retina melalui pengamatan fundus. Produk tersebut digunakan untuk menilai dan menyaring pasien dengan retinopati diabetik dini.

Retina merupakan satu-satunya bagian organ manusia yang dapat melihat langsung mikrosirkulasi darah. Bukan hanya penyakit mata saja. Tetapi juga penyakit diabetes, hipertensi, jantung koroner, penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer dll, Tim peneliti ilmiah sudah dalam proses mendiagnosis penyakit dengan mengamati retina.

Jenis teknologi diagnostik ini sangat efisien. Karena tidak menimbulkan rasa sakit. Tidak merusak bagian tubuh manapun. Dokter cukup memindai fundus mata Anda dengan alat tersebut. Saat ini, dengan teknologi yang lebih canggih, kita hanya perlu memotret di pusat pemeriksaan kesehatan. Kemudian mengunggahnya ke sistem kecerdasan buatan berbasis cloud untuk dianalisis. Lalu menunggu hasilnya.

Disamping itu, teknologi ini mempercepat waktu mendiagnosis penyakit diabetes. Karena kita semua sulit mengetahui apakah kita mengidap diabetes ketika kita sendiri menderita diabetes. Sampai akhirnya muncul berbagai macam gejala hingga penyakitnya sudah menjadi lebih serius.

Teknik diagnosis fundus sangat mudah dilakukan. Kita dapat mendiagnosis diabetes setiap saat. Jika kita dapat menemukan diabetes sejak dini dan memulai pengobatan lebih awal, mencegah sebelum penyakit berkembang ke tingkat parah. Sehingga, rasa sakit yang diderita pasien akan berkurang. Kerugian akan jauh lebih kecil. Bahkan, kemungkinan besar pasien akan pulih kembali.

Dengan mengamati retina, kita tidak hanya dapat mendiagnosis diabetes. Tetapi juga serangkaian penyakit lain. Seperti, risiko penyakit jantung, risiko serebrovaskular, risiko sistem saraf, maupun risiko metabolik. Bahkan risiko tumor. Cakupan diagnosis teknologi saat ini telah meningkat pesat.

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kecerdasan buatan mulai populer di mana-mana. Saat-saat ketika kita harus pergi ke rumah sakit untuk mendaftar dan mengantri panjang demi mendiagnosis penyakit mungkin akan menjadi sejarah.

Untuk berhasil dalam bisnis kecerdasan buatan terutama di bidang medis, intinya adalah memiliki Big Data. Masa depan adalah persaingan dalam Big Data. Di Era kecerdasan buatan, Big data adalah minyak. Dan kecerdasan buatan atau AI sendiri adalah penyulingan minyak.

Kita dapat mengumpulkan data pasien dari semua sudut dan segala arah. Kemudian menggunakan kecerdasan buatan untuk memurnikan minyak. Sehingga kita dapat membuat analisis dan diagnosis yang lebih baik. Lebih akurat dan tepat. Tentu saja, melayani pasien dengan lebih efisien.

Big Data adalah minyak. Tetapi penggunaan Big data masih dalam tahap awal. Dalam waktu yang tidak lama lagi, kita akan segera memasuki Era “pacuan kuda.” 

Bagaimana cara mendominasi pasar? 

Pertama, mengumpulkan Big Data sebanyak mungkin dari berbagai tempat. Misalnya, rumah sakit. Mencari dokter profesional di rumah sakit terkenal. Menjalin hubungan kerja sama jangka panjang. Demi mendapatkan Big Data yang relevan. Umpamanya, Airdoc bekerjasama dengan Guangdong Zhongshan Eye Center membuka departemen kecerdasan buatan pertama di rumah sakit Teratas China.

Selain data yang ada di tangan, mencari lebih banyak sumber data juga sangat penting. Mungkin, data rumah sakit belum lengkap. Karena kebanyakan orang tidak sering sakit. Jika tidak menderita sakit parah, maka rumah sakit tidak akan mendapatkan datanya. Oleh karena itu, bekerja sama dengan rumah sakit lebih ibarat ke penyulingan minyak. Bukannya, mendominasi pasar.

Selain rumah sakit, salah satu sumber data yang tidak kalah pentingnya adalah klinik pemeriksaan kesehatan. Beberapa bulan yang lalu, Airdoc merilis “Buku Biru Kesehatan untuk pemeriksaan Satu Juta Orang”. Berdasarkan hasil evaluasi kecerdasan buatan retina, yang khusus menganalisis kondisi fundus jutaan orang Tiongkok dalam menjalani pemeriksaan medis seluruh negeri. 

Hasil analisis cukup mengejutkan. Sekitar 75% populasi menunjukkan kelainan pada fundus. Tingkat deteksi abnormal pada Pria lebih tinggi daripada wanita. Tampaknya, masalah kesehatan fundus lebih serius. 

Diagnosa melalui pemeriksaan fisik sudah semakin nyaman dan canggih. Para institusi medis hanya perlu mengambil gambar fundus Anda. Artificial Intelligence akan otomatis menganalisa kembali hasilnya ke pasien. Hasil tesnya akan langsung dikirim ke handphone kita.

Arah penting tahun Pertama AI Medis lainnya adalah telepon seluler + komputasi awan. Sekarang, foto ponsel semakin berdefinisi tinggi. Sehingga, komputasi awan dengan cepat menjadi populer. Ke depannya, jika teknologi pemantauan ini dapat diterapkan pada platform komputasi awan, setiap kali kita foto selfie, kita dapat dianalisis oleh platform awan untuk analisis retinal. Pemantauan jangka panjang kesehatan kita akan semakin baik dan terkendalikan.

Sebenarnya, sebagian besar metode pemantauan medis yang ada saat ini hanyalah aspek pengujian. Tidak peduli seberapa bagus peralatannya, bila tidak ada pelacakan jangka panjang akan sulit untuk memahami kondisi pasien. Kemampuan terminal yang kuat + komputasi awan di mana-mana termasuk kecerdasan buatan akan mengubah semua ini. 

Tahun Pertama AI Medis
Tahun Pertama AI Medis (Image: Becoming Human)

Just like grandma says, Apple telah menerapkan pemantauan kesehatan pengguna selama bertahun-tahun. Pada konferensi Apple tahun ini, Tim Cook memperkenalkan Apple Watch yang dapat mendeteksi penghentian pernapasan pasien dan menyelamatkan nyawa. Di masa depan, ponsel kita akan menjadi perangkat pintar yang dapat dikenakan. Dimana didalamnya mungkin berisi sistem analisis dan diagnosis AI + medis.

Nantinya, kaca di rumah sakit, klinik, bahkan kaca di rumah bisa membantu kita melakukan tes kesehatan. Misalnya, saat kita bercermin di pagi hari, menggosok gigi dan pergi ke toilet. Oleh karena itu, adegan fiksi ilmiah yang kita nonton dalam film akan segera menjadi kenyataan.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.