Teknologi Mixed Reality Microsoft

Teknologi Mixed Reality Microsoft Hololens mulai memasuki kehidupan kita. Ketika industry teknologi hari ini mulai mengadopsi teknologi Virtual Reality atau VR, Microsoft sebagai salah satu teknologi terbesar di dunia telah meluncurkan Hololens. Perpaduan antara Virtual Reality dan dunia nyata. Itulah Hololens. The Mixed Reality atau disingkat sebagai MR.

Sebenarnya, produk MR sudah muncul sejak tahun 2009. Dan dikenalkan pertama kali dalam TED talks. Dengan nama the Sixth sense. Penemunya orang India. Namanya Pranav Mistry. Seorang anak muda. Yang sangat jenius. Lahir tahun 1981. Dengan gelar master dalam desain industry dari Indian Institute of Technology (IIT). Yang setara dengan MIT Amerika.

Seluruh system Sixth sense terdiri dari kamera kecil di bagian atas kepala. Dan proyektor portable di dada. Dengan empat cincin berwarna di jari. Dan laptop.

Teknologi Mixed Reality Microsoft

Pada saat operasi, kameranya akan melacak gambar di depan. Terutama pergerakan cincin penanda di jari. Dan mengumpankannya kembali ke laptop. Setelah proses computer, hasilnya akan diarahkan ke posisi tampilan interface. Dengan cara ini, kita tidak harus duduk di depan computer. Dan dapat mewujudkan interaksi manusia dengan computer kapan saja. Tanpa harus selalu menghadap ke layar tampilan.

Pada tahun 2009, ketika Pranav Mistry meluncurkan the Sixth Sense, dia sempat di anugerahi gelar “35 orang hebat di bawah umur 35 tahun, oleh majalah “MIT Technology Review”. Yang lebih dikenal sebagai TR35.

Pada tahun 2010, Pranav dinobatkan sebagai salah satu “Top 50 Global Creativity” oleh majalah Kreativitas. Dia juga di namai “Pemimpin Global Muda” oleh Forum Ekonomi Dunia.

Pada tahun 2012, dia secara resmi bergabung dengan Samsung. Dan sekarang telah menjadi wakil presiden senior Samsung. Untuk pengembangan strategis dan desain produk.

Mungkin inilah yang patut dipelajari pengusaha Cina dari Korea. Karena pengusaha Cina pada dasarnya lebih suka mencari talenta Cina di seluruh dunia.

Orang Cina memang sangat hebat di kalangan akademis di arena internasional. Tetapi relatif lebih lemah di bidang pengembangan industry.

Produk Sixth sense, sebagai penemuan teknologi canggih dan terkenal, semulanya berasal dari lab media MIT. Lembaga independen yang tidak mendapat dana dari Negara. Melainkan dana dari perusahaan untuk penelitiannya. Demikian halnya dengan banyak penelitian teknologi tercanggih di dunia. Semuanya bisa di lacak kembali ke lab media.

Produk Sixth sense kedengarannya sangat keren dan canggih, kan? Kenapa tidak pernah kita temui dalam kehidupan kita? Alasannya belum ada pasaran. Kenapa?

Pertama, lab Media hanya bertanggung jawab untuk berpikir dan menciptakan. Tidak bertanggungjawab untuk produksi. Sehingga banyak dari mereka cuma penemuan awal. Itulah sebabnya, mengapa banyak perusahaan gede seperti Apple, Microsoft atau Samsung bersedia membiayai penelitiannya.

Alasan kedua, karena ini sebenarnya cuma inovasi tipe aplikasi. Apakah bisa terealisasi, harus tergantung pada kemampuan perangkat lunak dan perangkat keras. Yang terdiri dari beberapa bagian. Dimana setiap komponen memerlukan teknologi yang kuat.

Misalnya, kemampuan pengenal grafik. Dan pengenalan teks yang cukup kuat untuk memproses informasi kamera. Dan kemampuan proyeksi yang kuat untuk mendukung proyeksi.

Secara umum, proyeksi mengkonsumsi daya dan baterai yang cukup besar. Yang diperlukan untuk memastikan operasi seluruh produk.

Karena itu, dalam pengembangan produk baru, ada banyak kesulitan yang perlu di atasi. Dan tentu saja bukan semua produk bisa berhasil.

Teknologi Mixed Reality Microsoft
Teknologi Mixed Reality Microsoft Hololens akan memasuki segala segi kehidupan manusia dalam waktu 5 tahun mendatang (Image: Microsoft news)

Yang sangat menarik saya dari produk sixth sense adalah, misalnya pada saat kita akan membeli buku dalam dunia nyata. Kita lebih berharap bisa melihat dan menyentuh buku yang riil. Sambil membolak balik halaman didalamnya. Mencari perasaan. Tetapi, melalui e-commerce, kita bisa melihat rating tentang buku tersebut. Supaya mendapat inspirasi. Bila Banyak netizen mengatakan bahwa buku itu bagus, atau tidak bagus, mudah mempengaruhi pengambilan keputusan kita.

Di toko buku fisik, sulit bagi kita untuk mendapat ulasan buku online pada saat yang sama. Yaitu kenyataan dan virtualitas yang terpisah. Yang tidak dapat diintegrasikan.

Tetapi bila anda mengenakan produk Sixth sense ke toko buku, dan mengambil buku dihadapan anda. Kamera sixth sense akan membaca judul di sampul buku. Dan kemudian link ke internet untuk mencari ulasan tentang buku tersebut. Dengan menggunakan proyektor diproyeksikan kembali ke sampul buku. Akan memberikan kita tentang ulasan-ulasan relevan dari netizen yang telah membacanya. Dengan cara ini, anda lebih bisa memutuskan apakah akan membeli buku ini atau tidak.

Saya yakin setelah mendengarkan uraian saya, anda pasti memiliki keinginan untuk mencoba produk ini kan? Karena sixth sense memang merupakan contoh kombinasi yang sangat baik. Antara kenyataan dan virtual.

Just like grandma says, Selama kita memahami hukum industry teknologi misalnya Teknologi Mixed Reality Microsoft, kita baru bisa mengidentifikasi apakah revolusi teknologi baru akan datang. Dan menangkap peluang didalamnya. Karena dengan memahami dan menangkap perkembangan teknologi tersebut, dengan waktu yang tepat, kita baru bisa berpartisipasi dan benar-benar mendapat manfaat dari tren tersebut.

Apa Pendapat Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.