Tesla Made in China

Tesla Made in China, mobil listrik Model 3 yang diproduksi di Shanghai Gigafactory mulai dikirimkan ke konsumen. Pada tanggal 7 Januari yang lalu, Elon Musk secara pribadi menyerahkan 10 mobil yang baru saja keluar dari jalur perakitan kepada pembeli paling awal. Saking gembiranya, dia menari tarian yang kelihatan lucu dan canggung untuk Pria setinggi 188cm dengan IQ 155.

Hanya dua kata untuk mengungkapkan kegembiraan Elon Musk. China Speed and China Scale. Atau “Kecepatan China dan Skala China yang menakjubkan.” Keunggulan kecepatan dan skala China inilah, kendaraan listrik akan menggantikan kendaraan bahan bakar untuk berakselerasi lebih cepat dan signifikan.

Beberapa bulan yang lalu, Wall Street pernah memberitakan Tesla mungkin akan bangkrut. Alasannya, kapasitas produksi tidak dapat mengimbangi permintaan. Pada saat itu, Tesla ditantang untuk menyelesaikan tumpukan ratusan ribu pesanan, yang akan memakan waktu produksi bertahun-tahun.

Tesla Made in China

Elon Musk dihadapkan dengan masalah hidup atau matinya Tesla. Apa yang harus dilakukannya?

Akhirnya, Musk harus mengubah kebiasaan berpikirnya. Membuka pabrik pertamanya di luar negeri. Elon Musk memilih Shanghai sebagai Pabrik pertama luar negerinya. Pabrik yang super besar ini hanya memakan waktu 10 bulan untuk membangunnya.

Tahun lalu di saat seperti sekarang ini, situs pabrik Tesla masih berbentuk lahan liar. Dari peletakan batu pertama, membangun pabrik, membangun jalur produksi otomatis, hingga penerimaan, rekrutmen dan pelatihan, hanya membutuhkan 10 bulan untuk melakukan semua ini.  Pada 23 Oktober 2019, pabrik baru mulai berproduksi. Dua setengah bulan kemudian pelanggan pertama mulai menerima mobilnya.  

Sebagai perbandingan, Tesla di Amerika membutuhkan waktu lebih dari 2 tahun untuk pembangunan dan penyelesaian Gigafactory No. 2. Shanghai Gigafactory Tesla sekarang bisa memproduksi 28 unit mobil per jam. Artinya, setiap 2 menit Tesla bisa memproduksi satu mobil baru dan siap dijual. Inilah kecepatan dan skala Tesla Made in China.

Mulai tahun 2020, Tesla akan mempercepat kapasitas produksi tahunannya mencapai 150.000 unit. Ketika seluruh pabrik selesai dibangun, pabrik Shanghai ini akan memproduksi 500.000 unit per tahun.

“Apa maksudnya ?”

Dua Gigafactory Tesla di AS hanya bisa memproduksi total output 367.500 unit ditahun 2019.

Saking gembira dan terharunya, Elon Musk berkata, “Kita telah menciptakan kecepatan Shanghai yang luar biasa. Kita juga mencetak rekor baru untuk industri otomotif.”

“Bagaimana China bisa menciptakan keajaiban ini?”

Mungkin banyak yang menjawab karena ketekunan orang Cina. Atau karena dukungan kuat dari Beijing. Atau Tentu saja, Tesla memiliki manajemen yang unik. Disamping semua itu, ada alasan terpenting yang tidak bisa diabaikan, yaitu “kekuatan Made in China.” Tesla Made in China.

China memiliki Rantai Pasokan Mobil dan Energi Baru yang sangat matang. Misalnya, Di bidang baterai, motor dan kontrol elektronik, perusahaan Top 10 terbesar di dunia ada tujuh perusahaan berasal dari China. Itulah sebabnya, Tesla bisa memperoleh semua spareparts peralatan yang dibutuhkan dalam waktu sangat singkat.

Disamping itu, China juga memiliki banyak tenaga kerja, insinyur, dan personel yang sangat berpengalaman. Begitu personel-personel tersebut di rekrut, mereka dapat langsung bekerja dengan kinerja tinggi. Ini bukan produk yang bisa terjadi dalam satu malam. Atau istilahnya, Rome is not built in one day.

Pabrik Super atau Gigafactory Tesla Shanghai sebenarnya, hanyalah bagian kecil dari rantai industri besar di China.

Model 3 Tesla yang diserahkan ke konsumen China saat ini, hanya 30% spare parts berasal dari China. Namun, Elon Musk berjanji sampai pada pertengahan tahun ini, rasio lokalisasi spare parts akan mencapai 70% dan, 100% pada akhir tahun 2020. Semuanya, akan datang  dari China. Tesla Made in China.

