The wandering earth

Oleh: Ricky Suwarno

15 February 2019

The Wandering earth, atau mengembara bumi. Film fiksi ilmiah pertama. Dan terpopuler selama imlek 2019 di China.

Bakalan menjadi juara film Box Office imlek tahun ini. Pada tanggal 14 Feb, tercatat total penjualan 3.1 milyar yuan, atau usd420 juta. Termasuk peringkat kelima dalam sejarah Box Office China.

Selama ini, China tidak pernah punya pengalaman dalam pembuatan film fiksi ilmiah. Jauh kalah dengan Hollywood yang telah mensyuting lebih dari 50 tahun.

Sebenarnya, pembuatan film ini pernah ditawarkan kepada dua sutradara terhebat di dunia. Sutradara pembuat film Avatar. Titanic James Cameron. Ataupun, sutradara Perancis pembuat film Leon dan Taken, Luc Besson. Tetapi sayangnya, kedua sutradara ini menolak secara halus. Sampai akhirnya, penulis naskah mencari sutradara dalam China sendiri. Frantgwo. Yang akhirnya, menjadikan film ini Box office terlaris di waktu imlek.

Yeah, memang segala sesuatu jangan terlalu mengharapkan orang lain. Terlebih-lebih ketika Anda masih small potato. Masih belum punya reputasi. Atau prestasi menonjol lainnya.

Hapuslah konsep fiksi ilmiah terlebih dahulu. Perlakukan film itu sebagai cerita umum. Temukan hal terpenting untuk diungkapkan. Hal yang paling inti dari suatu film. Emosi atau mood manusiawi. Dan manusia sebagai peranannya.

Di samping itu, poin-poin emosional harus terkait dengan kehidupan masa kini. Sebagai contohnya, perayaan imlek dalam film. Dimana, salah satu pemain utamanya berpakaian seragam sekolah. Yang mirip dengan pengaturan kehidupan sekarang. Sehingga, penonton China akan memiliki rasa keintiman. Merasa sangat dekat dengan hidupnya Dan tidak merasa aneh. Begitu penjelasan sutradara Frantgwo dalam acara pertemuan press ketika ditanya tentang prestasi film tersebut.

Jika pemandangan di atur ke sepuluh ribu tahun kemudian, film ini tak mungkin disyuting. Karena, orang masa kini tidak bisa berkaitan dengan cerita film. Atau istilahnya tidak bisa membayangkan keintiman bersama.

Konsep pembuatan film Frantgwo, semua kreativitas tentang film harus taruh di atas meja. Kalau perlu syuting test, maka di syuting test. Dan lihat hasilnya. Sutradara Frantgwo sangat menentang istilah ide bagai kilatan cahaya sesaat. Karena itu hanya menutupi sesuatu yang urgensi. Sesuatu yang tanpa perencanaan dan persiapan.

Film fiksi ilmiah atau sains fiksi seperti the wandering earth, banyak hal perlu di rancang sebelumnya. Ruang lingkup adegan, ruang layar hijau, ataupun, kinerja para actor sering terbatas pada ruangan kecil. Yang sangat terbatas.

Just like grandma says, industrialisasi film perlu standarisasi. Yang kemudian dibagi atas kelompok-kelompok proyek. Untuk meningkatkan efisiensi. Dan ini merupakan logika dasar industrialisasi. Dan skrip itu sendiri adalah pembagian awal dari industrialisasi. Yang bisa diukur. Skrip itu bukan tumpukan kata-kata di selembar kertas. Melainkan sebuah database.

Hanya ketika skrip dianggap sebagai basis data, skrip tersebut dapat diklasifikasi dan dipisahkan. Dan kemudian dirapatkan dengan alat peraga, fotografi, seni dan jenis pekerjaan lainnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.