Teknologi pengenalan telapak tangan

Teknologi pengenalan telapak tangan atau dikenal juga dengan “sistem biometrik telapak tangan” mulai menjadi perhatian di kalangan komunitas global. Baru-baru ini, raksasa AI Amazon merilis aplikasi paten terbaru khusus memindai fitur-fitur telapak tangan (termasuk sidik jari dan urat nadi) untuk mengidentifikasi para penggunanya. Pengumuman ini menyebabkan kekhawatiran dan mempercepat persaingan Para Perusahaan teknologi dunia.

Terutama di China, di mana teknologi pengenalan wajah sangat populer. Amazon mengubah teknologi pengenalan biometriknya kearah pengenalan telapak tangan, jelas membuat Pebisnis industri AI lebih memikirkan tren pengembangan otentikasi identitas global.

Teknologi pengenalan telapak tangan 

Studi menunjukkan orang kulit berwarna seperti orang Asia, orang Afrika maupun India 10-100 kali lebih mungkin salah diidentifikasi daripada orang kulit putih. Orang kulit hitam memiliki tingkat kesalahan pengenalan wajah lebih dari 21% -35%. Selain itu, dalam privasi informasi pribadi dan perlindungan, munculnya Aplikasi pengubah wajah “Deepfake” dan “ZAO” semakin menambah kekhawatiran masyarakat dunia.  

Li Wei, Direktur Departemen Sains dan Teknologi Bank Rakyat Tiongkok mengatakan: Wajah manusia adalah informasi pribadi yang sangat sensitif. Bila terbocor, akan membawa dampak yang sangat besar. Misalnya, masalah E-Payment pencurian lewat pemindaian wajah.

Teknologi pengenalan telapak tangan
Teknologi pengenalan telapak tangan Amazon (Image: technewsworld)

Ada sebagian Orang di industri AI percaya bahwa Teknologi pengenalan telapak tangan Amazon mungkin suatu “tren yang berlawanan” dengan teknologi pengenalan wajah China. Pemindaian sistem Biometris ini sebenarnya untuk menghindari teknis tingkat kesalahan pengenalan wajah yang lebih tinggi. Ataupun ruang lingkup teknologi yang terbatas. Namun, alasan paling utama adalah menghindari risiko hukum terkait Masalah privasi pengguna.

Sidik jari, sidik jari telapak tangan, urat nadi dan karakteristik biologis lainnya adalah identifikasi unik manusia. Jenis “otentikasi identitas kuat” teknologi ID baru ini secara bertahap akan menggantikan berbagai jenis kartu penggesek atau pengenalan.

Perusahaan startup AI China, bernama Moqi AI telah melihat arah masa depan Teknologi pengenalan telapak tangan sejak awal.

Ketika Teknologi pengenalan telapak tangan Amazon masih diuji coba di supermarket AS, “sistem Biometris AI identifikasi sidik jari maupun telapak tangan” generasi berikutnya dari China telah diterapkan dalam skala besar sejak tahun 2019.  

Moqi AI mengandalkan penelitian independen dan pengembangan teknologi pencarian gambar presisi tinggi berkecepatan tinggi, telah bekerja sama dengan lembaga kepolisian dan keamanan publik China. Moqi AI berhasil menerapkan identifikasi gambar sidik jari, menjadikan China sebagai negara pertama yang dapat memindai 2 miliar sidik jari dengan perbandingan waktu per detik, presisi tinggi, dan otomatis.

Berdasarkan terobosan inovatif algoritma AI, platform otentikasi identitas Moqi AI dapat mendukung perluasan basis data sidik jari ke tingkat puluhan miliar sidik jari. Teknologi ini sangat penting bagi negara dengan populasi besar seperti China maupun Indonesia. Keberhasilan Teknologi Moqi AI telah mencapai tingkat terdepan dalam bidang AI otentikasi identitas global.

Sidik jari adalah teknologi identifikasi biometrik kuno dan otoritatif. Secara hukum, Merupakan salah satu cara identifikasi yang paling efektif dalam membangun keamanan nasional. Sehingga, sidik jari sering disebut sebagai “raja bukti”.

Pada saat yang sama, sidik jari memiliki kemampuan perlindungan privasi alami.  Melalui teknologi enkripsi yang unik, sidik jari juga dapat memastikan keamanan informasinya tanpa ada kebocoran.

Aplikasi teknologi biometrik China sudah berjalan di garis terdepan dunia. Generasi baru “sistem identifikasi sidik jari” dan metode identifikasi pengenalan wajah telah divalidasi silang untuk mencapai pengembangan “multi-keamanan”. Teknologi pengenalan sistem Biometrik ini telah membantu menyediakan layanan otentikasi yang aman dan nyaman bagi banyak perusahaan dan masyarakat.

Pada saat yang sama, Teknologi sistem biometrik juga menjaga, mempertahankan integritas dan melindungi privasi. Tentu saja, pada akhirnya akan membangun dan menjadikan Tiongkok sebagai negara Super Smart.

Just like grandma says, Dari sudut pandang ini, Di era Smart di mana virtual dan realitas saling tumpang tindih, China berkemungkinan besar menjadi negara pertama di dunia yang mewujudkan masyarakat bebas kartu.

1 thought on “Teknologi pengenalan telapak tangan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.