Pada saat penyerahan Model 3 kepada konsumen, Elon  Musk mengatakan,” Tesla Tipe-Y secara resmi telah diaktifkan, termasuk semua model-model lainnya akan diproduksi di Cina.” China akan menjadi basis produksi global terpenting Tesla. Dan dunia akan mengemudi mobil Tesla Made in China.

Bagi para pemasok Cina, ini bukan hanya berarti lebih banyak pesanan atau bisnis. Kemampuan manufaktur mereka sendiri juga dapat ditingkatkan dalam proses mengikuti Tesla docking.

Dengan kata lain, Shanghai Giga Factory bukan hanya produk rantai industri Cina. Karena  pada gilirannya akan mendorong pengembangan rantai industri seluruh Cina.

Banyak orang juga mengatakan, “Tesla adalah iPhone berikutnya.”

iPhone dan Rantai Industri China, sebenarnya telah melalui proses pencapaian bersama seperti Tesla sekarang ini.

Lini produksi iPhone dipindahkan ke Cina, telah membuat Apple untung banyak. Dan, China sendiri juga telah membentuk rantai industri elektronik konsumen terlengkap di dunia. Belakangan, kebangkitan merek ponsel China seperti Huawei, Xiaomi, vivo, OPPO semuanya tidak terlepas dari fondasi yang diletakkan oleh Rantai industri ini.

Tesla Made in China
Penyerahan mobil Tesla model 3 pertama dari gigafactory No. 3 Shanghai (image: DW)

Demikian pula, China berharap Tesla dapat membantu pengembangan rantai energi baru China dan, mempercepat pengembangan merek mobil listrik lokal. Pendirian pabrik Tesla di Cina mungkin tidak hanya memengaruhi perusahaan Tesla. Sebaliknya, akan membawa gelombang yang mengejutkan ke seluruh industri otomotif Global.

Jadi, tahun 2020 akan menjadi tahun yang sangat penting bagi industri otomotif. Karena mulai tahun ini, kendaraan listrik menggantikan kendaraan bahan bakar akan dipercepat.

Untuk meminta konsumen menggunakan kendaraan listrik, tidak cukup hanya dengan berteriak Slogan. Karena hal yang paling dipentingkan oleh para pengemudi adalah kinerja dan harga kendaraan listrik. Hanya dengan kinerja inilah, proses penggantian yang komprehensif baru akan berlangsung.

Misalnya di masa lalu,  biaya produksi mobil listrik sangatlah mahal. Sehingga, mereka hanya bisa mentargetkan segmen kecil. Sama seperti mobil tesla versi Roadster, Model S, dan Model X, target lawannya adalah mobil sport mewah seperti Ferrari dan Maserati, yang tidak menjadi ancaman bagi pabrik mobil tradisional.  .

Namun, Pada 2017, Tesla Model 3 mulai diproduksi secara massal di Amerika Serikat.  Harganya mulai diturunkan. Ini berarti bahwa kendaraan listrik telah mulai memasuki pasar massal bersaing dengan kendaraan bahan bakar.

Gigafactory Tesla di Shanghai mempunyai arti simbolik. Karena bila dibandingkan dengan pabrik di AS, biaya Model 3 yang diproduksi di Shanghai adalah 65% lebih rendah. Minggu ini, harga Tesla akan diturunkan. Semulanya, harganya lebih dari 400 ribu Yuan atau setara 58.000 Dolar. Namun, Sekarang Tesla Made in China harganya dibawah 300 ribu Yuan atau sekitar 42.000 dolar.

Jadi bagi mereka yang semula merencanakan membeli Mobil BMW atau Audi, mungkin akan mempertimbangkan untuk membeli kendaraan listrik Tesla. Tentu saja, raksasa mobil tradisional tidak akan tinggal diam. Pada saat yang sama, bagi para pebisnis industri otomotif, tahun 2020 akan mempercepat penggantian kendaraan bahan bakar. Penggantian ini mungkin hanya perlu 10-20 tahun ke depan.

Seperti yang telah kita lihat, sejumlah besar negara Eropa telah mengumumkan untuk melarang kendaraan bahan bakar minyak pada tahun 2040. Sehingga, Proses Penggantian ini akan memperkuat kepemimpinan China dalam industri Otomotif listrik Di dunia.

Just like grandma says, Hari ini penjualan kendaraan energi baru di Cina telah melampaui 50% dari pasar global. Dari contoh Tesla, ini menunjukkan makna manufaktur China telah berubah. Di masa lalu, manufaktur China berfokus pada kelas bawah. Semuanya adalah pekerjaan buruh kasar dan kotor. Tetapi hari ini, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi China, manufaktur kelas atas telah menjadi kartu nama dan bagian yang sangat penting dari inovasi China.

Advertisements

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: