Advertisements

Tidak ada istilah desentralisasi absolut dalam blockchain

Oleh: Ricky Suwarno

22 Juli 2019

Blockchain, telah menjadi salah satu topik diskusi dikalangan startup beberapa tahun ini. “Desentralisasi” adalah fitur paling utama. Titik pembahasan yang tidak dapat dihindari. Banyak orang percaya bahwa fitur “desentralisasi” memungkinkan aplikasi blockchain untuk menumbangkan layanan Internet “terpusat” yang ada.

Sebenarnya, ada banyak kesalahpahaman tentang istilah “desentralisasi”. Derajat dan mekanisme “sentralisasi” dan “desentralisasi” adalah karakteristik struktural yang berbeda dari jaringan yang berbeda juga. Menentukan bagaimana jaringan kolaboratif akan beroperasi dan berkembang. Keputusan yang berbeda juga membawa nilai yang berbeda.

Jangan menganggap “desentralisasi” sebagai keunggulan alami dari Teknologi Blockchain. Karena, tidak ada yang lebih baik daripada yang lain.

“Distribusi, desentralisasi, atau peer to peer (P2P) adalah Ekonomi suku paling awal. Tetapi mengapa akhirnya ketinggalan?

Karena jaringannya terlalu jarang. Tidak ada sinergi. Inti dari ekonomi pertanian adalah titik berbasis suku dan pedesaan. Model yang relatif Mandiri. Perluasan jaringan pertukaran adalah faktor penting dalam mendorong pembangunan ekonomi. Inti dari ekonomi industri adalah garis. Struktur yang relatif tertutup. Dari manajemen perusahaan sampai ke jalur perakitan, rantai pasokan dan birokrasi. Di Era Internet, kita baru memasuki Era kolaborasi jaringan yang relatif terbuka.

Singkatnya, Fitur paling penting dari blockchain adalah pembentukan jaringan kolaboratif point-to-point dengan konsensus tertentu.

Tantangan inti pengembangan berikutnya adalah konteks di mana jaringan kolaboratif ini dapat menciptakan harga nilai terbesar. Inti Masalahnya, teknologi blockchain memberikan nilai penting apa kepada pelanggannya. Dengan kata lain, apa masalah yang akan dipecahkan oleh jaringan kolaboratif ini? Mengapa jauh lebih baik daripada solusi sebelumnya?

Tidak peduli Apakah itu peer to peer “desentralisasi” atau “sentralisasi”, masalah utama adalah bagaimana kolaborasi skala besar bisa diwujudkan. Sehingga, Perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam skenario masalah tertentu. Kedua mekanisme ini bahkan mungkin bisa saling melengkapi.

Sebagai contoh, penggunaan jaringan peer-to-peer untuk menyediakan layanan taksi. Pertanyaannya, siapa yang bertanggung jawab atas beberapa layanan publik yang dulunya disediakan oleh platform?

Demikian halnya, mentalitas dan perilaku buruk sang pengemudi, Siapa yang bertugas mencegah? Menemukan masalah? Atau mengatasinya? Bila masalah-masalah ini tidak terselesaikan, Jaringan peer-to-peer sulit bisa diterima dengan cepat.

Pada masa-masa awal perkembangan Alipay, Alibaba mengeluarkan slogan “Anda berani membayar, saya berani menanggung”!

Kredibilitas semacam itu memiliki arti sangat penting bagi promosi awal. Untuk cepat terpenetrasi dalam jaringan publik. Teknologi Blockchain harus memiliki desain mekanisme tersendiri. Maupun Evolusi kelembagaan. Supaya bisa mengatasi masalah dengan lebih baik. Sebelum dapat diterima secara luas.

Just like grandma says, “desentralisasi” peer-to-peer hanyalah “sarana”. “Nilai akhir yang dihasilkan oleh seluruh jaringan adalah yang terpenting”

Advertisements
Categories: Desentralisasi dan sentralisasi dalam blockchain, Teknologi desentralisasi blockchain

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: